Ad Placeholder Image

Apa Itu Fomo? Ini Pengertian, Gejala, dan Dampaknya

8 menit
Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc 30 September 2026

FOMO ternyata bisa berdampak pada kondisi mental seseorang yang mengalaminya.

Apa Itu Fomo? Ini Pengertian, Gejala, dan DampaknyaApa Itu Fomo? Ini Pengertian, Gejala, dan Dampaknya

DAFTAR ISI


Apa itu FOMO? FOMO atau fear of missing out adalah rasa takut “tertinggal” karena tidak mengikuti aktivitas, tren, atau kabar tertentu yang sedang ramai dibicarakan. Perasaan ini bisa muncul di mana saja, tetapi paling sering dipicu oleh media sosial.

Sesekali merasa FOMO mungkin wajar. Namun, jika terus-menerus dibiarkan, FOMO bisa memengaruhi kesehatan mental, pola tidur, hingga rasa percaya diri. Yuk, kenali pengertian, gejala, dan dampaknya agar kamu bisa mengelolanya dengan lebih baik.

Apa Itu FOMO, Gejala, dan Dampaknya bagi Kesehatan

Kementerian Kesehatan RI menjelaskan FOMO sebagai rasa takut merasa tertinggal karena tidak mengikuti aktivitas tertentu. Pemicu utamanya adalah penggunaan media sosial, terutama fitur yang menampilkan rutinitas orang lain, sehingga mendorong kamu untuk membandingkan diri dan khawatir ketinggalan.

Menurut Cleveland Clinic, FOMO adalah perasaan atau persepsi bahwa orang lain sedang bersenang-senang, mengalami hal baru, atau menjalani hidup yang lebih baik dibanding dirimu. Kondisi ini lebih rentan dialami remaja dan dewasa muda yang sedang membentuk identitas diri, serta orang dengan gangguan kecemasan, depresi, rasa percaya diri rendah, atau masalah citra tubuh.

Gejala FOMO yang Perlu Dikenali

FOMO tidak hanya terasa di pikiran, tetapi juga bisa muncul dalam bentuk keluhan fisik. Beberapa tanda yang dijelaskan Cleveland Clinic antara lain:

  • Perut terasa tegang atau mual.
  • Sakit kepala dan pegal-pegal.
  • Jantung berdebar atau detak jantung meningkat.
  • Pikiran yang mengganggu dan terus berulang.
  • Kebiasaan berbicara negatif pada diri sendiri.
  • Merasa sedih, bersalah, atau malu, hingga menarik diri dari lingkungan sosial.

Dampak FOMO terhadap Kesehatan Mental

Kemenkes menyebutkan beberapa dampak negatif FOMO, yaitu meningkatnya risiko gangguan psikologis seperti kecemasan dan depresi, menurunnya rasa percaya diri akibat membandingkan diri, berkurangnya produktivitas dan konsentrasi, munculnya emosi negatif seperti cemas, kesepian, dan tidak aman, serta terganggunya pola tidur dan makan.

Penggunaan media sosial yang berlebihan juga punya dampak tersendiri. Kemenkes menjelaskan bahwa layar gawai dapat membuat otak tetap terjaga dan menekan produksi melatonin sehingga kualitas tidur menurun. Pemakaian yang awalnya santai pun bisa berkembang menjadi ketergantungan, yaitu merasa cemas bila tidak membuka media sosial setiap hari.

Tips Mengatasi FOMO dalam Kehidupan Sehari-hari

  • Batasi waktu penggunaan media sosial dan gawai, misalnya dengan membuat jadwal khusus untuk membukanya.
  • Kenali pemicu FOMO, seperti akun atau jenis konten tertentu, lalu kurangi paparan terhadapnya.
  • Ingat bahwa media sosial hanya menampilkan “separuh gambaran” dari kehidupan seseorang, bukan keseluruhannya.
  • Fokus pada kesejahteraan dan tujuan pribadimu, bukan pada pencapaian orang lain.
  • Utamakan hubungan yang nyata dengan keluarga dan teman dibanding interaksi di dunia maya.
  • Latih rasa syukur dan apresiasi diri, termasuk ikut senang atas kebahagiaan temanmu.

Kapan Harus ke Dokter?

Segera cari bantuan profesional jika FOMO mulai mengganggu kehidupan sehari-hari, misalnya membuat kamu sulit tidur, sulit berkonsentrasi saat belajar atau bekerja, merusak hubungan dengan orang terdekat, atau memicu rasa cemas dan sedih yang berlangsung lama. Cleveland Clinic menyebutkan bahwa terapi seperti terapi perilaku kognitif (CBT) dan terapi interpersonal dapat membantu mengelola gejalanya.

Jika muncul pikiran untuk menyakiti diri sendiri, segera hubungi layanan kegawatdaruratan atau fasilitas kesehatan terdekat.

Konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam untuk mendapatkan arahan awal terkait kecemasan dan kesehatan mentalmu.

Studi Terkait

Sebuah penelitian yang terbit di jurnal Heliyon pada 2025 melibatkan 470 mahasiswa berusia 18–24 tahun. Hasilnya menunjukkan hubungan positif yang bermakna antara FOMO dan kecanduan media sosial, artinya semakin tinggi tingkat FOMO, semakin kuat pola penggunaan media sosial yang bermasalah.

Pada tahap lanjutan, kelompok kecil mahasiswa berisiko tinggi yang mengikuti program bimbingan dan konseling mengalami penurunan skor FOMO dan kecanduan media sosial, sedangkan kelompok pembanding tidak mengalami perubahan bermakna. Temuan ini menunjukkan bahwa intervensi psikologis yang terstruktur berpotensi membantu, meski jumlah peserta tahap intervensinya masih kecil.

Kenapa Harus Beli Obat di Halodoc?

Kamu bisa mendapatkan obat (termasuk obat rutin), vitamin/suplemen, dan produk kesehatan lainnya di Halodoc.

  • ✅ Tebus resep. Melalui fitur Tebus Resep, kamu bisa menebus obat langsung dari rumah atau tempat lainnya dengan cepat dan praktis. Caranya cukup simpel dan mudah!
  • ✅ Gratis rekomendasi obat dan vitamin. Tanya HILDA. HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant) asisten AI dari Halodoc yang siap membantu pertanyaan kesehatan umum.
  • ✅ Praktis dan mudah. Tidak perlu antre dan keluar rumah. 
  • ✅ Resep resmi: Untuk obat resep, resep obat online diberikan oleh dokter berlisensi (memiliki legalitas resmi atau STR dan SIP) setelah sesi konsultasi.
  • ✅Beli obat tinggal chat di WhatsApp (WA). Simpan nomor Official WhatsApp Halodoc, lalu mulai chat dan pesan obat yang kamu butuhkan.
  • ✅ Apotek resmi. Setiap obat yang dipesan melalui Pharmacy Delivery Halodoc  (apotek online Halodoc), dan disuplai oleh apotek resmi yang memiliki SIA (Surat Izin Apotek).
  • ✅ Jaminan asli: Produknya 100% asli (segel resmi utuh, terdapat nomor batch & expiry date) dan terdaftar BPOM.
  • ✅ Privasi terjaga: Kemasan rapi, tertutup, dan tanpa label nama obat di bagian luar.
  • ✅ Cepat. Diantar hanya dalam 1 jam langsung dari apotek terdekat (24 Jam) dari lokasi kamu berada. 
  • ✅ Official Store on E-commerce: Shopee, Tokopedia, Lazada, Tiktok Shop, Gomart, dan Blibli.

Kenapa Harus Chat Dokter di Halodoc?

FOMO sering kali dianggap sepele, padahal bisa berkaitan dengan kecemasan, gangguan tidur, dan rasa percaya diri. Lewat chat dokter, kamu bisa menceritakan keluhan dengan nyaman dan mendapatkan saran awal, termasuk rujukan ke psikolog atau psikiater bila diperlukan.

Chat dengan dokter Halodoc kapan saja untuk mendapatkan informasi kesehatan mental yang sesuai dengan kondisimu.

Referensi
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Diakses pada 2026. Waspada! Sindrom FOMO dapat Berpengaruh Terhadap Kesehatan Mental.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Diakses pada 2026. Ketahui Dampak Negatif Media Sosial Bagi Kesehatan Mental.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2026. FOMO Is Real: How the Fear of Missing Out Affects Your Health.
Heliyon. Diakses pada 2026. The fear of missing out and social media addiction: A cross-sectional and quasi-experimental approach.

FAQ

Apa arti FOMO?

FOMO adalah singkatan dari fear of missing out, yaitu rasa takut tertinggal karena tidak mengikuti aktivitas, tren, atau kabar tertentu. Perasaan ini paling sering dipicu oleh kebiasaan melihat kehidupan orang lain di media sosial.

Apakah FOMO termasuk gangguan mental?

FOMO bukan diagnosis gangguan mental tersendiri, tetapi dapat meningkatkan risiko masalah psikologis seperti kecemasan dan depresi. Jika sudah mengganggu aktivitas sehari-hari, sebaiknya konsultasikan dengan tenaga profesional.

Siapa yang lebih rentan mengalami FOMO?

Remaja dan dewasa muda lebih rentan karena sedang membentuk identitas diri. Orang dengan gangguan kecemasan, depresi, atau rasa percaya diri rendah juga lebih mudah mengalaminya.

Bagaimana cara cepat mengurangi FOMO?

Mulailah dengan membatasi waktu bermain media sosial dan mengenali konten yang memicu rasa iri atau cemas. Alihkan fokus pada kegiatan dan hubungan nyata yang membuatmu merasa lebih baik.