Advertisement

Biduran Tak Kunjung Sembuh? Ini Cara Menghilangkan Biduran dengan Cepat

5 menit
Ditinjau oleh  dr. Erlian Dimas SpDVE   14 Januari 2026

Pengobatan biduran bertujuan untuk meredakan gejala dan mengatasi penyebabnya.

Biduran Tak Kunjung Sembuh? Ini Cara Menghilangkan Biduran dengan CepatBiduran Tak Kunjung Sembuh? Ini Cara Menghilangkan Biduran dengan Cepat

DAFTAR ISI

  1. Gejala Biduran yang Perlu Diketahui
  2. Penyebab Biduran
  3. Cara Menghilangkan Biduran dengan Cepat
  4. Obat Biduran yang Tersedia
  5. Rekomendasi Obat Biduran
  6. Kapan Harus ke Dokter?
  7. Pencegahan Biduran agar Tidak Kambuh
  8. Produk Halodoc untuk Mengatasi Biduran
  9. Kesimpulan
  10. FAQ

Biduran atau urtikaria adalah reaksi kulit yang ditandai dengan munculnya bentol berwarna merah atau putih yang terasa sangat gatal.

Kondisi ini bisa muncul secara tiba-tiba dan seringkali disebabkan oleh pelepasan histamin di dalam tubuh.

Histamin ini dilepaskan sebagai respons terhadap berbagai pemicu, seperti alergi, stres, suhu ekstrem, atau infeksi.

Apa Itu Biduran?

Biduran, atau urtikaria, adalah kondisi kulit yang umum terjadi. Kondisi ini dapat menyerang siapa saja, tanpa memandang usia maupun jenis kelamin. Kondisi ini ditandai dengan munculnya bentol-bentol (wheals) pada kulit yang terasa sangat gatal.

Bentol ini bisa berwarna merah atau putih, dan ukurannya bervariasi. Biduran dapat muncul di satu area tubuh saja atau menyebar ke seluruh tubuh.

Bentol pada biduran muncul akibat pelepasan histamin dan zat kimia lainnya di bawah permukaan kulit. Pelepasan ini menyebabkan pembuluh darah kecil di kulit menjadi bocor, sehingga cairan menumpuk di jaringan dan menyebabkan bentol.

Gejala Biduran yang Perlu Diketahui

Gejala biduran bisa bervariasi dari ringan hingga berat, dan dapat berlangsung beberapa jam hingga beberapa hari. Beberapa gejala umum biduran meliputi:

  • Bentol atau ruam merah pada kulit.
  • Rasa gatal yang intens.
  • Ukuran bentol bervariasi, dari kecil hingga besar.
  • Bentol dapat bergabung membentuk area yang lebih luas.
  • Pembengkakan pada bibir, kelopak mata, atau lidah (angioedema) pada kasus yang parah.

Mau tahu pilihan obat biduran yang efektif untuk atasi gejalanya? Baca di sini: Ini 7 Rekomendasi Obat Biduran yang Ampuh Redakan Gatal pada Kulit

Penyebab Biduran

Biduran dapat disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk:

  • Alergi makanan: Makanan seperti kacang-kacangan, telur, susu, dan makanan laut sering menjadi pemicu.
  • Alergi obat: Antibiotik, aspirin, dan ibuprofen adalah contoh obat yang dapat menyebabkan biduran.
  • Infeksi: Infeksi virus, bakteri, atau jamur dapat memicu biduran.
  • Gigitan serangga: Sengatan atau gigitan serangga tertentu dapat menyebabkan reaksi alergi berupa biduran.
  • Faktor lingkungan: Paparan suhu ekstrem, sinar matahari, atau tekanan pada kulit dapat memicu biduran.
  • Stres: Stres emosional dapat memperburuk atau memicu biduran.

Biduran sering kambuh saat malam hari? Cari tahu di sini: Biduran Kambuh setiap Malam, Apa Penyebabnya?

Cara Menghilangkan Biduran dengan Cepat

Berikut ini beberapa cara yang bisa kamu lakukan sebagai perawatan diri untuk biduran:

  • Kompres dingin: Tempelkan kompres dingin pada area yang terkena selama 10-15 menit beberapa kali sehari. Ini membantu mengurangi rasa gatal dan peradangan.
  • Oleskan losion kalamin: Losion kalamin dapat membantu menenangkan kulit dan mengurangi rasa gatal.
  • Mandi air dingin: Mandi air dingin dapat membantu meredakan peradangan dan gatal. Hindari air panas, karena dapat memperburuk gejala.
  • Hindari pemicu: Identifikasi dan hindari faktor-faktor yang memicu biduran, seperti makanan atau obat-obatan tertentu.
  • Gunakan pakaian longgar: Pakaian yang ketat dapat mengiritasi kulit dan memperburuk rasa gatal.

Obat Biduran yang Tersedia

Pengobatan biduran bertujuan untuk meredakan gejala dan mengatasi penyebabnya. Beberapa pilihan obat yang tersedia meliputi:

  • Antihistamin: Obat ini membantu menghambat pelepasan histamin, zat kimia yang menyebabkan gatal dan peradangan. Antihistamin tersedia dalam bentuk tablet atau sirup dan dapat dibeli bebas di apotek.
  • Kortikosteroid: Krim atau salep kortikosteroid dapat membantu mengurangi peradangan pada kulit. Obat ini biasanya diresepkan oleh dokter untuk kasus biduran yang lebih parah.
  • Epinephrine (EpiPen): Pada kasus angioedema yang mengancam jiwa, suntikan epinefrin mungkin diperlukan untuk membuka saluran pernapasan dan mencegah komplikasi serius.

Hal yang perlu ditegaskan, penggunaan obat-obatan harus sesuai dengan anjuran dokter atau apoteker untuk menghindari efek samping yang tidak diinginkan.

Kenapa biduran tak kunjung membaik? Baca di sini: Biduran Tak Kunjung Sembuh, Apa Penyebabnya?

Rekomendasi Obat Biduran

Kamu bisa menggunakan beberapa obat-obatan di bawah ini untuk mengatasi gejala biduran:

  • Cetirizine 10 mg 10 Tablet. Merupakan antihistamin yang diindikasikan untuk mengobati rinitis menahun, rinitis alergi seasonal, konjungtivitis, pruritus, dan urtikaria atau biduran. 
  • Lerzin 10 mg 10 Kapsul. Tergolong ke dalam obat anithistamin yang dapat digunakan untuk mengobati biduran. 
  • Caladine Lotion 95 ml. Obat ini mengandung calamine 5%, zinc oxide 10%, dan diphenhydramine HCL 2%. Kamu bisa menggunakannya untuk mengatasi biang keringat, biduran, hingga gigitan serangga.
  • Incidal-OD 4 Kapsul. Diindikasikan untuk rinitis menahun, rinitis alergi seasonal, konjungtivitis, pruritus, dan urtikaria atau biduran. 
  • Alloris 10 mg 10 Tablet. Mengandung loratadine dalam bentuk tablet yang bekerja sebagai antihistamin untuk mengatasi biduran. 
  • Loratadine 10 mg 10 Tablet. Merupakan turunan piperidin, yakni antihistamin yang diindikasikan untuk mengatasi biduran atau urtikaria. 
  • Claritin 10 mg 5 Tablet. Dapat digunakan untuk mengobati biduran maupun kondisi gejala alergi lain seperti hay fever dan urtikaria. 

Kapan Harus ke Dokter?

Segera cari pertolongan medis jika mengalami gejala berikut:

  • Kesulitan bernapas atau menelan.
  • Pembengkakan pada wajah, bibir, atau lidah.
  • Pusing atau kehilangan kesadaran.
  • Biduran yang tidak membaik setelah beberapa hari.

Pencegahan Biduran agar Tidak Kambuh

Ada beberapa upaya yang bisa kamu lakukan untuk mencegah biduran, di antaranya:

  • Identifikasi dan hindari pemicu: Catat makanan, obat-obatan, atau faktor lain yang tampaknya memicu biduran.
  • Hindari paparan alergen: Jika alergi terhadap serbuk sari atau debu, gunakan masker dan hindari aktivitas di luar ruangan saat kadar alergen tinggi.
  • Kelola stres: Latih teknik relaksasi seperti meditasi atau yoga untuk mengurangi stres.
  • Gunakan sabun dan deterjen yang lembut: Hindari produk yang mengandung pewangi atau bahan kimia keras.
  • Jaga suhu tubuh tetap stabil: Hindari paparan suhu ekstrem dan gunakan pakaian yang sesuai dengan cuaca.

Kesimpulan

Biduran adalah masalah kulit yang umum terjadi dan dapat menyebabkan rasa tidak nyaman. Dengan mengidentifikasi penyebabnya, menghindari pemicu, dan melakukan pengobatan yang tepat, gejala biduran dapat diredakan.

Jika biduran tak kunjung sembuh atau disertai gejala yang mengkhawatirkan, segera konsultasikan pada dokter spesialis kulit di Halodoc!

Dokter dapat membantu memberikan saran dan pengobatan yang paling sesuai untuk kondisimu.

Jangan khawatir, dokter di Halodoc tersedia 24 jam sehingga kamu bisa menghubunginya kapan pun dan dimana pun. Tunggu apa lagi? Klik banner di bawah ini untuk menghubungi dokter terpercaya:

Dapatkan juga obat atau produk kesehatan lainnya yang kamu butuhkan di Toko Kesehatan Halodoc. Produknya 100% asli (original) dan tepercaya.

Tak perlu keluar rumah, produk diantar dalam waktu 1 jam!

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2025. Diseases and Conditions. Hives and Angioedema.
American Academy of Dermatology Association. Diakses pada 2025. Hives.
NHS UK. Diakses pada 2025. Health A-Z. Hives.
WebMD. Diakses pada 2025. What Are Hives and Angioedema?

FAQ

1. Apakah biduran menular?

Tidak, biduran tidak menular. Ini adalah reaksi alergi atau kondisi kulit yang tidak disebabkan oleh infeksi menular.

2. Berapa lama biduran berlangsung?

Biduran akut biasanya berlangsung kurang dari enam minggu, sementara biduran kronis bisa berlangsung lebih lama.

3. Apakah biduran bisa sembuh total?

Biduran bisa sembuh total jika penyebabnya dapat diidentifikasi dan dihindari. Dalam kasus biduran kronis, pengobatan mungkin diperlukan untuk mengendalikan gejala.