Advertisement

Catat, Ini 3 Langkah Pengobatan untuk Pengidap Leukemia

5 menit
Ditinjau oleh  dr. Fauzan Azhari SpPD   27 Januari 2023

Tahapan pengobatan leukemia umumnya sama.

Catat, Ini 3 Langkah Pengobatan untuk Pengidap LeukemiaCatat, Ini 3 Langkah Pengobatan untuk Pengidap Leukemia

DAFTAR ISI

  1. Mengenali Gejala Leukemia: Kapan Harus Waspada?
  2. Diagnosis Leukemia: Prosedur dan Metode yang Digunakan
  3. Catat Ini: 3 Langkah Pengobatan untuk Pengidap Leukemia
  4. Perawatan Pendukung untuk Meningkatkan Kualitas Hidup Pasien Leukemia
  5. Bisakah Leukemia Dicegah? Langkah-Langkah untuk Mengurangi Risiko
  6. Komplikasi Leukemia yang Perlu Diwaspadai

Leukemia adalah jenis kanker darah yang menyerang sumsum tulang, tempat sel-sel darah diproduksi.

Kondisi ini menyebabkan produksi sel darah putih abnormal yang tidak berfungsi dengan baik.

Sel-sel abnormal ini kemudian dapat mengganggu produksi sel darah merah dan trombosit yang sehat, sehingga menimbulkan berbagai masalah kesehatan. Leukemia bukanlah penyakit menular.

Mengenali Gejala Leukemia: Kapan Harus Waspada?

Gejala leukemia bervariasi tergantung pada jenis leukemia dan tingkat keparahannya. Beberapa gejala umum meliputi:

  • Demam atau menggigil
  • Kelelahan dan kelemahan yang berkelanjutan
  • Sering mengalami infeksi
  • Penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas
  • Pembengkakan kelenjar getah bening, hati, atau limpa
  • Mudah berdarah atau memar
  • Mimisan yang sering terjadi
  • Bintik-bintik merah kecil di kulit (petekie)
  • Nyeri tulang

Jika mengalami gejala-gejala tersebut, terutama jika berlangsung terus-menerus dan tidak membaik, segera konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat.

Deteksi dini sangat penting dalam keberhasilan pengobatan leukemia.

Punya pertanyaan lebih lanjut mengenai kondisi ini? Ini Rekomendasi Dokter Bedah Onkologi di Halodoc yang bisa kamu hubungi.

Diagnosis Leukemia: Prosedur dan Metode yang Digunakan

Diagnosis leukemia melibatkan beberapa prosedur dan metode untuk mengidentifikasi jenis leukemia dan tingkat keparahannya.

Beberapa tes yang umum dilakukan meliputi:

  • Pemeriksaan Fisik: Dokter akan memeriksa tanda-tanda fisik leukemia, seperti pembengkakan kelenjar getah bening, memar, atau pucat.
  • Tes Darah: Hitung darah lengkap (CBC) dapat mengungkapkan jumlah sel darah putih yang abnormal, serta jumlah sel darah merah dan trombosit yang rendah.
  • Aspirasi dan Biopsi Sumsum Tulang: Prosedur ini melibatkan pengambilan sampel sumsum tulang untuk diperiksa di bawah mikroskop. Ini adalah tes yang paling penting untuk mendiagnosis leukemia dan menentukan jenisnya.
  • Studi Sitogenetik: Tes ini mencari perubahan kromosom dalam sel-sel leukemia, yang dapat membantu dalam diagnosis dan perencanaan pengobatan.
  • Pungsi Lumbal (Spinal Tap): Jika ada indikasi leukemia telah menyebar ke otak dan sumsum tulang belakang, dokter mungkin melakukan pungsi lumbal untuk mengambil sampel cairan serebrospinal.

Catat Ini: 3 Langkah Pengobatan untuk Pengidap Leukemia

Pengobatan leukemia bertujuan untuk menghancurkan sel-sel leukemia dan memungkinkan sumsum tulang untuk memproduksi sel-sel darah yang sehat.

Pilihan pengobatan tergantung pada jenis leukemia, usia pasien, kondisi kesehatan secara keseluruhan, dan tingkat keparahan penyakit.

Berikut adalah tiga langkah utama dalam pengobatan leukemia:

1. Kemoterapi: Pilar Utama Pengobatan Leukemia

Kemoterapi adalah pengobatan utama untuk sebagian besar jenis leukemia. Prosedur ini menggunakan obat-obatan untuk membunuh sel-sel kanker.

Obat kemoterapi dapat diberikan secara oral (melalui mulut) atau intravena (melalui infus). Kemoterapi sering diberikan dalam siklus, dengan periode istirahat di antara siklus untuk memungkinkan tubuh pulih.

Efek samping kemoterapi bervariasi tergantung pada jenis obat yang digunakan, dosis, dan durasi pengobatan.

Beberapa efek samping umum termasuk mual, muntah, rambut rontok, kelelahan, dan peningkatan risiko infeksi.

Ketahui lebih dalam seputar Kanker – Gejala, Penyebab, dan Pengobatannya berikut ini.

2. Terapi Target: Pengobatan yang Lebih Presisi

Terapi target adalah jenis pengobatan yang menggunakan obat-obatan yang menyerang target spesifik pada sel-sel kanker.

Target ini bisa berupa protein atau molekul lain yang penting untuk pertumbuhan dan kelangsungan hidup sel kanker.

Terapi target cenderung memiliki efek samping yang lebih sedikit daripada kemoterapi karena lebih selektif dalam menyerang sel-sel kanker.

Terapi target telah menunjukkan hasil yang menjanjikan dalam pengobatan beberapa jenis leukemia, terutama leukemia myeloid kronis (CML).

3. Transplantasi Sumsum Tulang: Harapan Baru Bagi Pasien Leukemia

Transplantasi sumsum tulang, juga dikenal sebagai transplantasi sel induk, adalah prosedur yang menggantikan sumsum tulang yang rusak atau sakit dengan sumsum tulang yang sehat.

Ada dua jenis utama transplantasi sumsum tulang:

  • Transplantasi Autologous: Menggunakan sel induk pasien sendiri yang telah dikumpulkan dan disimpan sebelum menjalani kemoterapi dosis tinggi atau radioterapi.
  • Transplantasi Allogeneic: Menggunakan sel induk dari donor yang cocok, biasanya saudara kandung atau donor yang tidak berkerabat.

Transplantasi sumsum tulang adalah prosedur yang kompleks dan berisiko, tetapi dapat menjadi pilihan yang efektif untuk pasien leukemia yang tidak merespons pengobatan lain.

Perawatan Pendukung untuk Meningkatkan Kualitas Hidup Pasien Leukemia

Selain pengobatan utama, perawatan pendukung juga penting untuk membantu pasien leukemia mengatasi efek samping pengobatan dan meningkatkan kualitas hidup mereka.

Perawatan pendukung dapat meliputi:

  • Transfusi Darah: Untuk mengatasi anemia dan trombositopenia.
  • Antibiotik: Untuk mengobati infeksi.
  • Obat Anti-Mual: Untuk mengurangi mual dan muntah akibat kemoterapi.
  • Dukungan Nutrisi: Untuk memastikan pasien mendapatkan nutrisi yang cukup selama pengobatan.
  • Konseling Psikologis: Untuk membantu pasien mengatasi stres dan kecemasan yang terkait dengan diagnosis dan pengobatan leukemia.

Bisakah Leukemia Dicegah? Langkah-Langkah untuk Mengurangi Risiko

Meskipun penyebab pasti sebagian besar jenis leukemia tidak diketahui, ada beberapa faktor risiko yang telah diidentifikasi.

Beberapa langkah yang dapat diambil untuk mengurangi risiko leukemia meliputi:

  • Hindari Paparan Benzena: Benzena adalah bahan kimia yang digunakan dalam industri dan dapat meningkatkan risiko leukemia.
  • Berhenti Merokok: Merokok telah dikaitkan dengan peningkatan risiko leukemia myeloid akut (AML).
  • Lindungi Diri dari Radiasi: Paparan radiasi tingkat tinggi dapat meningkatkan risiko leukemia.
  • Jalani Pemeriksaan Kesehatan Rutin: Deteksi dini leukemia dapat meningkatkan peluang keberhasilan pengobatan.

Deteksi dini dan pengobatan yang tepat adalah kunci untuk meningkatkan angka harapan hidup pasien leukemia.

Komplikasi Leukemia yang Perlu Diwaspadai

Leukemia dan pengobatannya dapat menyebabkan berbagai komplikasi, termasuk:

  • Infeksi: Leukemia dan kemoterapi dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh, membuat pasien lebih rentan terhadap infeksi.
  • Perdarahan: Leukemia dapat menyebabkan trombositopenia, yang meningkatkan risiko perdarahan.
  • Anemia: Leukemia dapat mengganggu produksi sel darah merah, menyebabkan anemia.
  • Sindrom Lisis Tumor: Komplikasi ini terjadi ketika sel-sel leukemia mati dengan cepat setelah pengobatan, melepaskan zat-zat berbahaya ke dalam darah.
  • Kerusakan Organ: Dalam kasus yang jarang terjadi, leukemia dapat menyebar ke organ lain, seperti otak, paru-paru, atau ginjal.

Leukemia adalah penyakit serius yang membutuhkan penanganan medis yang komprehensif.

Deteksi dini, pengobatan yang tepat, dan perawatan pendukung yang baik dapat meningkatkan peluang kesembuhan dan kualitas hidup pasien leukemia.

Jika kamu atau orang yang kamu kenal mengalami gejala leukemia, segera konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat.

Jangan ragu untuk memanfaatkan layanan kesehatan yang tersedia di Halodoc untuk mendapatkan informasi, konsultasi dokter, dan produk kesehatan yang kamu butuhkan dengan klik banner di bawah ini!

FAQ

1. Apa perbedaan leukemia akut dan kronis?

Leukemia akut berkembang dengan cepat, sementara leukemia kronis berkembang lebih lambat.

2. Apakah leukemia bisa disembuhkan?

Banyak jenis leukemia dapat disembuhkan dengan pengobatan yang tepat, terutama jika didiagnosis sejak dini.

3. Apakah leukemia penyakit keturunan?

Sebagian besar kasus leukemia tidak diturunkan, tetapi ada beberapa faktor genetik yang dapat meningkatkan risiko.