
Ini 7 Penyebab Tensi Rendah (Hipotensi) dan Cara Mengatasinya
Tensi rendah (hipotensi) dapat disebabkan oleh berbagai faktor, salah satunya kurang nutrisi tertentu.

Daftar Isi:
- Kenali Gejala Tensi Rendah
- Penyebab Tensi Rendah yang Perlu Diketahui
- Faktor Risiko Tensi Rendah
- Cara Mengatasi Tensi Rendah
- Kapan Harus ke Dokter?
Tensi rendah atau hipotensi adalah kondisi ketika tekanan darah berada di bawah normal, yaitu kurang dari 90/60 mmHg.
Tekanan darah adalah ukuran kekuatan darah terhadap dinding arteri saat jantung memompa (sistolik) dan saat jantung beristirahat di antara denyutan (diastolik). Hipotensi bisa menyebabkan pusing, lemas, hingga pingsan.
Pertanyaannya, apa saja sih penyebab tensi rendah? Berikut ulasannya!
Kenali Gejala Tensi Rendah
Gejala tensi rendah bervariasi tergantung pada penyebab dan tingkat keparahannya. Beberapa gejala umum meliputi:
- Pusing atau merasa ringan kepala
- Penglihatan kabur
- Mual
- Kelelahan
- Sulit berkonsentrasi
- Pingsan
Pada kasus yang parah, hipotensi dapat menyebabkan syok, yang merupakan kondisi darurat medis. Gejala syok meliputi:
- Kebingungan
- Napas cepat dan dangkal
- Denyut nadi cepat
- Kulit dingin dan lembap
- Penurunan kesadaran
Apa saja obat-obatan untuk mengatasi darah rendah? Baca di sini: Ini Obat Darah Rendah yang Ampuh dan Tersedia di Apotek
Penyebab Tensi Rendah yang Perlu Diketahui

Ada banyak faktor yang dapat menyebabkan tensi rendah. Beberapa penyebab umum meliputi:
- Dehidrasi: Kekurangan cairan tubuh dapat menurunkan volume darah, sehingga menyebabkan tekanan darah menurun.
- Masalah Jantung: Kondisi seperti bradikardia (denyut jantung lambat), masalah katup jantung, serangan jantung, dan gagal jantung dapat menyebabkan tensi rendah.
- Masalah Endokrin: Penyakit tiroid, hipoglikemia (gula darah rendah), dan diabetes dapat memengaruhi tekanan darah.
- Kehamilan: Wanita hamil sering mengalami tensi rendah karena perubahan hormonal dan peningkatan volume darah. Kondisi ini biasanya kembali normal setelah melahirkan.
- Reaksi Alergi Parah (Anafilaksis): Reaksi alergi yang parah dapat menyebabkan penurunan tekanan darah secara tiba-tiba.
- Efek Samping Obat: Beberapa obat, seperti diuretik, penghambat alfa, penghambat beta, antidepresan, dan obat Parkinson, dapat menyebabkan hipotensi sebagai efek samping.
- Perdarahan: Kehilangan banyak darah akibat cedera atau pendarahan internal dapat menurunkan volume darah dan menyebabkan tekanan darah rendah.
- Kurang Nutrisi: Kekurangan vitamin B12 dan asam folat dapat menyebabkan anemia, yang dapat memicu hipotensi. Apa saja rekomendasi vitamin B12? Baca di sini: Ini 5 Rekomendasi Vitamin B12 untuk Pembentukan Sel Darah Merah
Selain penyebab di atas, hipotensi juga bisa disebabkan oleh:
- Hipotensi Ortostatik (Postural): Penurunan tekanan darah secara tiba-tiba saat berdiri dari posisi duduk atau berbaring. Ini umum terjadi pada orang tua.
- Hipotensi Pasca Prandial: Penurunan tekanan darah setelah makan, terutama pada orang tua.
- Disautonomia: Gangguan pada sistem saraf otonom yang mengatur tekanan darah.
Faktor Risiko Tensi Rendah
Beberapa faktor dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami hipotensi, antara lain:
- Usia lanjut
- Kehamilan
- Konsumsi obat-obatan tertentu
- Kondisi medis tertentu, seperti penyakit jantung, diabetes, dan penyakit Parkinson.
Cara Mengatasi Tensi Rendah
Pengobatan hipotensi tergantung pada penyebab dan tingkat keparahannya. Beberapa cara mengatasi tensi rendah meliputi:
- Minum banyak cairan untuk mencegah dehidrasi.
- Konsumsi makanan yang mengandung garam dalam jumlah sedang.
- Berdiri secara perlahan dari posisi duduk atau berbaring.
- Hindari alkohol.
- Olahraga secara teratur.
- Obat-obatan. Dalam beberapa kasus, dokter mungkin akan meresepkan obat untuk meningkatkan tekanan darah.
Darah rendah dan kurang darah, apa bedanya? Baca di sini: Darah Rendah dan Kurang Darah, Apa Perbedaan dari Keduanya?
Kapan Harus ke Dokter?
Segera cari pertolongan medis jika mengalami gejala hipotensi yang parah, seperti:
- Pingsan
- Napas cepat dan dangkal
- Denyut nadi cepat
- Kulit dingin dan lembap
- Kebingungan
- Penurunan kesadaran
Jika gejala semakin berkembang atau mengalami masalah kesehatan lainnya, konsultasikan saja langsung pada dokter spesialis penyakit dalam di Halodoc. Dokter dapat membantu memberikan saran dan pengobatan yang paling sesuai untuk kondisimu.
Kamu bisa beli obat online atau produk kesehatan lainnya dengan praktis dan mudah di Apotek Online Halodoc.
Toko Kesehatan Halodoc Produknya 100% asli dan tepercaya. Tanpa perlu antre, obat bisa diantar hanya dalam 1 jam langsung dari apotek terdekat dari lokasi kamu berada.
Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga dan dapatkan obat dari apotek 24 jam terdekat!


