Ad Placeholder Image

Kenalan dengan Hidrogen Peroksida (H2O2), Manfaat dan Bahayanya 

7 menit
Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc 29 September 2026

Sebagai antiseptik, hidrogen peroksida atau H2O2 bisa membunuh berbagai jenis bakteri dan jamur.

Kenalan dengan Hidrogen Peroksida (H2O2), Manfaat dan Bahayanya Kenalan dengan Hidrogen Peroksida (H2O2), Manfaat dan Bahayanya 

DAFTAR ISI


Hidrogen peroksida (H2O2) adalah senyawa kimia yang cukup akrab di kehidupan sehari-hari, mulai dari produk kesehatan, pemutih, hingga bahan industri. Meski punya beberapa manfaat, hidrogen peroksida juga menyimpan bahaya bila digunakan dengan kadar yang tidak tepat atau tertelan.

Karena itu, penting bagi kamu untuk mengenal manfaat dan bahaya hidrogen peroksida, termasuk aturan penggunaannya di Indonesia. Dengan begitu, kamu bisa lebih waspada dan tidak sembarangan menggunakannya di rumah.

Manfaat dan Bahaya Hidrogen Peroksida (H2O2)

Menurut Agency for Toxic Substances and Disease Registry (ATSDR) Amerika Serikat, hidrogen peroksida dengan kadar 3–9% digunakan di rumah tangga untuk keperluan medis serta sebagai pemutih pakaian dan rambut. Kadar yang lebih tinggi digunakan di industri, misalnya untuk memutihkan tekstil dan kertas serta dalam produksi bahan kimia.

Penggunaan dalam Produk Pemutih Gigi

Di Indonesia, hidrogen peroksida juga ditemukan dalam sediaan kosmetik pemutih gigi. Peraturan BPOM Nomor 30 Tahun 2020 tentang Persyaratan Teknis Penandaan Kosmetika mengatur penandaan produk ini, termasuk kewajiban mencantumkan kadar hidrogen peroksida dan peringatan tidak digunakan untuk usia di bawah 18 tahun. Produk dengan kadar lebih tinggi hanya boleh digunakan di bawah pengawasan atau oleh dokter gigi.

Dilarang sebagai Bahan Tambahan Pangan

Hidrogen peroksida tidak boleh ditambahkan ke makanan. Sebuah penelitian dalam Jurnal Medika: Media Ilmiah Analis Kesehatan merujuk Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 033 Tahun 2012 tentang Bahan Tambahan Pangan yang menyatakan penggunaan H2O2 sebagai bahan tambahan pangan dilarang di Indonesia. Paparan melalui makanan dapat memicu iritasi mulut dan tenggorokan, nyeri perut, muntah, diare, dan perut kembung.

Bahaya Paparan Hidrogen Peroksida

  • Tertelan: larutan encer dapat menyebabkan muntah dan iritasi saluran cerna ringan, sedangkan larutan pekat (10–20% atau lebih) dapat menimbulkan luka bakar jaringan, penurunan kesadaran, hingga gagal napas.
  • Terkena mata: larutan 3% dapat menimbulkan nyeri dan iritasi, sedangkan larutan pekat berisiko merusak kornea.
  • Terkena kulit: dapat menyebabkan iritasi dan kulit memutih sementara, sementara larutan pekat bisa menimbulkan luka bakar melepuh.
  • Terhirup: uap larutan pekat dapat menyebabkan iritasi berat pada paru-paru.

Tips Aman Menyimpan dan Menghadapi Paparan Hidrogen Peroksida

  • Simpan hidrogen peroksida jauh dari jangkauan anak dan jangan memindahkannya ke wadah minuman agar tidak tertukar.
  • Gunakan produk yang mengandung hidrogen peroksida hanya sesuai label dan arahan tenaga kesehatan, serta pilih produk yang terdaftar di BPOM.
  • Jangan memakai produk pemutih gigi berkadar tinggi tanpa pengawasan dokter gigi.
  • Jika terkena kulit, CDC menyarankan membilasnya dengan air bersih minimal 5 menit, lalu mencucinya dengan sabun dan air.
  • Jika terkena mata, bilas dengan air bersih mengalir dalam jumlah banyak minimal 15 menit dan segera cari pertolongan medis.
  • Jika tertelan, jangan memancing muntah dan segera bawa ke fasilitas kesehatan terdekat.

Kapan Harus ke Dokter?

Segera cari pertolongan medis jika hidrogen peroksida tertelan, terutama larutan pekat, atau jika muncul batuk, sesak napas, mengi, nyeri atau rasa tertekan di dada, nyeri perut, dan muntah setelah paparan. CDC juga mengingatkan bahwa kemerahan, nyeri, atau cairan yang keluar dari kulit maupun mata yang terpapar perlu diperiksakan. Gangguan paru bisa muncul terlambat hingga 24–72 jam setelah paparan, jadi tetap waspada meski awalnya merasa baik-baik saja.

Konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam untuk mendapatkan arahan awal bila kamu terpapar bahan kimia. Untuk kondisi gawat darurat, segera ke IGD terdekat.

Studi Terkait

Penelitian yang dimuat dalam Jurnal Medika: Media Ilmiah Analis Kesehatan menganalisis kadar hidrogen peroksida pada kerupuk mawar yang dijual di pasar tradisional Kota Makassar. Studi ini mengingatkan bahwa H2O2 dilarang sebagai bahan tambahan pangan dan dapat bersifat toksik terhadap paru-paru, selaput lendir, serta organ lainnya bila terakumulasi dalam tubuh.

Sementara itu, pedoman tata laksana medis dari CDC menegaskan bahwa pada kasus hidrogen peroksida tertelan, muntah tidak boleh dipancing dan arang aktif tidak dianjurkan. Evaluasi di fasilitas medis diperlukan untuk paparan larutan pekat maupun paparan uap dalam jumlah besar.

Kenapa Harus Beli Obat di Halodoc?

Kamu bisa mendapatkan obat (termasuk obat rutin), vitamin/suplemen, dan produk kesehatan lainnya di Halodoc.

  • ✅ Tebus resep. Melalui fitur Tebus Resep, kamu bisa menebus obat langsung dari rumah atau tempat lainnya dengan cepat dan praktis. Caranya cukup simpel dan mudah!
  • ✅ Gratis rekomendasi obat dan vitamin. Tanya HILDA. HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant) asisten AI dari Halodoc yang siap membantu pertanyaan kesehatan umum.
  • ✅ Praktis dan mudah. Tidak perlu antre dan keluar rumah. 
  • ✅ Resep resmi: Untuk obat resep, resep obat online diberikan oleh dokter berlisensi (memiliki legalitas resmi atau STR dan SIP) setelah sesi konsultasi.
  • ✅Beli obat tinggal chat di WhatsApp (WA). Simpan nomor Official WhatsApp Halodoc, lalu mulai chat dan pesan obat yang kamu butuhkan.
  • ✅ Apotek resmi. Setiap obat yang dipesan melalui Pharmacy Delivery Halodoc  (apotek online Halodoc), dan disuplai oleh apotek resmi yang memiliki SIA (Surat Izin Apotek).
  • ✅ Jaminan asli: Produknya 100% asli (segel resmi utuh, terdapat nomor batch & expiry date) dan terdaftar BPOM.
  • ✅ Privasi terjaga: Kemasan rapi, tertutup, dan tanpa label nama obat di bagian luar.
  • ✅ Cepat. Diantar hanya dalam 1 jam langsung dari apotek terdekat (24 Jam) dari lokasi kamu berada. 
  • ✅ Official Store on E-commerce: Shopee, Tokopedia, Lazada, Tiktok Shop, Gomart, dan Blibli.

Kenapa Harus Chat Dokter di Halodoc?

Paparan bahan kimia rumah tangga sering membuat panik, apalagi jika terjadi pada anak. Dengan chat dokter, kamu bisa segera mendapatkan penjelasan awal tentang langkah pertolongan pertama yang aman dan tanda yang mengharuskanmu segera ke IGD.

Chat dengan dokter Halodoc kapan saja untuk mendapatkan informasi kesehatan yang sesuai dengan kondisimu.

Referensi
Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia. Diakses pada 2026. Peraturan Badan Pengawas Obat dan Makanan Nomor 30 Tahun 2020 tentang Persyaratan Teknis Penandaan Kosmetika.
Jurnal Medika: Media Ilmiah Analis Kesehatan. Diakses pada 2026. Analisa Kadar Hidrogen Peroksida (H2O2) Pada Kerupuk Mawar Yang Diperjualbelikan Di Pasar Tradisional Kota Makassar.
Agency for Toxic Substances and Disease Registry. Diakses pada 2026. Hydrogen Peroxide | ToxFAQs.
Centers for Disease Control and Prevention. Diakses pada 2026. Medical Management Guidelines for Hydrogen Peroxide.

FAQ

Apakah hidrogen peroksida berbahaya bagi tubuh?

Hidrogen peroksida bisa berbahaya bila tertelan, terkena mata, atau digunakan dalam kadar pekat. Tingkat bahayanya bergantung pada kadar dan cara paparannya, sehingga penggunaannya harus sesuai label dan arahan tenaga kesehatan.

Apakah hidrogen peroksida boleh digunakan pada makanan?

Tidak. Penggunaan hidrogen peroksida sebagai bahan tambahan pangan dilarang di Indonesia sesuai Permenkes Nomor 033 Tahun 2012. Pilih makanan dari produsen dan penjual yang terpercaya.

Apakah pemutih gigi yang mengandung hidrogen peroksida aman?

Produk pemutih gigi dengan hidrogen peroksida diatur oleh BPOM, termasuk peringatan tidak digunakan untuk usia di bawah 18 tahun. Produk berkadar lebih tinggi hanya boleh digunakan di bawah pengawasan atau oleh dokter gigi.

Apa yang harus dilakukan jika hidrogen peroksida tertelan?

Jangan memancing muntah dan segera bawa ke fasilitas kesehatan terdekat. Beri tahu tenaga medis perkiraan kadar dan jumlah yang tertelan agar penanganan bisa lebih tepat.