Ad Placeholder Image

Kenali Penyebab Keguguran yang Paling Sering Terjadi

4 menit
Ditinjau oleh  dr. Enrico Hervianto SpOG   27 Oktober 2025

Penyebab keguguran mulai dari kelainan kromosom hingga gaya hidup tidak sehat.

Kenali Penyebab Keguguran yang Paling Sering TerjadiKenali Penyebab Keguguran yang Paling Sering Terjadi

Daftar Isi:

  1. Apa itu Keguguran?
  2. Penyebab Keguguran yang Paling Sering Terjadi
  3. Faktor Risiko Keguguran
  4. Gejala Keguguran
  5. Kapan Harus ke Dokter?
  6. Pencegahan Keguguran
  7. Kesimpulan

Kehamilan adalah momen membahagiakan yang sangat dinantikan oleh banyak pasangan. Namun, perjalanan menuju kelahiran tidak selalu berjalan mulus. Pada sebagian ibu hamil, keguguran atau hilangnya janin sebelum usia kehamilan 20 minggu, masih menjadi risiko yang dapat terjadi.

Untuk itu, penting bagi setiap calon orang tua memahami penyebab keguguran yang paling sering terjadi. Dengan mengenal faktornya sejak awal, langkah pencegahan dapat dilakukan lebih optimal, dan penanganan yang tepat bisa segera diberikan saat diperlukan.

Apa itu Keguguran?

Keguguran adalah berakhirnya kehamilan secara spontan sebelum janin mencapai usia layak hidup di luar rahim.

Sebagian besar keguguran terjadi pada trimester pertama kehamilan (12 minggu pertama).

Menurut Kementerian Kesehatan RI, keguguran dapat menjadi pengalaman traumatis bagi wanita dan keluarga, sehingga pemahaman tentang penyebab dan penanganannya sangat penting.

Penyebab Keguguran yang Paling Sering Terjadi

Ada berbagai faktor yang dapat menyebabkan keguguran. Beberapa penyebab keguguran yang paling sering terjadi meliputi:

  • Kelainan kromosom pada janin.
  • Faktor usia ibu.
  • Riwayat keguguran sebelumnya.
  • Kondisi medis tertentu pada ibu.
  • Infeksi.
  • Gaya hidup tidak sehat.

Faktor Risiko Keguguran

Beberapa faktor dapat meningkatkan risiko keguguran. Memahami faktor-faktor ini dapat membantu dalam upaya pencegahan dan perawatan kehamilan yang lebih baik.

  • Usia Ibu

Usia ibu adalah salah satu faktor risiko keguguran yang paling signifikan. Wanita yang hamil di usia 35 tahun atau lebih memiliki risiko keguguran yang lebih tinggi dibandingkan wanita yang hamil di usia 20-an. Risiko ini terus meningkat seiring bertambahnya usia ibu.

Menurut American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG), wanita di atas 40 tahun memiliki risiko keguguran hingga 50%. Hal ini disebabkan oleh penurunan kualitas sel telur dan peningkatan risiko masalah kesehatan lainnya.

  • Riwayat Keguguran Sebelumnya

Wanita yang pernah mengalami keguguran sebelumnya memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami keguguran lagi di kehamilan berikutnya. Risiko ini meningkat seiring dengan jumlah keguguran yang pernah dialami.

Meskipun memiliki riwayat keguguran dapat meningkatkan risiko, penting untuk diingat bahwa sebagian besar wanita yang pernah mengalami keguguran tetap dapat memiliki kehamilan yang sehat di kemudian hari.

  • Kondisi Medis Kronis

Beberapa kondisi medis kronis pada ibu dapat meningkatkan risiko keguguran. Kondisi-kondisi ini meliputi diabetes yang tidak terkontrol, penyakit tiroid. penyakit autoimun seperti lupus atau sindrom antifosfolipid, gangguan pembekuan darah, dan hipertensi.

Penting bagi wanita dengan kondisi medis kronis untuk mendapatkan perawatan yang tepat sebelum dan selama kehamilan untuk mengurangi risiko keguguran.

  • Kelainan Kromosom pada Janin

Kelainan kromosom pada janin adalah penyebab paling umum dari keguguran, terutama pada trimester pertama.

Kelainan ini dapat terjadi secara acak saat pembuahan dan menyebabkan perkembangan janin yang tidak normal.

Beberapa contoh kelainan kromosom yang dapat menyebabkan keguguran meliputi trisomi (kelebihan satu kromosom) dan monosomi (kekurangan satu kromosom).

  • Infeksi

Infeksi tertentu selama kehamilan dapat meningkatkan risiko keguguran. Infeksi yang dapat menyebabkan keguguran meliputi toksoplasmosis, rubella, cytomegalovirus (CMV), infeksi bakteri, seperti Listeria.

Penting bagi wanita hamil untuk menghindari paparan terhadap infeksi ini dan mendapatkan perawatan yang tepat jika terinfeksi.

  • Gaya Hidup Tidak Sehat

Gaya hidup tidak sehat, seperti merokok, mengonsumsi alkohol, dan menggunakan narkoba, dapat meningkatkan risiko keguguran.

Paparan terhadap zat-zat berbahaya ini dapat mengganggu perkembangan janin dan menyebabkan keguguran.

Merokok selama kehamilan dapat meningkatkan risiko keguguran hingga 25%. Konsumsi alkohol juga dikaitkan dengan peningkatan risiko keguguran dan masalah perkembangan janin lainnya.

Ibu bisa catat, Ini Rekomendasi Vitamin Ibu Hamil yang Bagus.

Gejala Keguguran

Gejala keguguran dapat bervariasi tergantung pada usia kehamilan dan penyebab keguguran. Beberapa gejala umum keguguran meliputi:

  • Perdarahan vagina.
  • Kram perut.
  • Nyeri punggung bawah.
  • Hilangnya gejala kehamilan, seperti mual dan muntah.

Jika mengalami gejala-gejala ini, segera konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat.

Waspadai, Ini 4 Ciri Darah Keguguran pada Hamil Muda

Kapan Harus ke Dokter?

Segera konsultasikan dengan dokter jika mengalami gejala-gejala keguguran, seperti perdarahan vagina, kram perut, atau nyeri punggung bawah.

Diagnosis dan penanganan yang tepat dapat membantu mencegah komplikasi dan memastikan kesehatan wanita.

Wanita dengan riwayat keguguran sebelumnya atau kondisi medis kronis harus mendapatkan perawatan kehamilan yang lebih intensif untuk mengurangi risiko keguguran.

Pencegahan Keguguran

Meskipun tidak semua keguguran dapat dicegah, ada beberapa langkah yang dapat diambil untuk mengurangi risiko keguguran. Langkah-langkah ini meliputi:

  • Menjaga kesehatan tubuh secara umum.
  • Mendapatkan perawatan prenatal yang teratur.
  • Menghindari paparan terhadap zat-zat berbahaya, seperti rokok, alkohol, dan narkoba.
  • Mengelola kondisi medis kronis dengan baik.
  • Menjaga berat badan yang sehat.
  • Mengkonsumsi makanan bergizi seimbang.

Menurut WHO, menjaga kesehatan reproduksi dan mendapatkan akses ke layanan kesehatan yang berkualitas adalah kunci untuk mencegah keguguran dan meningkatkan kesehatan ibu dan anak.

Ibu bisa simak selengkapnya, Ini Berbagai Pengobatan untuk Mengatasi Keguguran.

Kesimpulan

Keguguran adalah pengalaman yang sulit bagi banyak pasangan. Memahami penyebab dan faktor risiko keguguran dapat membantu dalam upaya pencegahan dan perawatan kehamilan yang lebih baik.

Jika kamu memiliki pertanyaan atau kekhawatiran tentang kehamilan, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter atau profesional kesehatan lainnya.

Konsultasi dengan dokter spesialis kandungan kini lebih mudah dan praktis melalui Halodoc.

Ibu juga bisa beli obat online atau produk kesehatan lainnya dengan praktis dan mudah di Apotek Online Halodoc

Toko Kesehatan Halodoc Produknya 100% asli dan tepercaya. Tanpa perlu antre, obat bisa diantar hanya dalam 1 jam langsung dari apotek terdekat dari lokasi kamu berada. 

Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga dan dapatkan obat dari apotek 24 jam terdekat! 

Referensi:
Parents. Diakses pada 2025. What Causes Miscarriage to Happen?
Pregnancy Birth and Baby. Diakses pada 2025. Miscarriage.