Ad Placeholder Image

Mengenal 4 Jenis Attachment Style dan Ciri-Cirinya

4 menit
Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc 28 September 2026

“Attachment style memiliki 4 jenis, yaitu secure, avoidant anxious, dan disorganized. Masing-masing karakteristik tersebut memiliki ciri yang berbeda, tergantung dari pola asuh orang tua.”

Mengenal 4 Jenis Attachment Style dan Ciri-CirinyaMengenal 4 Jenis Attachment Style dan Ciri-Cirinya

DAFTAR ISI


Attachment style atau gaya kelekatan adalah pola cara seseorang membangun ikatan emosional dan merespons kedekatan dengan orang lain. Pola ini mulai terbentuk sejak bayi melalui interaksi dengan pengasuh utama, lalu memengaruhi cara kita menjalin hubungan saat dewasa, baik dengan pasangan, keluarga, maupun sahabat.

Mengenal 4 jenis attachment style dapat membantumu memahami diri sendiri dengan lebih baik. Dengan begitu, kamu bisa belajar membangun hubungan yang lebih sehat dan menjaga kesehatan mentalmu.

Mengenal 4 Jenis Attachment Style dan Ciri-cirinya

Menurut Cleveland Clinic, attachment style terbentuk dari seberapa responsif pengasuh terhadap kebutuhan bayi, terutama pada 18 bulan pertama kehidupan. Artikel Kemenkes RI juga menjelaskan bahwa bonding yang optimal, melalui kasih sayang, perlindungan, dan respons orang tua, membentuk kelekatan aman pada anak. Sebaliknya, bonding yang kurang dapat membentuk kelekatan tidak aman yang memengaruhi perkembangan emosi dan sosial anak.

1. Secure Attachment (Kelekatan Aman)

Orang dengan secure attachment mampu membangun hubungan yang sehat dan bertahan lama. Cirinya antara lain mudah percaya pada orang lain, berkomunikasi dengan baik, mampu mengelola emosi, nyaman saat sendiri, serta dapat menghadapi konflik secara konstruktif.

2. Anxious Attachment (Kelekatan Cemas)

Gaya ini disebut juga anxious-preoccupied. Orang dengan anxious attachment memiliki rasa takut ditolak dan ditinggalkan, sehingga sering mencari validasi dari orang lain. Cirinya meliputi harga diri rendah, sensitif terhadap kritik, sulit sendirian, mudah cemburu, dan sangat tertekan saat hubungan berakhir.

3. Avoidant Attachment (Kelekatan Menghindar)

Gaya ini dikenal juga sebagai dismissive attachment. Orang dengan avoidant attachment cenderung sulit membangun hubungan yang bermakna karena takut akan keintiman. Mereka biasanya sangat mandiri, tidak nyaman dengan kedekatan emosional maupun fisik, sulit percaya pada orang lain, dan enggan berkomitmen.

4. Disorganized Attachment (Kelekatan Tidak Terorganisasi)

Gaya ini disebut juga fearful-avoidant. Orang dengan disorganized attachment menunjukkan ciri cemas sekaligus menghindar. Mereka mendambakan cinta dan kedekatan, tetapi di saat yang sama takut akan hal tersebut, sehingga perilakunya bisa tampak membingungkan dan sulit mengelola emosi.

Selain pengalaman masa kecil, hubungan pertemanan dan percintaan di masa lalu, termasuk pengalaman dikhianati, juga dapat membentuk gaya kelekatan tidak aman di usia dewasa. Kabar baiknya, attachment style bukan label permanen dan bisa berubah seiring waktu.

Tips Membangun Attachment Style yang Lebih Aman

  • Mulailah dengan mengenali pola perasaan dan reaksimu dalam hubungan, misalnya saat merasa cemas ditinggalkan atau ingin menjauh ketika hubungan terasa terlalu dekat.
  • Latih cara berpikir baru dengan menantang keyakinan lama yang negatif tentang diri sendiri maupun orang lain.
  • Komunikasikan kebutuhan dan batasanmu secara jujur dan tenang kepada pasangan, keluarga, atau sahabat.
  • Kelilingi diri dengan orang-orang yang suportif dan konsisten, karena hubungan yang aman dapat membantu membentuk rasa percaya.
  • Bagi orang tua, terapkan pengasuhan responsif dengan memahami kebutuhan anak, mendengarkan dengan empati, dan menciptakan lingkungan yang aman.
  • Pertimbangkan berkonsultasi dengan psikolog atau konselor untuk membantu memahami dan mengubah pola kelekatanmu.

Kapan Harus ke Dokter?

Pertimbangkan untuk mencari bantuan profesional bila pola hubunganmu terus-menerus menimbulkan penderitaan, seperti rasa cemas berlebihan, takut ditinggalkan, sulit percaya pada siapa pun, atau hubungan yang berulang kali berakhir dengan konflik. Segera konsultasikan dengan dokter, psikolog, atau psikiater bila kamu mengalami gejala depresi, kecemasan yang mengganggu aktivitas, sulit tidur berkepanjangan, atau muncul pikiran untuk menyakiti diri sendiri.

Konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam untuk mendapatkan dukungan awal dan arahan penanganan masalah kesehatan mental yang kamu alami.

Studi Terkait

Penelitian Bartholomew dan Horowitz (1991) yang terbit di Journal of Personality and Social Psychology memperkenalkan model empat kategori attachment style pada orang dewasa, berdasarkan kombinasi citra diri dan citra terhadap orang lain. Penelitian ini menemukan bahwa setiap pola kelekatan memiliki profil masalah interpersonal yang berbeda, dan gaya kelekatan dengan teman sebaya berkaitan dengan pola kelekatan dalam keluarga.

Di Indonesia, Kemenkes RI menekankan peran bonding orang tua dalam membentuk kelekatan aman yang mendukung kemandirian anak. Kemendukbangga/BKKBN juga mendorong pengasuhan responsif agar anak tumbuh menjadi pribadi yang mandiri, tangguh, dan mampu menjalin hubungan sehat dengan orang lain.

Kenapa Harus Beli Obat di Halodoc?

Kamu bisa mendapatkan obat (termasuk obat rutin), vitamin/suplemen, dan produk kesehatan lainnya di Halodoc.

  • ✅ Tebus resep. Melalui fitur Tebus Resep, kamu bisa menebus obat langsung dari rumah atau tempat lainnya dengan cepat dan praktis. Caranya cukup simpel dan mudah!
  • ✅ Gratis rekomendasi obat dan vitamin. Tanya HILDA. HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant) asisten AI dari Halodoc yang siap membantu pertanyaan kesehatan umum.
  • ✅ Praktis dan mudah. Tidak perlu antre dan keluar rumah. 
  • ✅ Resep resmi: Untuk obat resep, resep obat online diberikan oleh dokter berlisensi (memiliki legalitas resmi atau STR dan SIP) setelah sesi konsultasi.
  • ✅Beli obat tinggal chat di WhatsApp (WA). Simpan nomor Official WhatsApp Halodoc, lalu mulai chat dan pesan obat yang kamu butuhkan.
  • ✅ Apotek resmi. Setiap obat yang dipesan melalui Pharmacy Delivery Halodoc  (apotek online Halodoc), dan disuplai oleh apotek resmi yang memiliki SIA (Surat Izin Apotek).
  • ✅ Jaminan asli: Produknya 100% asli (segel resmi utuh, terdapat nomor batch & expiry date) dan terdaftar BPOM.
  • ✅ Privasi terjaga: Kemasan rapi, tertutup, dan tanpa label nama obat di bagian luar.
  • ✅ Cepat. Diantar hanya dalam 1 jam langsung dari apotek terdekat (24 Jam) dari lokasi kamu berada. 
  • ✅ Official Store on E-commerce: Shopee, Tokopedia, Lazada, Tiktok Shop, Gomart, dan Blibli.

Kenapa Harus Chat Dokter di Halodoc?

Pola kelekatan yang tidak aman bisa berkaitan dengan rasa cemas, sedih berkepanjangan, atau masalah dalam hubungan yang memengaruhi kesehatan mental. Lewat chat, dokter atau psikolog dapat mendengarkan keluhanmu tanpa menghakimi, membantu memahami pola yang kamu alami, dan menyarankan langkah penanganan yang sesuai.

Chat dengan dokter Halodoc kapan saja untuk berdiskusi tentang kesehatan mental dan hubungan yang sedang kamu jalani.

Referensi
Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan Kemenkes RI. Diakses pada 2026. Pengaruh Bonding Orangtua terhadap Kemandirian Anak.
Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN Jawa Timur. Diakses pada 2026. TAMASYA di KERABAT Seri 28: Dorong Pengasuhan Responsif dalam Mengembangkan Kepekaan dan Ketangguhan Anak.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2026. Attachment Styles: Causes, What They Mean.
PubMed. Diakses pada 2026. Attachment Styles among Young Adults: A Test of a Four-Category Model.

FAQ

Apa saja 4 jenis attachment style?

Empat jenis attachment style adalah secure (aman), anxious (cemas), avoidant (menghindar), dan disorganized (tidak terorganisasi atau fearful-avoidant). Secure termasuk kelekatan aman, sedangkan tiga lainnya termasuk kelekatan tidak aman.

Apakah attachment style bisa berubah?

Bisa. Perubahan dimulai dari kesadaran diri dan latihan membingkai ulang pola pikir lama, dan prosesnya akan lebih terarah dengan bantuan psikolog atau konselor.

Apa penyebab seseorang memiliki anxious attachment?

Attachment style banyak dipengaruhi oleh respons pengasuh di masa bayi dan kanak-kanak. Pengalaman hubungan di masa lalu, termasuk dikhianati atau ditinggalkan, juga dapat membentuk kelekatan cemas saat dewasa.

Bagaimana cara orang tua membentuk secure attachment pada anak?

Orang tua dapat membangun bonding yang hangat melalui kasih sayang, perlindungan, dan respons yang konsisten terhadap kebutuhan anak. Pengasuhan responsif yang penuh empati membantu anak merasa aman dan tumbuh mandiri.