Ad Placeholder Image

Mengenal Hepatitis C, Berbahayakah untuk Tubuh?

4 menit
Ditinjau oleh  dr. Fauzan Azhari SpPD   02 Desember 2025

Hepatitis C merupakan silent killer yang dapat membawa dampak besar pada kualitas hidup, produktivitas, hingga kondisi mental penderitanya.

Mengenal Hepatitis C, Berbahayakah untuk Tubuh?Mengenal Hepatitis C, Berbahayakah untuk Tubuh?

DAFTAR ISI


Bayangkan ada “penyusup” yang masuk ke dalam tubuh tanpa suara, hidup nyaman di dalam hati kita selama bertahun-tahun, dan perlahan merusaknya tanpa kita sadari. Itulah Hepatitis C.

Hepatitis C sering tidak menimbulkan gejala di awal dan dapat menjadi kronis bila tidak diobati.

Tidak hanya menyerang kesehatan fisik, Hepatitis C juga membawa dampak besar pada kualitas hidup, produktivitas, hingga kondisi mental penderitanya.

Apa Itu Hepatitis C?

Hepatitis adalah istilah umum untuk peradangan hati. Hati adalah organ vital yang memproses nutrisi, menyaring darah, dan melawan infeksi. 

Ketika hati meradang atau rusak, fungsinya dapat terganggu. Hepatitis paling sering disebabkan oleh virus, tetapi juga dapat disebabkan oleh faktor lain.

Hepatitis C disebabkan oleh virus hepatitis C (HCV). Hepatitis C ditularkan terutama melalui paparan darah yang terkontaminasi, seperti penggunaan jarum suntik bersama, transfusi darah yang tidak aman, atau prosedur medis yang tidak steril.

Hepatitis C sering kali tidak menimbulkan gejala pada tahap awal, tetapi dapat menjadi kronis dan menyebabkan kerusakan hati yang serius, termasuk sirosis dan kanker hati. Deteksi dini dan pengobatan sangat penting untuk mencegah komplikasi jangka panjang.

Penting untuk melakukan skrining hepatitis C, terutama bagi individu yang memiliki faktor risiko seperti penggunaan narkoba suntik, pernah menerima transfusi darah sebelum tahun 1992, atau memiliki pasangan seksual yang terinfeksi. 

Skrining dapat membantu mendeteksi infeksi sejak dini sehingga pengobatan dapat segera dimulai.

Ketahui terkait hepatitis selengkapnya di sini, Hepatitis: Ini Gejala, Penyebab, dan Cara Pengobatan. 

Gejala Hepatitis C

Banyak penderita Hepatitis C tidak menunjukkan gejala, terutama pada fase awal infeksi. Karena itu, penyakit ini sering disebut “silent infection” atau “silent killer”.

Jika gejala muncul, biasanya ringan dan mirip flu, antara lain:

  • Kelelahan / rasa lelah ekstrem.
  • Tidak nafsu makan.
  • Mual atau muntah.
  • Nyeri otot atau nyeri sendi.
  • Demam atau gejala seperti flu.
  • Ketidaknyamanan atau sakit pada area perut.

Penyebab Hepatitis C

Hepatitis C disebabkan oleh virus Hepatitis C (HCV) yang menyerang sel hati. Infeksi dapat bersifat akut (jangka pendek) atau menjadi kronis (jangka panjang) dan menyebabkan kerusakan hati progresif.

Penularan terutama terjadi ketika darah seseorang bersentuhan dengan darah penderita Hepatitis C. 

Termasuk jarum suntik yang tidak steril, peralatan injeksi narkoba bersama, atau peralatan kesehatan yang tidak higienis.

Kenali lebih jauh, Mengapa Hepatitis Dapat Menular Melalui Jarum Suntik. 

Pengobatan Hepatitis C

Kini hepatitis C termasuk penyakit yang sangat mungkin disembuhkan, asalkan terdeteksi dan ditangani dengan tepat.

1. Direct-acting antivirals (DAA)

Metode utama pengobatan saat ini menggunakan obat antivirus oral yang disebut Direct-Acting Antivirals (DAA). Obat ini bekerja secara langsung menghambat proses replikasi virus Hepatitis C (HCV) di dalam tubuh. 

WHO menyebut bahwa terapi DAA mampu mencapai tingkat kesembuhan lebih dari 95%, dengan durasi pengobatan rata-rata hanya 8–12 minggu, tergantung kondisi pasien dan jenis genotipe virus.

Catat, Ini Makanan Sehat Dianjurkan untuk Pengidap Hepatitis. 

2. Terapi interferon

Sebelum adanya DAA, kombinasi interferon dan ribavirin merupakan pilihan utama. Namun, metode ini memiliki tingkat keberhasilan yang lebih rendah dan efek samping berat, termasuk kelelahan ekstrem, anemia, gangguan mood, hingga depresif. 

Karena risiko ini, terapi interferon kini tidak lagi direkomendasikan kecuali pada kondisi tertentu.

Pencegahan Hepatitis C

Upaya pencegahan sederhana berikut dapat menurunkan risiko infeksi secara signifikan.

  • Hindari berbagi jarum atau alat suntik. 
  • Gunakan peralatan medis yang steril. 
  • Hindari berbagi peralatan yang berpotensi terkena darah. 
  • Pastikan prosedur tato dan tindik dilakukan secara aman. 
  • Praktik seks yang aman. 
  • Skrining untuk ibu hamil. 
  • Uji hepatitis C bila termasuk kelompok berisiko. 

Kapan Harus ke Dokter?

Segera konsultasikan dengan dokter spesialis penyakit dalam di Halodoc jika mengalami gejala hepatitis, terutama jika memiliki faktor risiko seperti riwayat penggunaan narkoba suntik, hubungan seks berisiko, atau riwayat keluarga dengan penyakit hati. 

Deteksi dini dan pengobatan yang tepat dapat mencegah komplikasi serius.

Kamu bisa beli obat online atau produk kesehatan lainnya dengan praktis dan mudah di Apotek Online Halodoc

Toko Kesehatan Halodoc Produknya 100% asli dan tepercaya. Tanpa perlu antre, obat bisa diantar hanya dalam 1 jam langsung dari apotek terdekat dari lokasi kamu berada. 

Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga dan dapatkan obat dari apotek 24 jam terdekat! 

Referensi: 
Ayo Sehat Kemkes. Diakses pada 2025. Hepatitis C.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2025. Hepatitis C: What It Is, Symptoms, Transmission & Treatment. 
Mayo Clinic. Diakses pada 2025. Hepatitis C – Symptoms and Causes. 
WHO. Diakses pada 2025. Hepatitis C.