
Mengenal Obat Suppositoria: Jenis dan Cara Pakainya
Obat suppositoria biasanya diberikan pada pasien yang tidak bisa mengonsumsi obat secara oral atau ditelan langsung.

DAFTAR ISI
- Mengenal Obat Suppositoria dan Cara Kerjanya
- Jenis-Jenis Obat Suppositoria
- Cara Pakai Obat Suppositoria yang Benar
- Kapan Harus ke Dokter?
- Kenapa Harus Beli Obat di Halodoc?
- FAQ
Obat suppositoria adalah sediaan obat padat yang dirancang khusus untuk dimasukkan melalui lubang tubuh, seperti rektum (anus) atau vagina. Sediaan ini akan meleleh dan diserap langsung oleh pembuluh darah setelah terpapar suhu tubuh.
Bentuk pengobatan ini menjadi solusi efektif bagi pasien yang kesulitan menelan obat minum, mengalami mual muntah parah, atau membutuhkan kerja obat yang lebih cepat. Berikut adalah panduan lengkap mengenai jenis dan tata cara penggunaan obat suppositoria yang aman dan tepat.
Mengenal Obat Suppositoria dan Cara Kerjanya
Suppositoria dibuat dari bahan dasar khusus seperti mentega kakao (cocoa butter) atau gliserin yang dapat meleleh pada suhu tubuh manusia. Setelah dimasukkan ke dalam lubang tubuh, bahan dasar tersebut perlahan mencair dan melepaskan zat aktif obat secara bertahap.
Proses penyerapan obat suppositoria terbilang sangat efektif karena zat aktif dapat langsung diserap oleh pembuluh darah lokal tanpa perlu melewati lambung atau metabolisme awal di organ hati. Oleh sebab itu, obat ini sangat berguna untuk mengatasi keluhan akut yang membutuhkan penanganan cepat.
Jenis-Jenis Obat Suppositoria
Berdasarkan lokasi pengaplikasian dan indikasi medisnya, obat suppositoria dibedakan menjadi beberapa jenis utama:
- Suppositoria Rektal (Anus): Jenis obat ini paling sering digunakan untuk meredakan konstipasi (pencahar), meredakan gejala ambeien/wasir, meredakan nyeri parah, atau menurunkan demam pada anak-anak.
- Suppositoria Vagina (Pessary): Berbentuk khusus untuk dimasukkan ke dalam vagina, biasanya digunakan untuk mengobati infeksi jamur, infeksi bakteri, atau mengatasi kekeringan pada area kewanitaan.
- Suppositoria Uretra (BOUGIE): Jenis ini berukuran sangat kecil dan dimasukkan ke dalam saluran kemih (uretra), umumnya digunakan pada kasus medis tertentu seperti disfungsi ereksi.
Cara Pakai Obat Suppositoria yang Benar
Agar obat bekerja dengan optimal dan terhindar dari iritasi, perhatikan langkah-langkah penggunaannya berikut ini:
- Cuci tangan hingga bersih menggunakan air mengalir dan sabun sebelum serta sesudah memegang obat.
- Buka kemasan pembungkus obat secara perlahan. Jika tekstur obat terasa terlalu lunak, masukkan ke dalam lemari es sebentar hingga mengeras kembali.
- Berbaringlah miring dengan satu kaki lurus dan satu kaki ditarik mendekati dada untuk memudahkan proses memasukkan obat.
- Masukkan ujung obat yang lebih lancip ke dalam rektum secara perlahan menggunakan jari telunjuk (masuk sekitar 2–3 cm untuk dewasa).
- TETAP berbaring miring selama kurang lebih 15–20 menit agar obat tidak terdorong keluar dan mencair dengan sempurna.
Kapan Harus ke Dokter?
Jika gejalamu tidak membaik setelah menggunakan obat atau mengalami efek samping seperti iritasi berat, ruam, atau rasa terbakar pada area pemakaian, segera konsultasi dengan Dokter Umum atau dokter spesialis di Halodoc.
Kenapa Harus Beli Obat di Halodoc?
Kamu bisa mendapatkan obat (termasuk obat rutin), vitamin/suplemen, dan produk kesehatan lainnya di Halodoc.
- ✅ Tebus resep. Melalui fitur Tebus Resep, kamu bisa menebus obat langsung dari rumah atau tempat lainnya dengan cepat dan praktis. Caranya cukup simpel dan mudah!
- ✅ Gratis rekomendasi obat dan vitamin. Tanya HILDA. HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant) asisten AI dari Halodoc yang siap membantu pertanyaan kesehatan umum.
- ✅ Praktis dan mudah. Tidak perlu antre dan keluar rumah.
- ✅ Resep resmi: Untuk obat resep, resep obat online diberikan oleh dokter berlisensi (memiliki legalitas resmi atau STR dan SIP) setelah sesi konsultasi.
- ✅ Beli obat tinggal chat di WhatsApp (WA). Simpan nomor Official WhatsApp Halodoc, lalu mulai chat dan pesan obat yang kamu butuhkan.
- ✅ Apotek resmi. Setiap obat yang dipesan melalui Pharmacy Delivery Halodoc (apotek online Halodoc), dan disuplai oleh apotek resmi yang memiliki SIA (Surat Izin Apotek).
- ✅ Jaminan asli: Produknya 100% asli (segel resmi utuh, terdapat nomor batch & expiry date) dan terdaftar BPOM.
- ✅ Privasi terjaga: Kemasan rapi, tertutup, dan tanpa label nama obat di bagian luar.
- ✅ Cepat. Diantar hanya dalam 1 jam langsung dari apotek terdekat (24 Jam) dari lokasi kamu berada.
- ✅ Official Store on E-commerce: Shopee, Tokopedia, Lazada, Tiktok Shop, Gomart, dan Blibli.
Referensi
Kementerian Kesehatan RI. Diakses pada 2026. Petunjuk Penggunaan Obat Sediaan Khusus Suppositoria.
PubMed Central (NCBI). Diakses pada 2026. Rectal Drug Delivery Systems: Overview and Clinical Applications.
WebMD. Diakses pada 2026. How to Use Rectal Suppositories Safely.
World Health Organization (WHO). Diakses pada 2026. Guidelines on Rectal Administration of Medicines.
FAQ
1. Berapa lama obat suppositoria bereaksi setelah dimasukkan?
Obat suppositoria umumnya mulai bekerja dalam waktu 15 hingga 60 menit setelah dimasukkan, tergantung jenis zat aktif obat tersebut.
2. Apakah obat suppositoria harus selalu disimpan di dalam kulkas?
Sebagian besar sediaan suppositoria disarankan disimpan di dalam lemari es (bukan freezer) agar bentuknya tetap padat dan tidak melelh sebelum dipakai.
3. Apa yang harus dilakukan jika obat terdorong keluar?
Jika obat terdorong keluar dalam kurun waktu kurang dari 15 menit dan masih utuh, bersihkan lalu masukkan kembali secara perlahan atau gunakan sediaan baru jika obat sudah terkontaminasi.




