5 Faktor Risiko yang Bisa Tingkatkan Hiperkolesterolemia

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani

Halodoc, Jakarta - Hiperkolesterolemia termasuk dalam salah satu masalah kesehatan yang tidak bisa diabaikan dan dianggap remeh. Seseorang dengan hiperkolesterolemia harus segera mendapatkan penanganan dengan terapi hiperkolesterolemia yang tepat. Karena jika tidak, penyakit jantung dan stroke akan mengintai.

Baca juga: Pola Makan yang Buruk Bisa Sebabkan Hiperkolesterolemia

Hiperkolesterolemia, Apakah Itu?

Hiperkolesterolemia, atau yang lebih dikenal dengan kadar kolesterol tinggi, merupakan kondisi ketika kadar kolesterol total di dalam darah melebihi batas normal, yaitu di atas 200 mg/dL. Kolesterol sendiri merupakan senyawa lemak yang diproduksi oleh hati. Kolesterol berfungsi dalam pembentukan membran sel, vitamin D dan hormon tertentu. Kadar kolesterol tinggi bisa saja berbahaya jika kadar kolesterol HDL terlalu rendah dan kadar kolesterol LDL terlalu tinggi.

Ini Gejala yang Muncul pada Pengidap Hiperkolesterolemia

Pengidap kondisi ini awalnya tidak menunjukkan gejala apa pun. Biasanya seseorang tidak menyadari kadar kolesterol tinggi dalam tubuhnya sampai munculnya komplikasi berbahaya, seperti penyakit jantung dan stroke. Karena dinilai sangat berbahaya, penting rasanya untuk melakukan skrining kolesterol sejak usia dini.

Baca juga: Kelebihan Kolesterol, Ini Penyebab Hiperkolesterolemia

Faktor Risiko yang Bisa Tingkatkan Hiperkolesterolemia

Penyakit ini umumnya disebabkan oleh faktor genetik dan gaya hidup yang tidak sehat, seperti:

  1. Seseorang bisa saja mengalami kondisi ini jika salah satu dari orangtua mengidap hiperkolesterolemia.

  2. Seseorang dengan berat badan berlebih memiliki risiko lebih besar mengidap kondisi ini. Untuk menurunkan berat badan, kamu bisa lakukan diet sehat sesuai anjuran dokter.

  3. Pola makan yang tidak sehat seperti mengonsumsi makanan tinggi kolesterol akan meningkatkan kadar kolesterol total. Kolesterol tinggi ini bisa dijumpai pada produk susu hewani dan daging merah.

  4. Penyakit diabetes yang dapat merusak dinding pembuluh darah karena kadar gula darah yang tinggi.

  5. Merokok juga jadi salah satu pemicu hiperkolesterolemia karena dapat merusak dinding pembuluh darah, sehingga menjadi tempat penimbunan lemak.

Tingkat kolesterol yang tinggi tidak memandang usia seseorang. Semua orang memiliki kemungkinan mengidap hiperkolesterolemia. Untuk itu, jalani pola hidup sehat sedini mungkin dan jangan lupa untuk menghindari faktor pemicunya.

Begini Cara Pencegahan Hiperkolesterolemia

Nah, jika hiperkolesterolemia disebabkan oleh gaya hidup karena seringnya mengonsumsi makanan yang tidak sehat, kamu bisa melakukan pencegahan  dengan melakukan beberapa langkah ini:

  • Rutin memeriksakan kadar kolesterol.

  • Pilihlah daging tanpa lemak dan produk susu rendah lemak.

  • Batasi mengonsumsi olahan makanan dengan cara digoreng. Akan lebih baik apabila direbus, dipanggang atau dikukus.

  • Banyak minum air putih, minimal 8 gelas sehari. Kamu juga bisa menyesuaikan dengan aktivitas yang kamu lakukan.

  • Hindari konsumsi alkohol.

  • Pertahankan berat badan ideal.

  • Olahraga secara teratur, minimal 2 kali seminggu.

  • Hindari makanan cepat saji atau junk food.

  • Konsumsi makanan sehat rendah lemak hewani.

  • Perbanyak konsumsi makanan berserat tinggi.

  • Berhenti merokok, karena merokok dapat melukai pembuluh darah dan meningkatkan risiko terserang penyakit jantung dan stroke.

Baca juga: Pola Makan Sehat untuk Pengidap Hiperkolesterolemia

Kondisi ini kerap tidak menunjukkan gejala apapun pada pengidapnya, maka sebaiknya periksalah kolesterol secara berkala sedini mungkin. Jika kamu telah memasuki usia 20 tahun, disarankan untuk memeriksakan kadar kolesterol setiap 5 tahun sekali. Jika kamu sudah melakukan langkah pencegahan dan tidak membuahkan hasil, Halodoc bisa jadi solusinya! Kamu bisa diskusi langsung dengan dokter ahli melalui Chat atau Voice/Video Call. Yuk, download aplikasinya di Google Play atau App Store!