
6 Cara Efektif Mengatasi Infeksi Jamur pada Vagina
Ada beberapa pengobatan yang efektif mengatasi infeksi jamur pada vagina.

DAFTAR ISI
Infeksi jamur vagina atau kandidiasis vaginalis merupakan gangguan kesehatan yang terjadi akibat pertumbuhan berlebih jamur Candida albicans di area kewanitaan. Kondisi ini umumnya menimbulkan rasa gatal hebat, sensasi terbakar, kemerahan, serta timbulnya keputihan kental berwarna putih.
Meskipun bukan kondisi yang berbahaya, penanganan yang tepat dan menjaga kebersihan organ intim sangat penting agar infeksi tidak semakin parah atau kambuh berulang. Berikut adalah beberapa langkah efektif yang dapat dilakukan untuk mengatasi infeksi jamur vagina secara medis dan mandiri.
Cara Mengatasi Infeksi Jamur Vagina
Perawatan infeksi jamur pada vagina tergantung pada tingkat keparahan dan frekuensi munculnya gejala dan infeksi.
Terkadang kondisi infeksi dapat diobati dengan obat-obatan bebas resep.
Namun, jika kamu belum yakin sedang mengalami infeksi jamur, maka sebaiknya tanyakan pada dokter untuk memastikan pengobatan yang tepat.
Jika dokter mendiagnosis adanya infeksi jamur pada vagina, maka ia akan meresepkan salah satu obat berikut:
1. Terapi vagina jangka pendek
Pengobatan pertama, dokter mungkin meresepkan obat antijamur yang dikonsumsi dalam tiga hingga tujuh hari.
Dalam jangka waktu tersebut biasanya infeksi jamur akan hilang. Obat antijamur yang dapat diberikan dalam bentuk krim, salep, tablet dan supositoria (berbentuk peluru).
2. Obat oral dosis tunggal
Dokter mungkin meresepkan flukonazol obat oral dosis tunggal. Namun, obat ini tidak dianjurkan untuk wanita hamil.
Untuk mengelola gejala yang lebih parah, dokter mungkin dapat menganjurkan untuk meminum dua dosis tunggal dengan jarak tiga hari.
3. Asam borat
Obat berikutnya yaitu asam borat. Ini adalah antiseptik bersifat kuat yang efektif mengobati infeksi jamur yang kebal terhadap pengobatan lain.
Asam borat tersedia dalam bentuk suppositoria, sehingga dapat digunakan untuk mengobati infeksi jamur pada vagina secara langsung.
Namun, perlu diwaspadai asam borat dapat bersifat beracun jika dalam jumlah besar.
Beberapa efek sampingnya yaitu kerusakan ginjal, gangguan sistem peredarah darah akut, bahkan kematian jika menyerap terlalu banyak.
Obat ini tidak boleh diminum atau digunakan pada kulit yang bermasalah. Selain itu juga tidak direkomendasikan untuk wanita hamil
4. Supositoria dan suplemen probiotik
Probiotik telah dikenal sebagai senyawa yang dapat memulihkan keseimbangan bakteri ragi di tubuh.
Suplemen probiotik yang mengandung strain bakteri Lactobacillus acidophilus, bermanfaat untuk menyeimbangkan saluran pencernaan dan flora dalam vagina.
Kamu juga bisa mengonsumsi yoghurt sebagai sumber probiotik.
Suplemen probiotik orang mungkin membutuhkan waktu sekitar 10 hari untuk melihat efektivitas.
Namun, jika ingin hasil yang lebih cepat, kamu bisa menggunakan probiotik dalam bentuk supositoria vagina.
5. Hidrogen peroksida
Cara berikutnya untuk mengatasi infeksi jamur pada vagina yaitu dengan hidrogen peroksida, yang merupakan antiseptik untuk membunuh bakteri dan ragi.
Hidrogen peroksida diproduksi Lactobacillus di vagina dan secara alami merupakan bagian dari aktivitas biologis untuk melawan ragi.
Cara menggunakan hidrogen peroksida yaitu dengan mengencerkannya dengan air terlebih dulu, sebelum mengoleskan ke alat kelamin. Selain itu hindari menggunakannya untuk waktu yang lama.
6. Vitamin C
Mengonsumsi vitamin C juga salah satu cara untuk mengatasi infeksi jamur.
Seperti yang diketahui, vitamin C merupakan penguat sistem imun tubuh dan berperan dalam kesehatan kulit.
Jika sistem kekebalan tubuh kuat, maka memungkinkannya untuk melawan infeksi, termasuk infeksi jamur.
Vitamin C juga disebut asam askorbat, yang memiliki komponen antimikroba untuk menghambat pertumbuhan berlebih Candida.
Cobalah untuk meningkatkan asupan vitamin C untuk meningkatkan kemampuan tubuh melawan infeksi jamur.
Namun hindari mengoleskan vitamin C asam ke jaringan vagina yang sensitif.
Kapan Harus ke Dokter?
Jika gejalamu tidak membaik dalam 2–3 hari, terasa semakin parah, atau disertai nyeri panggul dan demam, segera konsultasi dengan dokter kulit pilihan di Halodoc.
1. dr. Rina Diana Winta Sp.D.V.E

Pertama, kamu bisa menghubungi dr. Rina Diana Winta Sp.D.V.E yang merupakan lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga pada 2005. Ia melanjutkan studinya untuk memperoleh gelar spesialis kulit di Universitas Diponegoro dan lulus pada 2011.
Saat ini, dokter Rina Diana Winta Sp.D.V.E berpraktik di Surabaya, Jawa Timur.
Ia juga tergabung sebagai anggota Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia (PERDOSKI) dengan nomor STR 3321602422005243.
Berpengalaman sebagai dokter spesialis kulit selama 21 tahun, dr. Rina Diana Winta Sp.D.V.E mampu memberikan layanan konsultasi di Halodoc terkait berbagai masalah kulit.
Chat dr. Rina Diana Winta Sp.D.V.E dari Rp 149.000,– di Halodoc.
2. dr. Raymond Suryaatmadja Sp.D.V.E

Dokter lainnya yang bisa kamu hubungi adalah dr. Raymond Suryaatmadja Sp.D.V.E. Ia merupakan lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga pada 2006 dan Universitas Diponegoro pada 2018.
Saat ini, dokter Raymond Suryaatmadja Sp.D.V.E berpraktik di Surabaya, Jawa Timur.
Ia juga tergabung sebagai anggota Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia (PERDOSKI) dengan nomor STR AS00000383526715.
Berpengalaman sebagai dokter spesialis kulit selama 18 tahun, dr. Raymond Suryaatmadja Sp.D.V.E mampu memberikan layanan konsultasi di Halodoc terkait berbagai masalah kulit.
Chat dr. Raymond Suryaatmadja Sp.D.V.E dari Rp 149.000,- di Halodoc.
3. dr. Frieda Sp.D.V.E

Kamu bisa menghubungi dr. Frieda Sp.D.V.E yang merupakan lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Atmajaya pada 2015. Ia melanjutkan studinya untuk memperoleh gelar spesialis kulit di Universitas Sebelas Maret dan lulus pada 2022.
Saat ini, dokter Frieda Sp.D.V.E berpraktik di Bogor, Jawa Barat.
Ia juga tergabung sebagai anggota Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia (PERDOSKI) dengan nomor STR 3321602322166922.
Berpengalaman sebagai dokter spesialis kulit selama 11 tahun, dr. Frieda Sp.D.V.E mampu memberikan layanan konsultasi di Halodoc terkait berbagai masalah kulit.
Chat dr. Frieda Sp.D.V.E dari Rp 59.000,- di Halodoc.
4. dr. Made Martina W. M.Biomed, Sp.D.V.E

Kamu juga bisa menghubungi Made Martina W. M.Biomed, Sp.D.V.E apabila membutuhkan pengobatan terkait berbagai masalah kulit
Ia merupakan alumnus Fakultas Kedokteran Universitas Wijaya Kusuma Surabaya pada 2011 dan Universitas Udayana pada 2017.
Ia kini berpraktik di Denpasar, Bali dan tergabung sebagai tergabung sebagai anggota Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia (PERDOSKI) dengan nomor STR 5121 602423127230.
Berbekal pengalaman selama 15 tahun, dr. Made Martina W. M.Biomed, Sp.D.V.E memberikan layanan konsultasi di Halodoc seputar masalah dan perawatan kulit.
Chat dr. Made Martina W. M.Biomed, Sp.D.V.E mulai dari Rp 59.000,- di Halodoc.
5. dr. Thigita Aga Pandaleke Sp.D.V.E

Dokter lainnya yang bisa kamu hubungi adalah dr. Thigita Aga Pandaleke Sp.D.V.E. Ia merupakan lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi pada 2007. Ia melanjutkan studinya untuk memperoleh gelar spesialis kulit di universitas yang sama dan lulus pada 2015.
Saat ini, dokter Thigita Aga Pandaleke Sp.D.V.E berpraktik di Manado, Sulawesi Utara.
Ia juga tergabung sebagai anggota Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia (PERDOSKI) dengan nomor STR JS00001392706835.
Berpengalaman sebagai dokter spesialis kulit selama 18 tahun, dr. Thigita Aga Pandaleke Sp.D.V.E mampu memberikan layanan konsultasi di Halodoc terkait berbagai masalah kulit.
Chat dr. Thigita Aga Pandaleke Sp.D.V.E dari Rp 75.000,- di Halodoc.
Jika dokter sedang tidak tersedia atau offline, kamu tak perlu khawatir.
Sebab kamu tetap bisa membuat janji konsultasi di lain waktu melalui aplikasi Halodoc atau berkonsultasi dengan dokter lainnya.
Tunggu apa lagi? Yuk pakai Halodoc sekarang!

Kenapa Harus Chat Dokter di Halodoc?
Dengan chat dokter di Halodoc, kamu bisa mendapatkan jawaban medis yang tepat dan personal tanpa perlu keluar rumah.
Lewat fitur Dokter Pilihan, kamu menikmati layanan kesehatan dengan berbagai keunggulan:
✅ Dokter Pilihan Ber-Rating Tinggi: Berlisensi resmi (STR & SIP) dengan ulasan terbaik dari pasien.
✅ Jaminan Uang Kembali: Konsultasi lebih tenang dengan jaminan kepuasan.
✅ Tersedia 24 Jam & Bebas Antre: Konsultasi kapan saja, di mana saja.
✅ Resep Resmi & Obat Asli 100%: Langsung tebus via aplikasi atau WhatsApp Halodoc.
✅ Proteksi Maksimal: Privasi terjamin dan bisa dicover asuransi.
Tunggu apa lagi? Hubungi Dokter Pilihan di Halodoc sekarang!
Referensi
Centers for Disease Control and Prevention (CDC). Diakses pada 2026. Vaginal Candidiasis.
Mayo Clinic. Diakses pada 2026. Yeast Infection (Vaginal).
WebMD. Diakses pada 2026. Understanding Vaginal Yeast Infections.
Kementerian Kesehatan RI. Diakses pada 2026. Penanganan Infeksi Organ Kewanitaan.
FAQ
1. Infeksi jamur pada Miss V seperti apa?
Infeksi jamur pada Miss V umumnya disebabkan oleh pertumbuhan berlebih jamur Candida albicans. Kondisi ini bisa menyebabkan rasa gatal yang intens di area vagina dan vulva, disertai dengan keputihan yang kental, berwarna putih, dan mirip seperti susu kental atau keju cottage.
2. Apa ciri-ciri wanita mengalami penyakit keputihan kandidiasis?
Ciri khas keputihan akibat kandidiasis adalah keputihan yang kental, putih, dan tidak berbau, mirip dengan tekstur susu basi atau keju.
Selain itu, biasanya disertai gatal, kemerahan, atau iritasi di area Miss V. Rasa nyeri atau panas saat buang air kecil dan saat berhubungan juga bisa muncul.
3. Infeksi jamur apakah bisa hilang sendiri?
Dalam beberapa kasus ringan, infeksi jamur bisa mereda sendiri, terutama jika sistem imun tubuh kuat dan faktor pemicunya dihindari, seperti kelembapan berlebih atau penggunaan antibiotik.
Namun, pada kebanyakan kasus, infeksi jamur memerlukan pengobatan agar tidak memburuk atau kambuh. Jika gejalanya menetap lebih dari beberapa hari, sebaiknya segera konsultasikan ke dokter.




