
6 Ciri-Ciri Keracunan Makanan dan Cara Mengobatinya
“Keracunan makanan terjadi akibat mengonsumsi makanan yang telah terkontaminasi organisme jahat. Ciri-ciri keracunan makanan pun dapat dilihat dari munculnya beberapa masalah kesehatan pada tubuh.”

DAFTAR ISI
- 6 Ciri-Ciri Keracunan Makanan yang Perlu Dikenali
- Tips Mencegah Keracunan Makanan di Rumah
- Kapan Harus ke Dokter?
- Studi Terkait
- Kenapa Harus Beli Obat di Halodoc?
- Kenapa Harus Chat Dokter di Halodoc?
- FAQ
Ciri-ciri keracunan makanan umumnya berupa mual, muntah, diare, dan perut terasa kram setelah menyantap makanan tertentu. Kondisi ini terjadi akibat konsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi bakteri, virus, atau zat berbahaya lainnya.
Sebagian besar kasus keracunan makanan ringan bisa membaik dalam beberapa hari dengan perawatan di rumah. Namun, ada tanda-tanda tertentu yang perlu segera ditangani dokter. Yuk, kenali ciri dan cara mengatasinya berikut ini.
6 Ciri-Ciri Keracunan Makanan yang Perlu Dikenali
Menurut NHS Inform, gejala keracunan makanan biasanya muncul dalam 1–2 hari setelah mengonsumsi makanan yang terkontaminasi. Meski begitu, gejala juga bisa muncul hanya beberapa jam kemudian atau bahkan beberapa minggu setelahnya. Berdasarkan informasi dari CDC dan Kementerian Kesehatan RI, berikut ciri-ciri yang sering muncul:
- Mual, yaitu rasa tidak nyaman di perut disertai keinginan untuk muntah.
- Muntah, yang bisa terjadi berulang kali dan membuat tubuh kehilangan cairan.
- Diare, yaitu buang air besar cair lebih sering dari biasanya.
- Sakit atau kram perut, yang terasa melilit atau hilang timbul.
- Perut kembung, sehingga perut terasa penuh dan tidak nyaman.
- Demam, sebagai respons tubuh terhadap infeksi kuman.
Apa Penyebabnya?
Artikel Kemenkes menyebutkan keracunan makanan basi dapat disebabkan kontaminasi bakteri selama penyimpanan, misalnya E. coli, Salmonella, Campylobacter, dan Listeria. NHS Inform menambahkan, kontaminasi bisa terjadi karena makanan tidak dimasak sampai matang, disimpan dengan cara yang salah, dibiarkan terlalu lama di suhu ruang, diolah oleh orang yang sakit dengan tangan tidak dicuci, atau sudah melewati tanggal kedaluwarsa.
Cara Mengobati Keracunan Makanan Ringan
Kunci utama penanganan keracunan makanan adalah mencegah dehidrasi. Minumlah cukup cairan secara bertahap, seperti air putih, cairan elektrolit, oralit, atau kaldu hangat. Istirahat yang cukup juga membantu tubuh memulihkan energi.
Setelah kondisi membaik, konsumsi makanan yang mudah dicerna, rendah lemak, dan rendah serat, seperti bubur, kentang, atau pisang. Hindari dulu makanan pedas, berminyak, dan asam. Kemenkes juga mengingatkan untuk tidak minum obat antidiare sembarangan tanpa konsultasi karena justru bisa memperburuk kondisi.
Tips Mencegah Keracunan Makanan di Rumah
- Beli pangan yang aman dengan memeriksa label, nomor izin edar, dan tanggal kedaluwarsa pada kemasan.
- Simpan makanan dengan benar dan jangan membiarkan makanan matang terlalu lama di suhu ruang.
- Masak makanan hingga matang dan panaskan kembali sisa makanan secara menyeluruh sebelum disantap.
- Cuci tangan dengan sabun dan air mengalir sebelum mengolah makanan dan sebelum makan.
- Bersihkan permukaan dapur dan peralatan masak secara rutin.
- Buang makanan yang sudah berbau, berlendir, berjamur, atau berubah rasa.
Kapan Harus ke Dokter?
CDC menganjurkan segera ke dokter bila kamu mengalami diare berdarah, diare lebih dari 3 hari, demam tinggi di atas 38,9 derajat Celsius, muntah terus-menerus hingga tidak bisa menahan cairan, atau tanda dehidrasi seperti jarang buang air kecil, mulut dan tenggorokan kering, serta pusing saat berdiri.
Pemeriksaan dokter juga diperlukan bila keracunan dialami ibu hamil, bayi dan anak kecil, lansia, atau orang dengan daya tahan tubuh lemah, serta bila gejala tidak membaik setelah beberapa hari. Jika banyak orang mengalami gejala serupa setelah makan makanan yang sama, segera laporkan ke fasilitas kesehatan terdekat.
Konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam untuk mendapatkan penanganan awal keracunan makanan yang tepat.
Studi Terkait
CDC menjelaskan bahwa sebagian infeksi akibat makanan dapat menimbulkan komplikasi serius yang bertahan berbulan-bulan atau permanen, seperti meningitis, kerusakan ginjal, sindrom hemolitik uremik, radang sendi, dan gangguan saraf. Ibu hamil perlu segera mencari pertolongan medis bila mengalami demam disertai gejala mirip flu karena infeksi tertentu dapat membahayakan kehamilan.
Di Indonesia, BPOM mengampanyekan Lima Kunci Keamanan Pangan untuk mencegah penyakit akibat pangan, yaitu membeli pangan yang aman, menyimpan pangan dengan aman, mengolah pangan dengan benar, menyajikan pangan yang aman dan bersih, serta konsisten menerapkan kelima kunci tersebut di rumah.
Kenapa Harus Beli Obat di Halodoc?
Kamu bisa mendapatkan obat (termasuk obat rutin), vitamin/suplemen, dan produk kesehatan lainnya di Halodoc.
- ✅ Tebus resep. Melalui fitur Tebus Resep, kamu bisa menebus obat langsung dari rumah atau tempat lainnya dengan cepat dan praktis. Caranya cukup simpel dan mudah!
- ✅ Gratis rekomendasi obat dan vitamin. Tanya HILDA. HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant) asisten AI dari Halodoc yang siap membantu pertanyaan kesehatan umum.
- ✅ Praktis dan mudah. Tidak perlu antre dan keluar rumah.
- ✅ Resep resmi: Untuk obat resep, resep obat online diberikan oleh dokter berlisensi (memiliki legalitas resmi atau STR dan SIP) setelah sesi konsultasi.
- ✅Beli obat tinggal chat di WhatsApp (WA). Simpan nomor Official WhatsApp Halodoc, lalu mulai chat dan pesan obat yang kamu butuhkan.
- ✅ Apotek resmi. Setiap obat yang dipesan melalui Pharmacy Delivery Halodoc (apotek online Halodoc), dan disuplai oleh apotek resmi yang memiliki SIA (Surat Izin Apotek).
- ✅ Jaminan asli: Produknya 100% asli (segel resmi utuh, terdapat nomor batch & expiry date) dan terdaftar BPOM.
- ✅ Privasi terjaga: Kemasan rapi, tertutup, dan tanpa label nama obat di bagian luar.
- ✅ Cepat. Diantar hanya dalam 1 jam langsung dari apotek terdekat (24 Jam) dari lokasi kamu berada.
- ✅ Official Store on E-commerce: Shopee, Tokopedia, Lazada, Tiktok Shop, Gomart, dan Blibli.
Kenapa Harus Chat Dokter di Halodoc?
Saat mengalami mual, muntah, dan diare, kamu mungkin ragu apakah cukup dirawat di rumah atau perlu ke fasilitas kesehatan. Lewat chat dokter, kamu bisa menceritakan gejala dan mendapat arahan penanganan serta tanda bahaya yang perlu diwaspadai.
Chat dengan dokter Halodoc kapan saja untuk mengetahui cara mengatasi keracunan makanan sesuai kondisimu.
Referensi
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Diakses pada 2026. Pertolongan Pertama Atasi Keracunan Makanan Basi.
Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia. Diakses pada 2026. Jaga Keluarga Dengan Lima Kunci Keamanan Pangan.
Centers for Disease Control and Prevention. Diakses pada 2026. Food Poisoning Symptoms.
NHS Inform. Diakses pada 2026. Food poisoning.
FAQ
Berapa lama gejala keracunan makanan muncul?
Gejala biasanya muncul dalam 1–2 hari setelah mengonsumsi makanan yang terkontaminasi. Namun, gejala juga bisa muncul beberapa jam hingga beberapa minggu setelahnya.
Apa pertolongan pertama saat keracunan makanan?
Cukupi cairan tubuh secara bertahap dengan air putih, cairan elektrolit, atau oralit, lalu istirahat yang cukup. Setelah membaik, konsumsi makanan yang mudah dicerna seperti bubur atau pisang.
Bolehkah minum obat antidiare saat keracunan makanan?
Sebaiknya jangan minum obat antidiare tanpa konsultasi karena bisa memperburuk kondisi. Konsultasikan kondisimu dengan dokter untuk menentukan penanganan yang tepat.
Kapan keracunan makanan harus dibawa ke rumah sakit?
Segera ke dokter bila diare berdarah, diare lebih dari 3 hari, demam tinggi, muntah terus-menerus, atau muncul tanda dehidrasi. Ibu hamil, anak kecil, dan lansia juga perlu diperiksa lebih cepat.




