Advertisement

Fase Plateau, Masa saat BB Stuck atau Tidak Mau Turun Lagi

5 menit
Ditinjau oleh  dr. Fauzan Azhari SpPD   18 Desember 2025

Fase plateau adalah kondisi ketika berat badan tidak lagi mengalami penurunan dalam periode tertentu.

Fase Plateau, Masa saat BB Stuck atau Tidak Mau Turun LagiFase Plateau, Masa saat BB Stuck atau Tidak Mau Turun Lagi

DAFTAR ISI


Menurunkan berat badan sering kali terasa mudah di awal, tetapi menjadi semakin menantang setelah beberapa waktu. 

Tidak sedikit orang yang mengeluhkan berat badan tiba-tiba berhenti turun meski pola makan dan olahraga sudah dijalani dengan konsisten. Kondisi ini dikenal sebagai fase plateau.

Nah, penting bagi kamu untuk mengenali apa itu fase plateau, penyebabnya, serta cara mengatasinya agar proses penurunan berat badan bisa kembali berjalan.

Kenali Apa Itu Fase Plateau

Fase plateau adalah kondisi ketika berat badan tidak lagi mengalami penurunan dalam periode tertentu, meskipun kamu tetap menjalani diet dan olahraga seperti sebelumnya. 

Pada fase ini, angka timbangan cenderung stagnan selama beberapa minggu hingga bulan.

Secara medis, fase plateau terjadi karena tubuh beradaptasi terhadap perubahan yang kamu lakukan. Saat asupan kalori dikurangi dan aktivitas meningkat, tubuh akan menyesuaikan metabolisme agar tetap bisa bertahan. 

Akibatnya, pembakaran energi menjadi lebih efisien dan penurunan berat badan melambat.

Butuh rekomendasi obat diet yang aman? Ini 5 Rekomendasi Obat Diet yang Ampuh dan Aman untuk Turunkan Berat Badan

Bagaimana Fase Plateau Bisa Terjadi?

Ada beberapa mekanisme yang menyebabkan berat badan berhenti turun. Berikut penjelasannya:

1. Adaptasi Metabolisme Tubuh

Saat berat badan berkurang, kebutuhan energi tubuh juga ikut menurun. Tubuh menjadi lebih hemat energi sebagai bentuk pertahanan. 

Kondisi ini membuat kalori yang sebelumnya cukup untuk menurunkan berat badan kini hanya cukup untuk mempertahankan berat badan.

2. Penurunan Massa Otot

Diet ketat tanpa diimbangi latihan kekuatan dapat menyebabkan massa otot berkurang. Padahal, otot berperan penting dalam membakar kalori. 

Semakin sedikit massa otot, semakin rendah pula laju metabolisme basal.

3. Pola Makan yang Mulai Longgar Tanpa Disadari

Setelah beberapa waktu berdiet, sebagian orang mulai lengah dalam mengontrol porsi makan. 

Tambahan camilan kecil, minuman manis, atau saus berkalori tinggi dapat menumpuk tanpa disadari dan menghambat defisit kalori.

4. Olahraga yang Tidak Lagi Menantang

Jenis dan intensitas olahraga yang sama terus-menerus dapat membuat tubuh terbiasa. 

Akibatnya, pembakaran kalori menjadi kurang efektif dibandingkan di awal program.

5. Kurang Tidur dan Stres

Kurang tidur dan stres kronis dapat meningkatkan hormon kortisol yang berperan dalam penumpukan lemak, terutama di area perut. 

Selain itu, kondisi ini juga memicu peningkatan nafsu makan.

Tanda-tanda Fase Plateau

Fase plateau tidak hanya ditandai dengan angka timbangan yang stagnan. 

Beberapa tanda lain yang bisa kamu rasakan antara lain:

  • Berat badan tidak berubah selama 2–4 minggu atau lebih
  • Lingkar tubuh tidak berkurang meski sudah diet
  • Merasa cepat lelah atau kehilangan motivasi
  • Nafsu makan meningkat meski aktivitas fisik bertambah
  • Hasil olahraga terasa tidak seefektif sebelumnya

Mengenali tanda-tanda ini sejak dini dapat membantu kamu segera melakukan penyesuaian.

Begini Cara Mengatasinya

Meski terasa menjengkelkan, fase plateau bisa diatasi dengan pendekatan yang tepat. 

Ini dia beberapa langkah yang bisa kamu lakukan:

1. Evaluasi Kembali Asupan Kalori

Kebutuhan kalori akan menurun seiring berkurangnya berat badan. Kamu mungkin perlu menyesuaikan kembali porsi makan agar defisit kalori tetap tercapai. 

Namun, hindari mengurangi kalori secara ekstrem karena dapat memperlambat metabolisme.

Penting untuk dipahami sebelum memulai diet, Ini Jumlah Minimal Kalori yang Harus Dipenuhi saat Diet.

2. Tingkatkan Latihan Kekuatan

Latihan beban atau resistance training membantu membangun dan mempertahankan massa otot. 

Otot yang lebih banyak akan meningkatkan pembakaran kalori, bahkan saat tubuh sedang istirahat.

3. Variasikan Jenis Olahraga

Cobalah mengganti atau mengombinasikan jenis olahraga, misalnya menambahkan interval training, berenang, atau yoga. 

Variasi ini membantu “mengagetkan” tubuh agar pembakaran kalori kembali optimal.

Baca juga: Catat, Ini Waktu Olahraga yang Baik untuk Kesehatan.

4. Perhatikan Kualitas Tidur

Pastikan kamu tidur cukup, yaitu sekitar 7–9 jam per malam. 

Tidur yang berkualitas membantu menyeimbangkan hormon yang mengatur rasa lapar dan kenyang.

5. Kelola Stres dengan Baik

Stres berkepanjangan dapat menghambat penurunan berat badan. 

Lakukan aktivitas relaksasi seperti meditasi, pernapasan dalam, atau melakukan hobi yang kamu sukai.

6. Fokus pada Perubahan Non-Angka

Selain berat badan, perhatikan perubahan lain seperti stamina meningkat, tubuh terasa lebih ringan, atau pakaian terasa lebih longgar. 

Hal ini menandakan bahwa tubuh tetap mengalami perubahan positif.

Kapan Harus ke Dokter?

Apabila fase plateau berlangsung lebih dari satu hingga dua bulan meski kamu sudah melakukan berbagai penyesuaian, sebaiknya konsultasikan kondisi ini ke dokter atau ahli gizi

Terlebih jika kamu mengalami gejala lain seperti mudah lelah, rambut rontok berlebihan, atau gangguan siklus menstruasi.

Jika kamu ingin mendapatkan panduan yang aman dan personal, kamu juga bisa menghubungi dokter melalui Halodoc. 

Melalui Halodoc, kamu dapat berkonsultasi dengan mudah dan aman, tanpa harus pergi ke luar rumah. hingga jenis olahraga yang sesuai dengan kebutuhanmu. 

Temukan Cara Menurunkan Berat Badan Tepat dengan Program Klinis dan Menyeluruh dari Halofit

Sedang mencari cara menurunkan berat badan dengan cepat tapi tetap aman dan diawasi dokter? Kini kamu bisa mencapainya lewat Halofit, layanan Klinik Obesitas Digital dari Halodoc yang menawarkan pendekatan klinis, nutrisi, dan gaya hidup sehat secara menyeluruh.

Halofit dirancang khusus untuk membantu kamu menemukan cara menurunkan berat badan yang benar-benar efektif, bukan sekadar diet sementara. Dengan dukungan dokter dan ahli gizi profesional, setiap program Halofit disesuaikan dengan kondisi tubuh, pola makan, dan target penurunan berat badanmu.

Berikut dua pilihan program yang bisa kamu pilih sesuai kebutuhan:

1. Halofit Advanced – Rp750.000/bulan

Paket Halofit Advanced - obat diet ampuh

Cocok bagi kamu yang ingin memulai perjalanan sehat dengan pendampingan dokter dan ahli gizi selama 30 hari. Program Halofit Advanced mencakup meal plan personal, serta obat pendamping penurun berat badan yang diresepkan langsung oleh dokter untuk mendukung hasil yang aman dan maksimal.

2. Halofit Transform Mulai dari Rp3.300.000/bulan

Paket Halofit Transform - obat diet ampuh

Program Halofit Transform adalah program premium bagi kamu yang membutuhkan cara menurunkan berat badan dengan cepat dan terukur melalui terapi injeksi GLP-1. Terapi ini telah terbukti secara klinis membantu mengontrol nafsu makan dan mempercepat penurunan berat badan. Dengan pengawasan dokter, kamu akan mendapatkan dukungan medis lengkap beserta obat diet paling ampuh sesuai kebutuhan tubuhmu.

Semua layanan ini tersedia langsung di aplikasi Halodoc, mulai dari konsultasi, pemesanan paket, hingga pemantauan progres, semuanya bisa dilakukan tanpa perlu datang ke klinik.Tunggu apa lagi?  Kamu bisa klik di sini untuk mulai coba program Halofit!

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2025. Getting past a weight-loss plateau.
Healthline. Diakses pada 2025. 12 Simple Ways to Break Through a Weight Loss Plateau
National Institutes of Health. Diakses pada 2025. Management of Weight Loss Plateau.