Ad Placeholder Image

Hipotensi: Gejala, Penyebab, dan Cara Mengatasinya

4 menit
Ditinjau oleh  dr. Budiyanto, MARS   19 November 2025

Hipotensi bisa menimbulkan berbagai gejala, mulai dari pusing hingga kelelahan.

Hipotensi: Gejala, Penyebab, dan Cara MengatasinyaHipotensi: Gejala, Penyebab, dan Cara Mengatasinya

DAFTAR ISI

Hipotensi adalah kondisi medis di mana tekanan darah berada di bawah batas normal. Secara umum, tekanan darah dianggap rendah jika kurang dari 90/60 mmHg.

Tekanan darah terdiri dari dua angka: sistolik (angka atas) yang mengukur tekanan saat jantung memompa darah, dan diastolik (angka bawah) yang mengukur tekanan saat jantung beristirahat di antara detak.

Tekanan darah normal berkisar antara 90/60 mmHg hingga 120/80 mmHg. Hipotensi bisa disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari dehidrasi ringan hingga kondisi medis yang lebih serius.

Penyebab Hipotensi

Ada berbagai faktor yang dapat menyebabkan tekanan darah rendah atau hipotensi. Penyebab umum hipotensi adalah:

  • Dehidrasi: Kekurangan cairan tubuh dapat menurunkan volume darah dan menyebabkan tekanan darah menurun.
  • Kurangnya nutrisi: Kekurangan vitamin B12 dan asam folat dapat menyebabkan anemia, yang dapat berkontribusi pada tekanan darah rendah.
  • Masalah jantung: Kondisi seperti bradikardia (detak jantung lambat), masalah katup jantung, serangan jantung, dan gagal jantung dapat menyebabkan hipotensi.
  • Masalah endokrin: Gangguan hormon seperti hipotiroidisme, hipertiroidisme, insufisiensi adrenal (penyakit Addison), dan gula darah rendah (hipoglikemia) dapat memicu tekanan darah rendah.
  • Kehamilan: Perubahan hormon selama kehamilan dapat menyebabkan penurunan tekanan darah.
  • Reaksi alergi parah (anafilaksis): Reaksi alergi yang parah dapat menyebabkan penurunan tekanan darah yang tiba-tiba dan berbahaya.
  • Penggunaan obat-obatan tertentu: Beberapa jenis obat, seperti diuretik, penghambat alfa, penghambat beta, antidepresan trisiklik, dan obat untuk penyakit Parkinson, dapat menyebabkan hipotensi sebagai efek samping.

Selain penyebab di atas, hipotensi juga dapat terjadi karena:

  • Perdarahan: Kehilangan darah, baik karena cedera atau kondisi medis lainnya, dapat menurunkan volume darah dan menyebabkan hipotensi.
  • Infeksi parah (sepsis): Infeksi berat dapat menyebabkan penurunan tekanan darah yang signifikan.
  • Berdiri terlalu lama: Pada beberapa orang, berdiri terlalu lama dapat menyebabkan darah mengumpul di kaki dan menyebabkan tekanan darah menurun.

Baca juga artikel lainnya di sini: Mitos atau Fakta, Pengidap Diabetes Rentan Terkena Hipotensi

Gejala Hipotensi yang Perlu Diwaspadai

Gejala hipotensi dapat bervariasi tergantung pada penyebab dan tingkat keparahan kondisi. Beberapa gejala umum hipotensi adalah:

  • Pusing atau merasa goyah saat berdiri
  • Penglihatan kabur
  • Mual
  • Kelelahan
  • Kurang konsentrasi
  • Pingsan
  • Napas cepat dan dangkal
  • Kulit pucat dan dingin
  • Haus yang tidak biasa

Cara Mengatasi Hipotensi

Pengobatan hipotensi tergantung pada penyebab dan tingkat keparahan kondisi. Beberapa cara mengatasi hipotensi adalah:

  • Perubahan gaya hidup:
    • Minum banyak cairan untuk mencegah dehidrasi.
    • Makan makanan yang mengandung garam dalam jumlah yang cukup (kecuali jika ada kondisi medis lain yang melarangnya).
    • Berdiri secara perlahan setelah duduk atau berbaring.
    • Hindari alkohol.
    • Olahraga secara teratur.
  • Obat-obatan: Dalam beberapa kasus, dokter mungkin meresepkan obat untuk membantu meningkatkan tekanan darah. Obat-obatan yang umum digunakan untuk mengatasi hipotensi meliputi fludrokortison dan midodrine.
  • Kompresi: Penggunaan stoking kompresi dapat membantu meningkatkan sirkulasi darah di kaki dan meningkatkan tekanan darah.

Apa saja obat untuk mengatasi darah rendah? Ini pilihannya: Ini Obat Darah Rendah yang Ampuh dan Tersedia di Apotek

Langkah-Langkah Pencegahan Hipotensi

Meskipun tidak semua kasus hipotensi dapat dicegah, ada beberapa langkah yang dapat kamu lakukan untuk mengurangi risiko terkena tekanan darah rendah:

  • Minum cukup air: Pastikan minum cukup air setiap hari, terutama saat cuaca panas atau saat berolahraga.
  • Konsumsi makanan sehat: Makan makanan yang seimbang dan bergizi, termasuk buah-buahan, sayuran, biji-bijian, dan protein tanpa lemak.
  • Hindari alkohol: Alkohol dapat menyebabkan dehidrasi dan menurunkan tekanan darah.
  • Olahraga teratur: Olahraga dapat membantu meningkatkan sirkulasi darah dan menjaga tekanan darah tetap stabil.
  • Berdiri perlahan: Berdiri secara perlahan setelah duduk atau berbaring untuk menghindari pusing dan kepala berkunang-kunang.
  • Perhatikan posisi tidur: Tidur dengan posisi kepala थोड़ा ditinggikan dapat membantu mencegah hipotensi.

Baca cara lain mencegah hipotensi di artikel ini: Begini 4 Cara Mengatasi Darah Rendah Tanpa Obat

Kapan Harus ke Dokter?

Segera cari pertolongan medis jika mengalami gejala hipotensi yang parah atau berlangsung terus-menerus, seperti:

  • Pingsan
  • Napas cepat dan dangkal
  • Denyut nadi lemah
  • Kebingungan
  • Kulit dingin dan lembap

Hipotensi adalah kondisi medis yang perlu diwaspadai. Dengan memahami penyebab, gejala, dan cara mengatasinya, kamu dapat mengambil langkah-langkah yang tepat untuk menjaga kesehatan .

Cari obat atau vitamin untuk mengatasi hipotensi? Kamu bisa beli obat online atau produk kesehatan lainnya dengan praktis dan mudah di Apotek Online Halodoc

Toko Kesehatan Halodoc Produknya 100% asli dan tepercaya. Tanpa perlu antre, obat bisa diantar hanya dalam 1 jam langsung dari apotek terdekat dari lokasi kamu berada. 

Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga dan dapatkan obat dari apotek 24 jam terdekat!

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2025. Low blood pressure (Hypotension).
WebMD. Diakses pada 2025. Low Blood Pressure (Hypotension): Causes, Symptoms, Normal Ranges, and Prevention.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2025. Low Blood Pressure (Hypotension).
Healthline. Diakses pada 2025. Everything You Need to Know About Low Blood Pressure.