Ad Placeholder Image

Ini 5 Terapi untuk Mengatasi Amyotrophic Lateral Sclerosis

3 menit
Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc 29 September 2026

"ALS atau Amyotrophic Lateral Sclerosis adalah penyakit yang terjadi karena ada gangguan pada saraf motorik. Penyakit ini tidak bisa disembuhkan sepenuhnya. Namun, konsumsi obat dan terapi perlu dilakukan untuk mencegah penyakit memburuk dan menurunkan risiko komplikasi."

Ini 5 Terapi untuk Mengatasi Amyotrophic Lateral SclerosisIni 5 Terapi untuk Mengatasi Amyotrophic Lateral Sclerosis

DAFTAR ISI


Amyotrophic lateral sclerosis (ALS) adalah penyakit saraf progresif yang menyerang sel saraf motorik di otak dan sumsum tulang belakang. Kondisi ini membuat otot perlahan melemah, sehingga penderitanya kesulitan bergerak, berbicara, menelan, hingga bernapas. Hingga kini, terapi untuk mengatasi amyotrophic lateral sclerosis berfokus pada memperlambat perkembangan penyakit dan menjaga kualitas hidup.

Menerima diagnosis ALS tentu bukan hal yang mudah, baik bagi penderita maupun keluarganya. Memahami pilihan terapi yang tersedia dapat membantu kamu dan keluarga menyusun rencana perawatan bersama tim medis.

5 Terapi untuk Mengatasi Amyotrophic Lateral Sclerosis

Kemenkes RI menjelaskan bahwa ALS menyerang saraf yang mengendalikan gerakan otot. Gejalanya bisa berupa otot melemah dan mengecil, kedutan otot, bicara pelo, sulit menelan, mudah tersandung, hingga sulit melakukan gerakan halus seperti mengancingkan baju atau menulis. MSD Manual menyebutkan bahwa penyakit neuron motorik belum memiliki pengobatan yang dapat menyembuhkan, sehingga penanganannya dilakukan oleh tim multidisiplin. Berikut beberapa terapi yang umum digunakan:

1. Obat-obatan

Menurut National Institute of Neurological Disorders and Stroke (NINDS), beberapa obat telah disetujui otoritas obat Amerika Serikat untuk ALS, seperti riluzole yang dapat memperpanjang harapan hidup beberapa bulan, edaravone yang dapat memperlambat penurunan fungsi pada sebagian pasien, dan tofersen untuk ALS akibat mutasi gen SOD1. Dokter juga dapat meresepkan obat untuk meredakan gejala, misalnya kaku otot, kram, nyeri, atau air liur berlebih. Semua obat ini hanya boleh digunakan dengan resep dan pengawasan dokter.

2. Fisioterapi

Fisioterapi membantu mempertahankan kekuatan otot dan kemampuan bergerak. NINDS menyebutkan latihan berintensitas rendah dapat membantu menjaga fungsi tubuh selama mungkin.

3. Terapi Okupasi

Terapis okupasi membantu penderita tetap mandiri dalam aktivitas sehari-hari, misalnya dengan melatih cara baru melakukan aktivitas atau menyarankan alat bantu yang sesuai kondisi.

4. Terapi Wicara dan Menelan

Terapi wicara membantu mempertahankan kemampuan berkomunikasi. Saat kemampuan bicara menurun, NINDS menyebutkan pilihan seperti voice banking atau perangkat komunikasi berbasis gerakan mata dapat dipertimbangkan.

5. Dukungan Nutrisi dan Pernapasan

Ahli gizi membantu mengatur pola makan saat penderita mulai sulit menelan. Pada kondisi tertentu, dokter dapat mempertimbangkan selang makan (gastrostomi). Ketika otot pernapasan melemah, alat bantu napas noninvasif berupa masker dapat membantu, dan pada tahap lanjut dapat dibutuhkan ventilasi mekanis.

Tips Mendampingi Penderita ALS dalam Keseharian

  • Kontrol rutin ke dokter spesialis saraf dan ikuti rencana terapi yang disusun tim medis.
  • Sesuaikan lingkungan rumah agar lebih aman, misalnya mengurangi benda yang membuat tersandung.
  • Perhatikan tanda tersedak saat makan dan diskusikan tekstur makanan yang aman dengan ahli gizi atau terapis.
  • Berikan dukungan emosional, karena perubahan suasana hati dan depresi dapat terjadi pada penderita ALS.
  • Diskusikan rencana perawatan jangka panjang bersama keluarga dan tim medis sejak dini.
  • Jaga kesehatan mental pendamping juga, dan jangan ragu mencari bantuan psikolog bila merasa kewalahan.

Kapan Harus ke Dokter?

Periksakan diri ke dokter jika kamu mengalami kelemahan otot yang makin memburuk, kedutan otot yang menetap, sering tersandung, bicara menjadi pelo, atau sulit menelan. Bagi penderita ALS, segera cari pertolongan medis bila muncul sesak napas, sering tersedak, atau berat badan turun drastis karena sulit makan.

Konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam untuk mendapatkan arahan awal dan rujukan ke dokter spesialis saraf bila diperlukan.

Studi Terkait

NINDS menjelaskan bahwa sebagian besar penderita ALS meninggal akibat gagal napas, umumnya dalam 3–5 tahun sejak gejala pertama muncul, meskipun sekitar 1 dari 10 penderita dapat bertahan hidup 10 tahun atau lebih. Karena itu, perawatan oleh tim multidisiplin yang terdiri atas dokter, apoteker, terapis, ahli gizi, pekerja sosial, psikolog, dan perawat sangat dianjurkan untuk menjaga kenyamanan dan kemandirian penderita.

MSD Manual juga menekankan pentingnya perencanaan perawatan lanjutan (advance care planning), sehingga penderita dapat menyampaikan keinginannya terkait perawatan di masa mendatang selagi masih mampu berkomunikasi. Sementara itu, studi farmakovigilans di Frontiers in Pharmacology yang menganalisis laporan efek samping riluzole, edaravone, dan tofersen menemukan bahwa ketiga obat memiliki profil keamanan yang berbeda, sehingga penggunaannya perlu dipantau secara individual oleh dokter.

Kenapa Harus Beli Obat di Halodoc?

Kamu bisa mendapatkan obat (termasuk obat rutin), vitamin/suplemen, dan produk kesehatan lainnya di Halodoc.

  • ✅ Tebus resep. Melalui fitur Tebus Resep, kamu bisa menebus obat langsung dari rumah atau tempat lainnya dengan cepat dan praktis. Caranya cukup simpel dan mudah!
  • ✅ Gratis rekomendasi obat dan vitamin. Tanya HILDA. HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant) asisten AI dari Halodoc yang siap membantu pertanyaan kesehatan umum.
  • ✅ Praktis dan mudah. Tidak perlu antre dan keluar rumah. 
  • ✅ Resep resmi: Untuk obat resep, resep obat online diberikan oleh dokter berlisensi (memiliki legalitas resmi atau STR dan SIP) setelah sesi konsultasi.
  • ✅Beli obat tinggal chat di WhatsApp (WA). Simpan nomor Official WhatsApp Halodoc, lalu mulai chat dan pesan obat yang kamu butuhkan.
  • ✅ Apotek resmi. Setiap obat yang dipesan melalui Pharmacy Delivery Halodoc  (apotek online Halodoc), dan disuplai oleh apotek resmi yang memiliki SIA (Surat Izin Apotek).
  • ✅ Jaminan asli: Produknya 100% asli (segel resmi utuh, terdapat nomor batch & expiry date) dan terdaftar BPOM.
  • ✅ Privasi terjaga: Kemasan rapi, tertutup, dan tanpa label nama obat di bagian luar.
  • ✅ Cepat. Diantar hanya dalam 1 jam langsung dari apotek terdekat (24 Jam) dari lokasi kamu berada. 
  • ✅ Official Store on E-commerce: Shopee, Tokopedia, Lazada, Tiktok Shop, Gomart, dan Blibli.

Kenapa Harus Chat Dokter di Halodoc?

Gejala awal ALS, seperti kedutan atau kelemahan otot, bisa mirip dengan kondisi lain yang lebih ringan. Chat dokter membantu kamu memahami keluhan yang dialami dan mengetahui kapan perlu pemeriksaan lanjutan ke dokter spesialis saraf. Bagi keluarga pendamping, dokter juga dapat memberikan informasi seputar perawatan harian.

Chat dengan dokter Halodoc kapan saja untuk mendapatkan informasi kesehatan saraf yang sesuai dengan kondisimu.

Referensi
Keslan Kementerian Kesehatan RI. Diakses pada 2026. Amyotrophic Lateral Sclerosis.
MSD Manual Versi untuk Konsumen. Diakses pada 2026. Sklerosis Lateral Amiotrofik (Amyotrophic Lateral Sclerosis, ALS) dan Penyakit Neuron Motorik (Motor Neuron Disease, MND) Lainnya.
National Institute of Neurological Disorders and Stroke. Diakses pada 2026. Amyotrophic Lateral Sclerosis (ALS).
Frontiers in Pharmacology. Diakses pada 2026. Comparative Safety Analysis of Riluzole, Edaravone and Tofersen in ALS Management: Insights from FAERS Database.

FAQ

Apakah ALS bisa disembuhkan?

Hingga saat ini, ALS belum dapat disembuhkan. Terapi yang tersedia bertujuan memperlambat perkembangan penyakit, meredakan gejala, dan menjaga kualitas hidup penderita.

Apa gejala awal ALS?

Gejala awal dapat berupa kedutan, kram, kaku, atau lemah pada otot lengan, tungkai, maupun leher. Bicara bisa menjadi pelo dan penderita mungkin sering tersandung.

Apakah fisioterapi bermanfaat untuk penderita ALS?

Ya, fisioterapi membantu mempertahankan kekuatan otot dan kemampuan bergerak. Jenis dan intensitas latihan perlu disesuaikan oleh fisioterapis dengan kondisi penderita.

Siapa saja yang terlibat dalam perawatan penderita ALS?

Perawatan ALS idealnya melibatkan tim multidisiplin, seperti dokter spesialis saraf, terapis fisik, okupasi, wicara, dan pernapasan, ahli gizi, psikolog, serta perawat. Keluarga juga berperan penting sebagai pendamping.