Ad Placeholder Image

Ini Kandungan Protein Telur Rebus yang Wajib Diketahui

6 menit
Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc 30 September 2026

Satu telur rebus bisa memiliki 6 gram protein saat dikonsumsi.

Ini Kandungan Protein Telur Rebus yang Wajib DiketahuiIni Kandungan Protein Telur Rebus yang Wajib Diketahui

DAFTAR ISI


Telur rebus adalah salah satu sumber protein hewani yang mudah didapat, harganya terjangkau, dan praktis diolah. Kandungan protein telur rebus membuatnya sering dipilih sebagai menu sarapan, bekal, hingga camilan sehat untuk kamu yang sedang menjaga pola makan.

Menurut artikel Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan Kementerian Kesehatan RI, satu butir telur utuh mengandung sekitar 6 gram protein. Selain protein, telur juga menyimpan berbagai vitamin dan mineral yang dibutuhkan tubuh. Yuk, kenali lebih lengkap kandungan dan cara mengonsumsinya dengan aman.

Kandungan Protein Telur Rebus dan Nutrisi Lainnya

Kementerian Kesehatan RI menyebutkan bahwa satu butir telur mengandung sekitar 6 gram protein dan sekitar 78 kalori. Protein berperan penting untuk membangun dan memperbaiki jaringan tubuh, termasuk otot. Protein juga membantu memberi rasa kenyang lebih lama, sehingga telur kerap dijadikan pilihan saat kamu sedang menjalani program diet.

Tidak hanya protein, telur juga mengandung vitamin A, vitamin B, vitamin D, vitamin K, kolin, selenium, yodium, fosfor, zat besi, dan seng. Kemenkes juga mencatat bahwa satu butir telur mengandung sekitar 26 persen nilai kolin yang direkomendasikan untuk wanita, serta satu telur ukuran besar mengandung sekitar 28 persen nilai selenium harian yang direkomendasikan.

Kolin dikenal penting untuk perkembangan otak janin, sehingga telur bermanfaat bagi ibu hamil. Telur rebus juga mengandung lutein dan zeaxanthin, yaitu senyawa yang berperan menjaga kesehatan mata, termasuk membantu mencegah penuaan retina dan katarak.

Mengapa Telur Sebaiknya Dimasak Matang?

Memasak telur ternyata membuat proteinnya lebih mudah dicerna. Penelitian dalam The Journal of Nutrition (1998) menemukan bahwa daya cerna protein telur yang dimasak mencapai sekitar 90,9 persen, sedangkan protein telur mentah hanya sekitar 51,3 persen. Artinya, tubuh bisa memanfaatkan protein telur matang dengan jauh lebih baik.

Di sisi lain, Kemenkes mengingatkan bahwa telur yang tidak matang sempurna bisa meningkatkan risiko penyakit infeksi, seperti tifus. Karena itu, telur setengah matang sebaiknya dihindari oleh ibu hamil, ibu menyusui, bayi, dan orang dengan daya tahan tubuh lemah.

Tips Mengonsumsi Telur Rebus agar Proteinnya Optimal

  • Pilih cara merebus sebagai metode memasak telur karena cara ini dianjurkan Kemenkes, baik untuk kamu yang sedang diet maupun ibu hamil.
  • Rebus telur hingga matang sempurna, terutama untuk anak kecil, ibu hamil, ibu menyusui, lansia, dan orang dengan daya tahan tubuh lemah.
  • Konsumsi telur sesuai kebutuhan dan jangan berlebihan; Kemenkes menyebut 2–3 butir per hari untuk kebutuhan diet umum dan maksimal 2 butir per hari untuk ibu hamil.
  • Padukan telur rebus dengan sayur, buah, dan sumber karbohidrat agar asupan gizimu tetap seimbang.
  • Hindari menambahkan terlalu banyak garam, saus, atau mayones saat menyantap telur rebus.
  • Pilih telur yang cangkangnya bersih dan tidak retak, lalu simpan di tempat yang sejuk agar tetap aman dikonsumsi.

Kapan Harus ke Dokter?

Telur umumnya aman dikonsumsi, tetapi sebagian orang bisa mengalami alergi telur. Segera periksakan diri jika muncul gatal, biduran, bengkak di bibir atau wajah, muntah, atau sesak napas setelah makan telur. Jika sesak napas terasa berat, segera cari pertolongan medis darurat.

Periksakan diri juga bila kamu mengalami demam tinggi, diare, atau nyeri perut setelah makan telur yang kurang matang. Jika kamu memiliki kadar kolesterol tinggi, penyakit jantung, atau penyakit ginjal, konsultasikan jumlah konsumsi telur yang sesuai dengan dokter atau ahli gizi.

Konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam untuk mendapatkan saran asupan protein yang sesuai dengan kondisimu.

Studi Terkait

Studi berjudul “Digestibility of Cooked and Raw Egg Protein in Humans as Assessed by Stable Isotope Techniques” yang terbit di The Journal of Nutrition (1998) menilai daya cerna protein telur pada manusia menggunakan teknik isotop stabil. Hasilnya, daya cerna protein telur matang sekitar 90,9 persen, jauh lebih tinggi daripada telur mentah yang sekitar 51,3 persen.

Temuan ini sejalan dengan anjuran Kementerian Kesehatan RI untuk mengolah telur dengan cara direbus serta menghindari telur yang tidak matang sempurna pada kelompok rentan guna menekan risiko infeksi.

Kenapa Harus Beli Obat di Halodoc?

Kamu bisa mendapatkan obat (termasuk obat rutin), vitamin/suplemen, dan produk kesehatan lainnya di Halodoc.

  • ✅ Tebus resep. Melalui fitur Tebus Resep, kamu bisa menebus obat langsung dari rumah atau tempat lainnya dengan cepat dan praktis. Caranya cukup simpel dan mudah!
  • ✅ Gratis rekomendasi obat dan vitamin. Tanya HILDA. HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant) asisten AI dari Halodoc yang siap membantu pertanyaan kesehatan umum.
  • ✅ Praktis dan mudah. Tidak perlu antre dan keluar rumah. 
  • ✅ Resep resmi: Untuk obat resep, resep obat online diberikan oleh dokter berlisensi (memiliki legalitas resmi atau STR dan SIP) setelah sesi konsultasi.
  • ✅Beli obat tinggal chat di WhatsApp (WA). Simpan nomor Official WhatsApp Halodoc, lalu mulai chat dan pesan obat yang kamu butuhkan.
  • ✅ Apotek resmi. Setiap obat yang dipesan melalui Pharmacy Delivery Halodoc  (apotek online Halodoc), dan disuplai oleh apotek resmi yang memiliki SIA (Surat Izin Apotek).
  • ✅ Jaminan asli: Produknya 100% asli (segel resmi utuh, terdapat nomor batch & expiry date) dan terdaftar BPOM.
  • ✅ Privasi terjaga: Kemasan rapi, tertutup, dan tanpa label nama obat di bagian luar.
  • ✅ Cepat. Diantar hanya dalam 1 jam langsung dari apotek terdekat (24 Jam) dari lokasi kamu berada. 
  • ✅ Official Store on E-commerce: Shopee, Tokopedia, Lazada, Tiktok Shop, Gomart, dan Blibli.

Kenapa Harus Chat Dokter di Halodoc?

Kebutuhan protein setiap orang bisa berbeda, tergantung usia, aktivitas, kehamilan, dan kondisi kesehatan. Lewat chat dokter, kamu bisa bertanya berapa banyak telur yang cocok untukmu, terutama jika kamu memiliki kolesterol tinggi, alergi, atau sedang menjalani program diet.

Chat dengan dokter Halodoc kapan saja untuk mendapatkan saran pola makan dan asupan protein yang aman bagimu.

Referensi
Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan Kementerian Kesehatan RI. Diakses pada 2026. Telur dan Manfaatnya.
Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan Kementerian Kesehatan RI. Diakses pada 2026. Manfaat Telur bagi Tubuh Kita.
Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan Kementerian Kesehatan RI. Diakses pada 2026. Manfaat Telur Setengah Matang.
The Journal of Nutrition. Diakses pada 2026. Digestibility of Cooked and Raw Egg Protein in Humans as Assessed by Stable Isotope Techniques.

FAQ

Berapa kandungan protein dalam satu butir telur rebus?

Menurut Kementerian Kesehatan RI, satu butir telur utuh mengandung sekitar 6 gram protein. Jumlah ini bisa sedikit berbeda tergantung ukuran telur.

Apakah telur rebus lebih baik daripada telur mentah?

Ya, protein telur matang lebih mudah dicerna, yaitu sekitar 90,9 persen dibandingkan telur mentah yang sekitar 51,3 persen. Telur matang juga lebih aman karena risiko infeksi dari telur mentah atau setengah matang lebih rendah.

Berapa butir telur rebus yang boleh dimakan per hari?

Kemenkes menyebut 2–3 butir per hari untuk kebutuhan diet umum dan maksimal 2 butir per hari untuk ibu hamil. Jika kamu memiliki kondisi medis tertentu, konsultasikan jumlah yang tepat dengan dokter.

Apakah ibu hamil boleh makan telur setengah matang?

Sebaiknya tidak. Kemenkes menganjurkan ibu hamil, ibu menyusui, bayi, dan orang dengan daya tahan tubuh lemah menghindari telur setengah matang karena risiko infeksi.