Ad Placeholder Image

Memahami Pengertian Stunting Menurut WHO Secara Jelas

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc 18 Agustus 2026

Pahami Pengertian Stunting Menurut WHO untuk Cegah Masalah Gizi Kronis pada Tumbuh Kembang Anak.

Memahami Pengertian Stunting Menurut WHO Secara JelasMemahami Pengertian Stunting Menurut WHO Secara Jelas

DAFTAR ISI


Stunting menjadi salah satu isu kesehatan anak yang mendapat perhatian besar secara global maupun nasional. Masalah ini tidak hanya berkaitan dengan tubuh anak yang terlihat lebih pendek, tetapi juga mencakup gangguan perkembangan otak dan kesehatan jangka panjang.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menetapkan acuan khusus untuk mendefinisikan dan mengukur kondisi stunting pada anak balita. Memahami pengertian ini secara tepat membantu orang tua melakukan tindakan pencegahan sedini mungkin demi masa depan si Kecil.

Memahami Pengertian Stunting Menurut WHO

Menurut WHO, stunting adalah gangguan pertumbuhan dan perkembangan yang dialami anak-anak akibat gizi buruk, infeksi berulang, dan stimulasi psikososial yang tidak memadai. Secara klinis, WHO mendefinisikan stunting sebagai kondisi anak yang memiliki nilai z-score panjang badan atau tinggi badan menurut umur (PB/U atau TB/U) berada di bawah -2 Standar Deviasi (SD) dari Kurva Pertumbuhan Anak WHO.

Kondisi ini berkembang secara bertahap akibat kekurangan gizi kronis, terutama selama 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), yaitu sejak pembuahan dalam kandungan hingga anak berusia dua tahun. Dampak stunting tidak hanya terbatas pada fisik, tetapi juga dapat menurunkan kemampuan kognitif, prestasi belajar, produktivitas di masa dewasa, serta meningkatkan risiko penyakit tidak menular seperti diabetes dan penyakit jantung.

Tanda dan Gejala Stunting pada Anak

Ciri utama stunting memang terlihat dari tinggi badan yang tidak sesuai usia. Namun, ada beberapa gejala lain yang menyertainya:

  • Tinggi badan anak lebih pendek dibandingkan rata-rata anak usianya.
  • Pertumbuhan tulang dan gigi cenderung terlambat.
  • Kemampuan kognitif, fokus, serta memori berada di bawah rata-rata.
  • Berat badan tidak bertambah atau justru menurun berkelanjutan (growth faltering).
  • Wajah tampak lebih muda dari usianya.
  • Anak lebih mudah terserang infeksi karena sistem kekebalan tubuh yang lemah.

Cara Mencegah Stunting pada 1000 HPK

Stunting merupakan kondisi kronis akibat kekurangan gizi berkelanjutan dan bukan penyakit akut yang disembuhkan dengan obat-obatan. Oleh karena itu, pencegahan adalah langkah kunci yang utama. Berikut upaya pencegahan yang dapat kamu lakukan:

  • Penuhi Gizi Ibu Hamil: Konsumsi makanan bergizi seimbang, asam folat, dan zat besi selama masa kehamilan.
  • Berikan ASI Eksklusif: Berikan ASI eksklusif selama 6 bulan pertama kehidupan anak.
  • Berikan MPASI Kaya Protein Hewani: Mulai usia 6 bulan, dampingi ASI dengan Makanan Pendamping ASI (MPASI) yang kaya akan protein hewani seperti telur, ikan, daging ayam, dan daging sapi.
  • Jaga Sanitasi dan Kebersihan Lingkungan: Terapkan perilaku hidup bersih dan sehat untuk mencegah infeksi cacingan dan diare berulang.
  • Rutin Memantau Tumbuh Kembang: Bawa anak ke posyandu atau fasilitas kesehatan setiap bulan untuk memantau grafik kurva pertumbuhannya.

Jika kamu ragu mengenai kurva tumbuh kembang si Kecil, jangan ragu untuk melakukan konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam, kapan saja dan di mana saja.

Studi Terkait

Sebuah studi medis yang dipublikasikan pada tahun 2026 menegaskan bahwa pemberian asupan protein hewani secara konsisten pada periode MPASI efektif meningkatkan z-score tinggi badan menurut umur anak di negara berkembang. Penelitian ini menunjukkan bahwa pencegahan stunting sebelum usia dua tahun memberikan dampak pemulihan kognitif yang signifikan dibandingkan intervensi yang baru dimulai setelah usia tersebut.

Kapan Harus ke Dokter?

Jika grafik panjang atau tinggi badan si Kecil berada di bawah garis merah (-2 SD) pada Kartu Menuju Sehat (KMS) atau pertumbuhannya mendatar selama dua bulan berturut-turut, segera konsultasi dengan Dokter Anak di Halodoc. Penanganan dini oleh tenaga medis dapat membantu mengevaluasi status gizi dan memberikan rekomendasi intervensi gizi yang tepat.

Kenapa Harus Chat Dokter di Halodoc?

Konsultasi masalah kesehatan kini lebih mudah dan nyaman melalui Halodoc.

  • ✅ Dokter terpercaya: Tanya dokter online langsung dengan dokter spesialis berpengalaman.
  • ✅ Respon cepat: Dokter online 24 jam siap menjawab pertanyaan kamu kapan saja.
  • ✅ Layanan lengkap: Mulai dari konsultasi, resep obat, hingga tindak lanjut medis.
  • ✅ Bisa konsultasi via WhatsApp: Chat dokter kini bisa melalui WhatsApp resmi Halodoc.

Kenapa Harus Beli Obat di Halodoc?

Kamu bisa mendapatkan obat (termasuk obat rutin), vitamin/suplemen, dan produk kesehatan lainnya di Halodoc.

  • ✅ Tebus resep. Melalui fitur Tebus Resep, kamu bisa menebus obat langsung dari rumah atau tempat lainnya dengan cepat dan praktis. Caranya cukup simpel dan mudah!
  • ✅ Gratis rekomendasi obat dan vitamin. Tanya HILDA. HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant) asisten AI dari Halodoc yang siap membantu pertanyaan kesehatan umum.
  • ✅ Praktis dan mudah. Tidak perlu antre dan keluar rumah. 
  • ✅ Resep resmi: Untuk obat resep, resep obat online diberikan oleh dokter berlisensi (memiliki legalitas resmi atau STR dan SIP) setelah sesi konsultasi.
  • ✅ Beli obat tinggal chat di WhatsApp (WA). Simpan nomor Official WhatsApp Halodoc, lalu mulai chat dan pesan obat yang kamu butuhkan. 
  • ✅ Apotek resmi. Setiap obat yang dipesan melalui Pharmacy Delivery Halodoc  (apotek online Halodoc), dan disuplai oleh apotek resmi yang memiliki SIA (Surat Izin Apotek).
  • ✅ Jaminan asli: Produknya 100% asli (segel resmi utuh, terdapat nomor batch & expiry date) dan terdaftar BPOM.
  • ✅ Privasi terjaga: Kemasan rapi, tertutup, dan tanpa label nama obat di bagian luar.
  • ✅ Cepat. Diantar hanya dalam 1 jam langsung dari apotek terdekat (24 Jam) dari lokasi kamu berada. 
  • ✅ Official Store on E-commerce: Shopee, Tokopedia, Lazada, Tiktok Shop, Gomart, dan Blibli.

Referensi

World Health Organization (WHO). Diakses pada 2026. Stunting in Children: Definition, Causes, and Global Targets.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Diakses pada 2026. Pedoman Pencegahan Stunting pada 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).
PubMed Central / Lancet Child & Adolescent Health. Diakses pada 2026. Nutritional Interventions and Child Growth Outcomes in Low-Resource Settings.
WebMD. Diakses pada 2026. Malnutrition and Stunted Growth in Children: What Parents Need to Know.

FAQ

1. Apa bedanya stunting dengan perawakan pendek biasa (short stature)?
Anak yang mengalami stunting pasti bertubuh pendek, namun anak bertubuh pendek belum tentu stunting. Perawakan pendek bisa disebabkan oleh faktor genetik keluarga yang sehat, sedangkan stunting selalu disebabkan oleh masalah gizi kronis dan gangguan tumbuh kembang yang memengaruhi fungsi kognitif.

2. Apakah stunting bisa disembuhkan jika anak sudah berusia di atas 2 tahun?
Kerusakan kognitif dan fisik akibat stunting setelah usia 2 tahun cenderung lebih sulit untuk diperbaiki secara total. Namun, pemberian gizi optimal dan stimulasi lanjutan tetap penting untuk membantu anak mencapai potensi tumbuh kembang terbaiknya.

3. Berapa nilai z-score untuk mengategorikan anak mengalami stunting menurut WHO?
Menurut WHO, anak dikategorikan mengalami stunting jika nilai z-score tinggi badan atau panjang badan menurut usianya kurang dari -2 SD. Jika nilainya di bawah -3 SD, anak dikategorikan mengalami stunting berat (severe stunting).

4. Makanan apa yang paling efektif untuk mencegah stunting pada anak?
Makanan yang kaya akan protein hewani seperti telur, hati ayam, ikan, daging sapi, dan susu sangat efektif dalam mencegah stunting. Protein hewani mengandung asam amino esensial lengkap yang dibutuhkan untuk pertumbuhan tulang dan jaringan anak.