Ad Placeholder Image

Mengenal Behel Self Ligating untuk Merapikan Gigi

4 menit
Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc 29 September 2026

Behel self ligating dirasa beberapa orang lebih nyaman dan efisien dibanding behel konvensional.

Mengenal Behel Self Ligating untuk Merapikan GigiMengenal Behel Self Ligating untuk Merapikan Gigi

DAFTAR ISI


Behel self-ligating adalah salah satu jenis kawat gigi cekat yang digunakan untuk merapikan susunan gigi. Berbeda dengan behel konvensional yang memakai karet kecil atau kawat pengikat, braket pada behel self-ligating memiliki mekanisme penjepit sendiri untuk menahan kawat.

Jenis behel ini sering disebut lebih nyaman dan lebih cepat. Namun, sebelum memutuskan, ada baiknya kamu memahami cara kerjanya, apa yang dikatakan penelitian, dan bagaimana merawatnya agar kesehatan gigi dan gusi tetap terjaga.

Mengenal Behel Self-Ligating untuk Merapikan Gigi

Kementerian Kesehatan RI menjelaskan bahwa kawat gigi merupakan alat ortodonti untuk merapikan gigi yang tidak teratur dan memperbaiki fungsi mengunyah. Behel dapat dipertimbangkan bagi orang dengan gigi berjejal karena ruang rahang sempit, gigi tonggos, atau gigi yang terlalu rapat maupun renggang.

Kemenkes juga menyebutkan adanya pilihan braket self-ligating yang dapat mengurangi gesekan antara kawat dan slot braket. Selain itu, ada jenis behel cekat lain seperti braket logam atau bening, behel lingual yang dipasang di balik gigi, serta alat tambahan seperti head gear dan face mask untuk kasus tertentu.

Apakah Behel Self-Ligating Lebih Unggul?

Klaim bahwa behel self-ligating selalu lebih cepat dan tidak sakit belum sepenuhnya didukung bukti. Tinjauan sistematis Celar dan rekan (2013) tidak menemukan perbedaan bermakna antara braket self-ligating dan konvensional dalam hal rasa nyeri awal, jumlah kunjungan, maupun lama perawatan.

Tinjauan payung (umbrella review) oleh Mukhopadhyay dan rekan (2022) menemukan beberapa kelebihan, seperti waktu tindakan di kursi dokter yang lebih singkat dan bau mulut yang lebih sedikit. Namun, efisiensi merapikan gigi dan kebersihan plak secara umum tidak jauh berbeda. Jadi, pilihan jenis behel sebaiknya diputuskan bersama dokter gigi sesuai kondisi gigimu.

Pasang Behel Hanya di Dokter Gigi

Kemenkes mengingatkan bahaya praktik gigi ilegal dan melarang memperbaiki atau menyetel behel sendiri. Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 39 Tahun 2014, tukang gigi hanya berwenang membuat dan memasang gigi tiruan lepasan, sehingga pemasangan behel bukan termasuk kewenangannya.

Tips Merawat Gigi saat Memakai Behel Self-Ligating

  • Sikat gigi setelah makan dengan sikat berbulu lembut, termasuk area di sekitar braket dan kawat.
  • Bersihkan sela-sela gigi dan sekitar braket secara rutin karena sisa makanan mudah tersangkut.
  • Hindari makanan yang keras dan lengket, seperti permen keras dan keripik, agar braket tidak lepas.
  • Datang kontrol sesuai jadwal yang ditentukan dokter gigi.
  • Jangan membuka, menyetel, atau memperbaiki braket sendiri jika ada yang lepas atau terasa mengganjal.

Kapan Harus ke Dokter?

Segera temui dokter gigi jika braket lepas, kawat patah atau menusuk pipi dan gusi, muncul sariawan yang tidak kunjung sembuh, atau gusi bengkak, berdarah, dan nyeri. Kunjungi dokter juga bila rasa nyeri setelah penyetelan tidak membaik dalam beberapa hari atau gigi terasa goyang berlebihan.

Konsultasikan kondisimu dengan dokter gigi sebelum menggunakan obat pereda nyeri untuk keluhan akibat behel.

Konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam untuk mendapatkan saran awal terkait keluhan gigi dan behel.

Studi Terkait

Tinjauan sistematis Celar dan rekan (2013) yang dirangkum dalam Database of Abstracts of Reviews of Effects (DARE) menyimpulkan bahwa tingkat nyeri pada 4 jam, 24 jam, 3 hari, dan 7 hari tidak berbeda bermakna antara braket self-ligating dan konvensional. Para peneliti menilai temuan ini bertentangan dengan klaim keunggulan braket self-ligating dan menyarankan penelitian lanjutan.

Tinjauan payung tahun 2022 juga menunjukkan bahwa sistem self-ligating memiliki beberapa keuntungan terbatas, tetapi tidak menunjukkan perbedaan bermakna dalam efisiensi perataan gigi, penutupan celah, dan kehilangan penjangkaran dibandingkan braket konvensional.

Kenapa Harus Beli Obat di Halodoc?

Kamu bisa mendapatkan obat (termasuk obat rutin), vitamin/suplemen, dan produk kesehatan lainnya di Halodoc.

  • ✅ Tebus resep. Melalui fitur Tebus Resep, kamu bisa menebus obat langsung dari rumah atau tempat lainnya dengan cepat dan praktis. Caranya cukup simpel dan mudah!
  • ✅ Gratis rekomendasi obat dan vitamin. Tanya HILDA. HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant) asisten AI dari Halodoc yang siap membantu pertanyaan kesehatan umum.
  • ✅ Praktis dan mudah. Tidak perlu antre dan keluar rumah. 
  • ✅ Resep resmi: Untuk obat resep, resep obat online diberikan oleh dokter berlisensi (memiliki legalitas resmi atau STR dan SIP) setelah sesi konsultasi.
  • ✅Beli obat tinggal chat di WhatsApp (WA). Simpan nomor Official WhatsApp Halodoc, lalu mulai chat dan pesan obat yang kamu butuhkan.
  • ✅ Apotek resmi. Setiap obat yang dipesan melalui Pharmacy Delivery Halodoc  (apotek online Halodoc), dan disuplai oleh apotek resmi yang memiliki SIA (Surat Izin Apotek).
  • ✅ Jaminan asli: Produknya 100% asli (segel resmi utuh, terdapat nomor batch & expiry date) dan terdaftar BPOM.
  • ✅ Privasi terjaga: Kemasan rapi, tertutup, dan tanpa label nama obat di bagian luar.
  • ✅ Cepat. Diantar hanya dalam 1 jam langsung dari apotek terdekat (24 Jam) dari lokasi kamu berada. 
  • ✅ Official Store on E-commerce: Shopee, Tokopedia, Lazada, Tiktok Shop, Gomart, dan Blibli.

Kenapa Harus Chat Dokter di Halodoc?

Keluhan seperti sariawan akibat gesekan braket, gusi bengkak, atau nyeri setelah kontrol behel sering membuat bingung apakah perlu segera ke klinik. Chat dengan dokter membantumu memahami keluhan tersebut, mendapatkan saran perawatan awal, dan mengetahui kapan harus menemui dokter gigi.

Chat dengan dokter Halodoc kapan saja untuk mendapatkan saran kesehatan gigi dan mulut yang sesuai dengan kondisimu.

Referensi
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia – Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan. Diakses pada 2026. Ketahui Hal Ini Sebelum Menggunakan Kawat Gigi.
Hukumonline. Diakses pada 2026. Kewenangan Tukang Gigi (Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 39 Tahun 2014).
NCBI Bookshelf – Database of Abstracts of Reviews of Effects. Diakses pada 2026. Systematic Review on Self-Ligating vs Conventional Brackets: Initial Pain, Number of Visits, Treatment Time.
SAGE Journals. Diakses pada 2026. An Umbrella Review of Systematic Reviews With or Without Meta-Analysis Assessing Treatment Outcomes and Efficiency of Self-Ligating Brackets.

FAQ

Apa itu behel self-ligating?

Behel self-ligating adalah kawat gigi cekat dengan braket yang memiliki mekanisme penjepit sendiri untuk menahan kawat. Kemenkes menyebutkan braket ini dapat mengurangi gesekan antara kawat dan slot braket.

Apakah behel self-ligating lebih cepat merapikan gigi?

Belum tentu. Tinjauan sistematis menemukan lama perawatan dan jumlah kunjungan tidak berbeda bermakna dibandingkan behel konvensional.

Apakah behel self-ligating tidak sakit?

Rasa tidak nyaman tetap bisa muncul, terutama di awal pemasangan. Penelitian menunjukkan tingkat nyeri awal tidak berbeda bermakna antara braket self-ligating dan konvensional.

Bolehkah pasang behel di tukang gigi?

Tidak. Menurut Permenkes Nomor 39 Tahun 2014, tukang gigi hanya berwenang membuat dan memasang gigi tiruan lepasan. Pemasangan behel sebaiknya dilakukan oleh dokter gigi yang kompeten.