Ad Placeholder Image

Mengenal Denosumab, Terapi Terbaru untuk Mencegah Patah Tulang Akibat Osteoporosis

5 menit
Ditinjau oleh  dr. Fauzan Azhari SpPD   29 Oktober 2025

Denosumab merupakan obat pilihan terbaru yang membantu memperkuat tulang dan mencegah patah tulang pada penderita osteoporosis.

Mengenal Denosumab, Terapi Terbaru untuk Mencegah Patah Tulang Akibat OsteoporosisMengenal Denosumab, Terapi Terbaru untuk Mencegah Patah Tulang Akibat Osteoporosis

Daftar Isi: 


Osteoporosis atau pengeroposan tulang menjadi salah satu masalah kesehatan yang paling sering dialami wanita setelah menopause. 

Kondisi ini membuat tulang menjadi rapuh, mudah patah, dan berdampak besar pada kualitas hidup. 

Dalam beberapa tahun terakhir, muncul terapi baru bernama Denosumab, yang terbukti efektif memperkuat tulang dan mencegah risiko patah tulang pada pasien osteoporosis.

Yuk, simak informasi selengkapnya mengenai Denosumab dan efektivitasnya dalam mengatasi osteoporosis.

Apa Itu Denosumab?

Denosumab adalah obat yang bekerja dengan cara menghambat aktivitas sel penghancur tulang (osteoklas). 

Dalam kondisi normal, tubuh selalu melakukan dua proses yakni pembentukan dan penghancuran tulang. 

Namun, pada penderita osteoporosis, proses penghancuran lebih cepat daripada pembentukan, sehingga tulang menjadi rapuh.

Denosumab membantu menyeimbangkan proses tersebut dengan menekan kerja osteoklas, sehingga kepadatan tulang (Bone Mineral Density atau BMD) meningkat dan risiko patah tulang berkurang secara signifikan.

Keunggulan Denosumab Dibanding Terapi Lain

Sebelum Denosumab hadir, obat-obatan golongan bisfosfonat seperti Alendronate dan Ibandronate banyak digunakan untuk terapi osteoporosis.

Namun hasil penelitian menunjukkan bahwa, Denosumab memiliki efektivitas dan daya kerja yang lebih tinggi.

Berikut beberapa keunggulan yang ditemukan dalam uji klinis:

  • Mencegah fraktur (patah tulang) pada pasien pasca menopause dengan osteoporosis.
  • Menurut The Lancet Diabetes & Endocrinology, Denosumab Meningkatkan BMD (Bone Mineral Density) secara signifikan dalam penggunaan jangka panjang:
    • Sekitar 21,7% di tulang belakang lumbar.
    • Sekitar 9,2% di tulang panggul (hip) selama 10 tahun terapi.
  • Menurunkan risiko fraktur secara drastis setelah 3 tahun terapi Denosumab:
    • Fraktur tulang belakang menurun hingga 68%
    • Fraktur panggul berkurang 40%
    • Fraktur non-vertebra menurun 20%

Hasil ini menunjukkan bahwa, Denosumab tidak hanya memperkuat tulang, tetapi juga memberikan perlindungan nyata terhadap patah tulang. Bahkan, pada area yang paling rentan seperti tulang belakang dan panggul.

Cari tahu juga, Ini Penyebab Osteoporosis yang Perlu Diketahui.

Perbandingan Denosumab dengan Alendronate dan Ibandronate

Beberapa studi head-to-head (perbandingan langsung) telah dilakukan untuk melihat efektivitas Denosumab dibandingkan dua terapi bisfosfonat populer, yaitu Alendronate dan Ibandronate. 

  • Denosumab vs Alendronate

Studi dalam Journal of Bone and Mineral Research (2009), menyebut bahwa, selama uji klinis selama satu tahun pada pasien wanita pasca menopause dengan skor T < -2 (indikasi osteoporosis), Denosumab terbukti meningkatkan BMD lebih besar dibandingkan Alendronate.

  • Denosumab vs Ibandronate

Hasil serupa juga ditemukan pada studi perbandingan Denosumab dengan Ibandronate yang dipublikasikan oleh Obstetrics & Gynecology (2013). 

Hasil penelitian menyebut, pada bulan ke 12 penggunaan Denosumab memberikan peningkatan BMD yang lebih signifikan jika dibandingkan dengan ibandronat. 

Selain itu, selama penelitian tersebut berlangsung, tidak ditemukan adanya risiko keamanan saat penggunaan obat dengan kandungan Denosumab.

Dengan hasil tersebut, Denosumab dinilai lebih unggul dalam meningkatkan kekuatan tulang dibandingkan terapi bifosfonat konvensional.

Kamu butuh konsultasi seputar osteoporosis? Ini Rekomendasi Dokter yang Bisa Bantu Pengobatan Osteoporosis.

Keamanan dan Penggunaan Jangka Panjang

Salah satu kelebihan penting Denosumab adalah keamanannya untuk penggunaan jangka panjang. 

Dalam penelitian selama lebih dari 10 tahun, Denosumab menunjukkan profil keamanan yang baik tanpa efek samping berat yang signifikan.

Selain itu, Denosumab hadir dalam bentuk injeksi subkutan (suntikan di bawah kulit) yang praktis, cukup diberikan sekali setiap enam bulan di bawah pengawasan tenaga medis. 

Kemudahan ini membantu meningkatkan kepatuhan pasien terhadap terapi, sehingga hasil pengobatan menjadi lebih optimal.

Rekomendasi Obat dengan Kandungan Denosumab 

Denosumab yang di Indonesia tersedia dengan nama dagang Corora, merupakan inovasi penting dalam pengobatan osteoporosis. 

Obat ini terbukti aman, efektif, dan unggul dibandingkan terapi bisfosfonat dalam meningkatkan kepadatan tulang serta mencegah risiko fraktur pada pasien pascamenopause.

Pengobatan dengan Corora direkomendasikan untuk beberapa kondisi seperti: 

  • Wanita pascamenopause dengan osteoporosis yang berisiko tinggi patah tulang.
  • Sebagai pengobatan remodeling tulang pada pria yang berisiko tinggi patah tulang, setelah menerima terapi deprivasi androgen untuk kanker prostat non metastasis. 

Corora hadir dalam bentuk larutan injeksi yang mengandung Denosumab 60 mg per prefilled syringe.

Dosis yang direkomendasikan adalah satu suntikan (60 mg) setiap enam bulan sekali, diberikan secara subkutan atau di bawah kulit. Penyuntikan dapat dilakukan pada bagian perut, paha atas, atau lengan bagian luar, sesuai anjuran tenaga medis.

Obat ini tidak disarankan untuk pasien dengan kadar kalsium rendah dalam darah (hipokalemia), atau yang memiliki alergi terhadap Denosumab maupun bahan penyusunnya. 

Sementara itu, penggunaan pada ibu hamil dan menyusui harus dilakukan berdasarkan rekomendasi dokter untuk memastikan keamanan ibu dan bayi.

Dengan penggunaan rutin di bawah pengawasan dokter, Corora bisa menjadi pilihan terapi untuk meningkatkan kekuatan tulang secara jangka panjang, mencegah risiko patah tulang, dan meningkatkan kualitas hidup pasien osteoporosis secara signifikan.

Baca lebih jauh mengenai Corora di artikel ini: Corora: Manfaat, Dosis, dan Cara Menggunakannya

Corora harus digunakan dengan resep dokter. 

No registrasi BPOM: DKI2441501343A1

Jika kamu memiliki pertanyaan lain seputar osteoporosis atau obat untuk mengatasinya, segera konsultasikan dengan dokter spesialis orthopaedi di Halodoc. 

Kamu juga bisa beli obat online atau produk kesehatan lainnya dengan praktis dan mudah di Apotek Online Halodoc. 

Toko Kesehatan Halodoc Produknya 100% asli dan tepercaya. Tanpa perlu antre, obat bisa diantar hanya dalam 1 jam langsung dari apotek terdekat dari lokasi kamu berada. 

Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga dan dapatkan obat dari apotek 24 jam terdekat! 

Referensi: 
BPOM. Diakses pada 2025. Corora (Denosumab). 
Cleveland Clinic. Diakses pada 2025. Denosumab Injection. 
Journal of Bone and Mineral Research. Diakses pada 2025.Comparison of the Effect of Denosumab and Alendronate on BMD and Biochemical Markers of Bone Turnover in Postmenopausal Women With Low Bone Mass: A Randomized, Blinded, Phase 3 Trial. 
Obstetrics & Gynecology. Diakses pada 2025. Denosumab Compared With Ibandronate in Postmenopausal Women Previously Treated With Bisphosphonate Therapy. 
The Lancet Diabetes & Endocrinology. Diakses pada 2025. 10 years of denosumab treatment in postmenopausal women with osteoporosis: results from the phase 3 randomised FREEDOM trial and open-label extension.