Ad Placeholder Image

Pegal di Betis Bukan Kelelahan, Ini Penyebabnya

5 menit
Ditinjau oleh  dr. Budiyanto, MARS 23 September 2026

Pegal betis bisa disebabkan kram otot sampai asam urat.

Pegal di Betis Bukan Kelelahan, Ini PenyebabnyaPegal di Betis Bukan Kelelahan, Ini Penyebabnya

DAFTAR ISI


Rasa pegal di betis sering kali dianggap sekadar akibat kelelahan fisik setelah beraktivitas seharian. Namun, jika keluhan ini muncul berulang atau tak kunjung membaik, bisa jadi ada kondisi medis tertentu yang memicunya.

Memahami penyebab pasti pegal betis sangat penting agar kamu bisa mendapatkan penanganan yang tepat dan mencegah komplikasi yang lebih serius.

Penyebab Pegal di Betis yang Perlu Diwaspadai

Pegal di betis tidak selalu disebabkan oleh penumpukan asam laktat akibat olahraga.

Salah satu kondisi medis yang sering menimbulkan nyeri betis adalah Penyakit Arteri Perifer (PAD) atau klaudikasio intermiten, di mana penyempitan pembuluh darah membuat otot betis kekurangan pasokan oksigen saat bergerak.

Selain masalah arteri, gangguan pada pembuluh darah balik seperti varises dan Trombosis Vena Dalam (DVT) juga menjadi penyebab umum betis terasa tegang, berat, dan pegal. F

aktor lain meliputi ketidakseimbangan elektrolit (kalsium, magnesium, kalium) serta iritasi saraf skiatika yang menjalar dari punggung bawah hingga kaki.

Jika kamu merasa keluhan tidak kunjung mereda, sebaiknya lakukan konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam, kapan saja dan di mana saja.

Kamu bisa cari tahu lebih jauh mengenai: Nyeri Otot (Myalgia) – Penyebab, Gejala, dan Pengobatan

Rekomendasi Obat dan Salep Pegal Betis

Untuk membantu meredakan rasa pegal, nyeri otot, dan kekakuan pada betis, berikut beberapa rekomendasi obat dan produk kesehatan yang bisa kamu gunakan:

  • Counterpain PXM Gel 25 g. Gel pereda nyeri topikal yang mengandung Piroxicam, Methyl Salicylate, Menthol, dan Eugenol. Formulasi gel ini efektif meresap ke dalam jaringan otot dan sendi untuk meredakan nyeri otot lokal, kram, cedera olahraga, serta peradangan sendi.
  • Counterpain Cream 15 g. Krim analgesik topikal dengan kandungan Methyl Salicylate, Menthol, dan Eugenol. Memberikan sensasi hangat yang menenangkan untuk meredakan pegal linu, kram, serta nyeri otot akibat aktivitas fisik berat atau terkilir.
  • Natrium Diklofenak 50 mg 10 Tablet. Obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS) oral generik yang bekerja meredakan nyeri sedang hingga berat. Bekerja menghambat pembentukan zat prostaglandin untuk mengurangi peradangan, pembengkakan, dan nyeri pada otot maupun persendian.
  • Mefinal 500 mg 10 Kaplet. Obat pereda nyeri oral mengandung Asam Mefenamat 500 mg. Bekerja cepat mengatasi berbagai jenis nyeri derajat ringan hingga sedang, termasuk nyeri otot, sakit kepala, nyeri haid, dan sakit gigi.
  • Fargetix 500 mg 10 Kaplet. Obat analgesik berbahan aktif Asam Mefenamat 500 mg. Efektif meredakan rasa sakit dan peradangan akibat nyeri otot kaku, kram, pascaoperasi ringan, serta ketegangan pada area punggung atau leher.

Kamu juga bisa beli obat online di Halodoc, produk 100% asli dan produk diantar ke rumah dengan aman dan praktis.

Cara Sederhana Mengatasi Pegal di Betis

Selain menggunakan obat-obatan, kamu bisa menerapkan beberapa langkah penanganan mandiri di rumah berikut ini:

  • Peregangan otot: Lakukan peregangan perlahan pada otot betis dengan menarik jari-jari kaki ke arah tubuh saat posisi kaki lurus.
  • Kompres hangat atau dingin: Gunakan kompres hangat untuk merelaksasi otot tegang, atau kompres dingin jika pegal disertai pembengkakan ringan.
  • Elevasi kaki: Tinggikan posisi kaki saat berbaring menggunakan bantal agar sirkulasi darah vena kembali lancar ke jantung.
  • Kecukupan cairan dan elektrolit: Konsumsi air putih secara teratur dan perbanyak makanan kaya kalium serta magnesium seperti pisang dan kacang-kacangan.

Selain itu, simak juga, Ini 5 Pilihan Obat Nyeri Otot dan Sendi yang Ampuh di Apotek.

Kapan Harus ke Dokter?

Jika pegal di betis tidak kunjung membaik dalam 2–3 hari, terasa semakin parah, atau disertai pembengkakan hebat dan kemerahan, segera konsultasi dengan Dokter Penyakit Dalam atau Dokter Spesialis Orthopedi di Halodoc.

Kenapa Harus Beli Obat di Halodoc?

Kamu bisa mendapatkan obat (termasuk obat rutin), vitamin/suplemen, dan produk kesehatan lainnya di Halodoc.

  • ✅ Tebus resep. Melalui fitur Tebus Resep, kamu bisa menebus obat langsung dari rumah atau tempat lainnya dengan cepat dan praktis. Caranya cukup simpel dan mudah!
  • ✅ Gratis rekomendasi obat dan vitamin. Tanya HILDA. HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant) asisten AI dari Halodoc yang siap membantu pertanyaan kesehatan umum.
  • ✅ Praktis dan mudah. Tidak perlu antre dan keluar rumah. 
  • ✅ Resep resmi: Untuk obat resep, resep obat online diberikan oleh dokter berlisensi (memiliki legalitas resmi atau STR dan SIP) setelah sesi konsultasi.
  • ✅ Beli obat tinggal chat di WhatsApp (WA). Simpan nomor Official WhatsApp Halodoc, lalu mulai chat dan pesan obat yang kamu butuhkan.
  • ✅ Apotek resmi. Setiap obat yang dipesan melalui Pharmacy Delivery Halodoc  (apotek online Halodoc), dan disuplai oleh apotek resmi yang memiliki SIA (Surat Izin Apotek).
  • ✅ Jaminan asli: Produknya 100% asli (segel resmi utuh, terdapat nomor batch & expiry date) dan terdaftar BPOM.
  • ✅ Privasi terjaga: Kemasan rapi, tertutup, dan tanpa label nama obat di bagian luar.
  • ✅ Cepat. Diantar hanya dalam 1 jam langsung dari apotek terdekat (24 Jam) dari lokasi kamu berada. 
  • ✅ Official Store on E-commerce: Shopee, Tokopedia, Lazada, Tiktok Shop, Gomart, dan Blibli.

Kenapa Harus Chat Dokter di Halodoc?

  • ✅ Dokter berlisensi: Konsultasi dilakukan langsung dengan dokter berpengalaman yang memiliki STR dan SIP resmi.
  • ✅ Akses 24/7: Dokter siap merespons kapan saja dan di mana saja tanpa kamu perlu keluar rumah.
  • ✅ Resep obat digital: Jika diperlukan secara medis, dokter akan memberikan resep obat resmi yang bisa langsung dipesan lewat aplikasi.
Referensi
Mayo Clinic. Diakses pada 2026. Calf Pain: Causes, Symptoms, and Treatment.
WebMD. Diakses pada 2026. What Causes Muscle Cramps and Calf Pain?
PubMed / National Institutes of Health. Diakses pada 2026. Peripheral Artery Disease and Lower Extremity Muscle Pain.
Kemenkes RI. Diakses pada 2026. Kenali Gangguan Pembuluh Darah dan Nyeri Otot Tungkai Bawah.

FAQ

1. Apakah pegal di betis bisa menandakan kondisi yang berbahaya?

Pegal di betis bisa menandakan kondisi berbahaya seperti Trombosis Vena Dalam (DVT) jika disertai bengkak, warna kemerahan, dan rasa hangat saat disentuh. Bila gejala tersebut muncul tiba-tiba, segera lakukan pemeriksaan medis.

2. Apa perbedaan pegal biasa akibat kelelahan dengan pegal karena gangguan medis?

Pegal biasa akibat kelelahan otot umumnya membaik setelah diistirahatkan selama 1-2 hari. Sementara pegal akibat masalah pembuluh darah atau saraf cenderung bertahan lama, sering kambuh saat berjalan, dan disertai gejala fisik lain.

3. Bolehkah memijat betis yang pegal?

Memijat lembut betis aman jika keluhan murni akibat kelelahan otot biasa. Namun, hindari pemijatan keras jika betis tampak bengkak atau memerah untuk mencegah risiko lepasnya gumpalan darah jika ada gangguan DVT.