
Citaz 100 mg 10 Tablet
Rp106.700
Strip
*Harga berbeda di tiap apotik
Informasi Ini untuk Kalangan Medis
Deskripsi
Citaz 100 mg 10 Tablet mengandung Cilostazol 100 mg dalam sediaan tablet yang digunakan untuk memperbaiki jarak berjalan pada penderita klaudikasio intermiten (nyeri kaki saat berjalan) akibat penyakit arteri perifer.
Informasi terkait kandungan obat:
Cilostazol dan metabolit aktifnya bekerja dengan menghambat enzim fosfodiesterase III (PDE3), sehingga meningkatkan kadar cAMP (cyclic AMP) di dalam trombosit dan sel otot polos pembuluh darah; peningkatan cAMP ini menghambat agregasi (penggumpalan) trombosit sekaligus melebarkan pembuluh darah (vasodilatasi), sehingga membantu memperbaiki aliran darah ke tungkai dan meningkatkan jarak berjalan pada penderita klaudikasio intermiten (nyeri/kram pada kaki saat berjalan akibat penyempitan pembuluh darah tungkai). Cilostazol tergolong golongan antiplatelet dan vasodilator yang bekerja melalui jalur berbeda dari Aspirin atau Clopidogrel; efeknya baru mulai terasa setelah 2-4 minggu dan dapat memerlukan waktu hingga 12 minggu untuk manfaat optimal, sehingga penilaian ulang oleh dokter dianjurkan setelah sekitar 3 bulan pengobatan.
Absorpsi: Diserap baik dari saluran cerna; penyerapan dapat meningkat bila diminum bersama makanan berlemak, namun untuk mengurangi variabilitas penyerapan, obat ini disarankan diminum saat perut kosong (30 menit sebelum makan).
Distribusi: Ikatan protein plasma sangat tinggi, sekitar 95-98% untuk Cilostazol dan 66-97% untuk metabolit aktifnya.
Metabolisme: Dimetabolisme ekstensif di hati terutama melalui enzim CYP3A4 dan sebagian CYP2C19, menghasilkan metabolit aktif yang turut berkontribusi pada efek obat.
Ekskresi: Diekskresikan terutama melalui urine sebagai metabolit; waktu paruh eliminasi sekitar 11-13 jam, sehingga diberikan dua kali sehari.
Obat ini tergolong Obat Keras dalam penggunaannya harus sesuai anjuran dokter/resep dokter.

Dosis
PENGGUNAAN OBAT INI HARUS SESUAI DENGAN PETUNJUK DOKTER.
1 tablet (100 mg), 2 kali sehari, diminum 30 menit sebelum makan.
Dosis lazim dewasa: 100 mg dua kali sehari (setara 2 tablet 50 mg atau 1 tablet 100 mg setiap pemberian), diminum 30 menit sebelum makan. Efek pengobatan umumnya mulai terlihat setelah beberapa minggu dan dokter akan mengevaluasi ulang manfaatnya setelah sekitar 3 bulan pengobatan; pertimbangkan penghentian bila tidak ada perbaikan jarak berjalan yang bermakna.
Dosis perlu diturunkan menjadi 50 mg dua kali sehari bila digunakan bersamaan dengan penghambat kuat enzim CYP3A4/CYP2C19 (misalnya Ketoconazole, Itraconazole, Diltiazem, Omeprazole, atau Erythromycin) sesuai anjuran dokter. Dosis juga perlu disesuaikan pada gangguan fungsi ginjal atau hati.
Aturan Pakai
Diminum 2 kali sehari, sebaiknya 30 menit sebelum makan (pagi dan sore/malam).
Telan tablet utuh dengan segelas air.
Jangan menghentikan penggunaan secara mendadak tanpa anjuran dokter; manfaat obat ini baru terlihat setelah beberapa minggu pengobatan, jadi tetap gunakan sesuai jadwal meski belum terasa perubahan segera.

Kategori Kehamilan:
-
Perhatian
Dapat meningkatkan risiko perdarahan - segera konsultasikan ke dokter bila muncul memar yang tidak biasa, mimisan yang sulit berhenti, BAB berwarna hitam, atau perdarahan yang tidak biasa lainnya, terutama bila dikombinasikan dengan obat antiplatelet atau antikoagulan lain.
European Medicines Agency (regulator obat Eropa) menyatakan Cilostazol sebaiknya tidak dikombinasikan dengan dua atau lebih obat antiplatelet/antikoagulan lain sekaligus karena risiko perdarahan yang meningkat bermakna.
Gunakan dengan hati-hati pada pasien dengan fibrilasi atrium, flutter atrium, gangguan irama jantung ringan lainnya, diabetes (risiko perdarahan pada mata/retina lebih tinggi), penyakit jantung koroner stabil, atau yang akan menjalani operasi.
Segera konsultasikan ke dokter bila muncul tanda infeksi (demam, sakit tenggorokan) atau perdarahan/memar yang tidak biasa, karena Cilostazol jarang dapat menyebabkan penurunan sel darah putih atau trombosit yang bermakna.
Hindari pada gangguan fungsi hati sedang-berat dan gangguan fungsi ginjal berat (laju filtrasi glomerulus di bawah 25 mL/menit).
Kehamilan: hindari penggunaan karena berpotensi toksik terhadap janin berdasarkan studi pada hewan - konsultasikan ke dokter untuk alternatif lain.
Menyusui: sebaiknya dihindari karena Cilostazol diketahui masuk ke dalam ASI pada studi hewan.
kontraindikasi
Hipersensitivitas terhadap Cilostazol. Tukak lambung aktif. Gagal jantung kongestif. Tindakan intervensi jantung (misalnya pemasangan ring) dalam 6 bulan terakhir. Stroke perdarahan (hemoragik) dalam 6 bulan terakhir. Riwayat gangguan irama jantung berat (takiaritmia). Serangan jantung (infark miokard) dalam 6 bulan terakhir. Tekanan darah tinggi yang tidak terkendali. Kecenderungan mengalami perdarahan. Retinopati diabetik proliferatif. Perpanjangan interval QT. Angina tidak stabil. Aritmia ventrikel.
Efek Samping
Umum:
Nafsu makan menurun, gangguan irama jantung ringan, diare, pusing, gangguan/rasa tidak nyaman pada saluran cerna, sakit kepala, peningkatan risiko infeksi, mual, bengkak (edema), jantung berdebar (palpitasi), reaksi kulit, dan muntah.
Tidak umum:
Anemia, cemas (ansietas), gagal jantung kongestif, batuk, sesak napas, perdarahan, kadar gula darah tinggi (hiperglikemia), tekanan darah rendah (hipotensi), gangguan tidur, dan pingsan (sinkop).
Jarang:
Gangguan fungsi ginjal dan peningkatan jumlah trombosit (trombositosis).
Belum diketahui frekuensinya:
Agranulositosis, gangguan sumsum tulang, radang mata (konjungtivitis), demam, granulositopenia, gangguan fungsi hati, rasa panas mendadak (hot flush), tekanan darah tinggi, perdarahan otak (intrakranial), penurunan sel darah putih (leukopenia), kelemahan otot, reaksi kulit berat (SCARs), penurunan trombosit (trombositopenia), telinga berdenging (tinitus), dan sering buang air kecil.
Interaksi Obat
Peningkatan konsentrasi plasma dengan inhibitor CYP3A4 dan CYP2C19 (mis. Ketoconazole, omeprazole).
Berpotensi fatal: Peningkatan risiko perdarahan bila digunakan bersamaan dengan obat antiplatelet atau antikoagulan (mis. Aspirin, clopidogrel, heparin).

Indikasi Umum
Klaudikasio intermiten (nyeri, kram, atau lemas pada tungkai saat berjalan yang membaik dengan istirahat) akibat penyakit arteri perifer, pada pasien tanpa nyeri saat istirahat dan tanpa kerusakan jaringan (nekrosis) di tungkai.
Komposisi
Cilostazol 100 mg
Golongan Produk
Obat Keras (Merah)
Manufaktur
Dankos Farma
Kemasan
Dus, 5 Strip @ 10 Tablet
No. Registrasi
BPOM: DKL0104418410B1
Nomor Sertifikasi Halal:
BPOM (https://cekbpom.pom.go.id/)
MIMS INDONESIA (https://www.mims.com/indonesia/drug)
British National Formulary (BNF) 82, September 2021-March 2022. London: BMJ Group and Pharmaceutical Press; 2021. Monograf Cilostazol, p.248-250.
Drug Information Handbook (Lexi-Drugs Online), 17th Edition. Hudson (OH): Lexi-Comp Inc; 2009. Monograf Cilostazol, p.1558-1567 (mengikuti penomoran halaman file yang tersedia; edisi ini adalah konversi digital dari database Lexi-Drugs Online).
Preston CL (ed). Stockley's Drug Interactions Pocket Companion 2015. London/Chicago: Pharmaceutical Press; 2015. Aspirin + Cilostazol p.128; Azoles + Cilostazol p.147; Cilostazol + Macrolides p.265; Cilostazol + Statins p.267; Cilostazol + Warfarin and related oral anticoagulants p.267.Informasi ini bersifat referensial bagi tenaga kesehatan dan tidak menggantikan penilaian atau keputusan klinis
Diperbarui: 06 Okt 2026

Atorvastatin 20 mg 10 Tablet
Rp22.200 - Rp49.800

Atorvastatin 10 mg 10 Tablet
Rp17.000 - Rp33.500

Clopidogrel 75 mg 10 Tablet
Rp18.000 - Rp59.700

Simvastatin 10 mg 10 Tablet
Rp6.700 - Rp6.700

