05 September 2018

Yang Perlu Diperhatikan Sebelum Melakukan Bayi Tabung

bayi tabung, IVF

Halodoc, Jakarta - Rasanya hampir tidak ada pasangan yang mengidamkan hadirnya buah hati. Sayangnya, masih banyak pasangan yang mengalami kesulitan untuk mendapatkan anak. Maka In Vitro Fertilization (IVF), atau yang lebih terkenal dengan sebutan ‘bayi tabung’, menjadi salah satu solusi yang banyak dipilih.

Meski membutuhkan banyak waktu dan biaya, bayi tabung banyak dipilih oleh para pasangan yang sulit mendapatkan anak, lantaran cenderung aman dan tingkat keberhasilannya relatif tinggi. Namun, bagi kamu yang ingin melakukan proses bayi tabung, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, lho.

1. Pemeriksaan Fisik dan Ginekologi

Hal pertama yang perlu dilakukan pasangan suami-istri yang akan melakukan IVF adalah melakukan serangkaian pemeriksaan terkait fisik dan ginekologi. Pemeriksaan fisik biasanya mencakup kondisi fisik suami dan istri seperti tinggi badan, berat badan, riwayat penyakit, dan penyakit bawaan atau turunan.

Sementara pemeriksaan ginekologi mencakup berbagai hal yang berhubungan dengan sistem reproduksi pasangan, baik suami maupun istri. Pemeriksaan ini terdiri dari pengecekan kualitas sperma suami, pemantauan ovulasi istri, hingga pemeriksaan kondisi rahim. Hal ini bertujuan untuk mencari penyebab infertilitas pasangan, sehingga dokter kemudian dapat menentukan langkah selanjutnya, apakah perlu pendonor atau tidak.

2. Periksa Riwayat Penyakit Bawaan Calon Donor

Jika dokter menyatakan proses bayi tabung memerlukan pendonor, langkah selanjutnya adalah memastikan kondisi kesehatan si calon donor. Hal ini dilakukan untuk memastikan tidak ada penyakit bawaan dari calon donor yang nantinya dapat memengaruhi kesehatan janin di rahim atau pun ketika sudah dilahirkan nanti.

3. Persiapkan Mental

Salah satu hal penting yang perlu diperhatikan oleh pasangan yang ingin melakukan IVF adalah mempersiapkan mental. Pertama, karena proses IVF ini merupakan proses yang cukup panjang, sehingga membutuhkan cukup banyak kesabaran dari pasangan.

Kedua, meski pemeriksaan kesehatan dan ginekologi menyatakan bagus, tidak ada jaminan bahwa proses bayi tabung akan sukses. Sebab, ada banyak sekali faktor yang dapat menyebabkan gagalnya pembuahan luar rahim. Untuk itu, pasangan sebaiknya selalu bersiap akan segala kemungkinan terburuk.

4. Mengonsumsi Makanan Bergizi

Sebelum menjalani proses bayi tabung, calon ibu harus benar-benar memperhatikan kesehatan dengan memulai gaya hidup sehat. Salah satunya adalah dengan selalu mengonsumsi makanan bergizi seimbang. Konsumsi makanan tinggi serat juga sangat dianjurkan. Calon ibu bisa memulainya dengan mengganti asupan karbohidrat dengan bahan yang mengandung karbohidrat kompleks seperti gandum.

5. Menjaga Pola Tidur

Pola tidur yang baik tentu penting untuk dimiliki setiap orang, karena sangat berpengaruh terhadap kebugaran dan produksi sel-sel baru dalam tubuh. Bagi pasangan yang ingin melakukan proses bayi tabung, ada baiknya mulai membenahi pola tidur, jika selama ini tidak memiliki pola tidur yang baik.

Itulah beberapa hal yang harus diperhatikan sebelum menjalani proses bayi tabung atau IVF. Informasi lebih lanjut terkait bayi tabung ini juga bisa kamu diskusikan langsung bersama dokter melalui fitur Chat atau Voice/Video Call di aplikasi Halodoc. Jangan lupa juga untuk download aplikasi Halodoc di App Store atau Google Play, untuk mendapatkan kemudahan memesan obat kapan saja dan di mana saja.

Baca juga: