Ini Manfaat Whey Protein untuk Kesehatan dan Efek Sampingnya

4 menit
Ditinjau oleh  dr. Fadhli Rizal Makarim   15 Desember 2023

“Whey protein memiliki beberapa manfaat untuk kesehatan. Di antaranya meningkatkan pertumbuhan otot, membantu menurunkan berat badan, dan membantu menurunkan kolesterol darah.”

Ini Manfaat Whey Protein untuk Kesehatan dan Efek SampingnyaIni Manfaat Whey Protein untuk Kesehatan dan Efek Sampingnya

DAFTAR ISI

  1. Manfaat Whey Protein
  2. Cara Aman Mengonsumsi Whey Protein
  3. Efek Samping yang Bisa Terjadi

Halodoc, Jakarta – Whey protein adalah suplemen yang beberapa orang gunakan bersamaan dengan olahraga ketahanan. Biasanya, orang mengonsumsinya untuk membantu meningkatkan sintesis protein otot dan pertumbuhan massa otot tanpa lemak. 

Manfaat lain yang dapat kamu rasakan dari jenis protein ini termasuk membantu menurunkan berat badan dan menurunkan kolesterol. Banyak orang menganggap bahwa whey protein sebagai protein lengkap, karena mengandung sembilan asam amino esensial.

Manfaat Whey Protein

Whey protein merupakan sumber protein berkualitas tinggi. Sementara itu, whey adalah cairan yang terpisah dari susu selama produksi keju.

Ini adalah protein lengkap dan berkualitas tinggi yang mengandung semua asam amino esensial. Selain itu, protein jenis ini sangat mudah tercerna, terserap dari usus dengan cepat daripada jenis protein lainnya. 

Kualitas itulah yang menjadikannya salah satu sumber protein makanan terbaik yang tersedia. Ada tiga jenis utama bubuk protein whey, yaitu konsentrat (WPC), isolasi (WPI), dan hidrolisat (WPH).

Berikut ini manfaat whey protein untuk kesehatan tubuh:

1. Meningkatkan pertumbuhan otot

Sumber protein ini kaya akan asam amino rantai cabang yang bernama leusin. Sementara itu, leusin adalah asam amino yang paling mendorong pertumbuhan (anabolik).

Oleh karena itu, makanan ini efektif untuk mencegah hilangnya otot terkait usia, serta meningkatkan kekuatan. 

Mengutip penelitian pada jurnal di Journal of Applied Psychology, whey protein mungkin sedikit lebih baik daripada jenis protein lain, seperti kasein atau kedelai. 

Namun, jika pola makan seseorang sudah kekurangan protein, mengonsumsi suplemen ini tetap tidak cukup membantu.

Sudah tahu mengenai glikogen dan fungsinya untuk tubuh? Baca di artikel ini: “Mengenal Glikogen dan Fungsinya Dalam Tubuh“.

2. Membantu menurunkan berat badan

Meningkatkan konsumsi protein adalah strategi penurunan berat badan yang sering ahli rekomendasikan. Sebab, mengonsumsi lebih banyak protein dapat meningkatkan hilangnya dengan cara:

  • Menekan nafsu makan, menyebabkan berkurangnya asupan kalori.
  • Meningkatkan metabolisme, membantu tubuh membakar lebih banyak kalori.
  • Membantu menjaga massa otot saat menurunkan berat badan.

Jenis protein ini telah terbukti sangat efektif, dan mungkin memiliki efek yang lebih baik dalam pembakaran lemak serta rasa kenyang daripada jenis protein lainnya. 

3. Membantu mengurangi peradangan

Peradangan adalah bagian dari respons tubuh terhadap kerusakan. Sementara itu, peradangan kronis  bisa berbahaya dan merupakan faktor risiko banyak penyakit.

Menurut studi yang terbit di jurnal Nutrient pada tahun 2015, menemukan bahwa suplemen whey dosis tinggi (lebih besar atau sama dengan 20 gram/hari) secara signifikan mengurangi protein C-reaktif (CRP), penanda utama peradangan dalam tubuh.

4. Membantu menurunkan kolesterol

Dalam sebuah penelitian pada Journal of Nutrition & Intermediary Metabolism, individu yang kelebihan berat badan, 65 gram whey protein per hari, selama 12 minggu, menyebabkan penurunan kolesterol total dan kolesterol “jahat” LDL yang signifikan. 

Namun, penelitian lain tidak menemukan efek serupa pada kolesterol darah. Kurangnya efek tersebut mungkin penyebabnya adalah perbedaan desain penelitian. Maka itu, diperlukan penelitian lebih lanjut.

Selain manfaat di atas, ada juga Manfaat Whey Protein Sebagai Suplemen Olahraga.

Cara Aman Mengonsumsi Whey Protein

Mengonsumsi whey protein dengan cara terbaik dapat membantu kamu mendapatkan hasil maksimal. Berikut tipsnya:

  • Konsumsi protein dalam tiga atau empat kali makan sepanjang hari.
  • Usahakan untuk mendapatkan 25-30 gram protein berkualitas tinggi setiap kali makan.
  • Konsumsi suplemen whey protein yang mengandung setidaknya 3 gram asam amino leusin setelah olahraga agar sintesis protein otot yang optimal.
  • Mengonsumsi protein dalam waktu 120 menit setelah olahraga  intens dapat membantu mendukung proses pemulihan.

Selain itu, Perhatikan Hal Ini saat Rutin Konsumsi Protein Bubuk.

Efek Samping yang Bisa Terjadi

Beberapa orang yang memiliki alergi susu mungkin juga alergi terhadap whey protein. Dalam dosis sendang, whey protein biasanya tidak menyebabkan efek samping. 

Namun, jika kamu mengonsumsinya dalam dosis yang sangat tinggi, maka ada beberapa efek samping yang bisa terjadi:

  • Sakit perut.
  • Kram.
  • Nafsu makan berkurang.
  • Mual.
  • Sakit kepala.
  • Kelelahan.

Selain itu, mengonsumsinya dalam dosis tinggi secara konsisten juga dapat menyebabkan jerawat. Dari sudut pandang nutrisi, makanan ini sangat tidak biasa dan tidak memiliki padanan alaminya. 

Beberapa orang percaya bahwa ada risiko dari makanan olahan bergizi seperti ini, karena meskipun mengandung banyak nutrisi. Keseimbangannya sangat bergantung pada protein.

Itulah yang perlu kamu ketahui tentang manfaat whey protein. Sebelum mengonsumsinya, kamu bisa konsultasi dengan ahli gizi di Halodoc terlebih dahulu untuk mendapatkan takaran yang tepat sesuai dengan kondisi kesehatanmu.

Temukan produk whey terbaik yang kamu butuhkan untuk meningkatkan pertumbuhan otot di Toko Kesehatan Halodoc melalui gambar di bawah ini.

toko kesehatan halodoc
Referensi:
Healthline. Diakses pada 2023. 10 Evidence-Based Health Benefits of Whey Protein.
Medical News Today. Diakses pada 2023. What are the benefits and risks of whey protein?
Healthline. Diakses pada 2023. Whey Protein 101: The Ultimate Beginner’s Guide.

Mulai Rp50 Ribu! Bisa Konsultasi dengan Ahli seputar Kesehatan