Advertisement

Plasenta: Penghubung Antara Ibu dan Embrio serta Fungsinya

6 menit
Ditinjau oleh  dr. Enrico Hervianto SpOG   03 September 2025

Plasenta berfungsi sebagai penghubung antara ibu dan embrio yang sedang berkembang.

Plasenta: Penghubung Antara Ibu dan Embrio serta FungsinyaPlasenta: Penghubung Antara Ibu dan Embrio serta Fungsinya

DAFTAR ISI:

  1. Apa Itu Plasenta?
  2. Proses Pembentukan Plasenta
  3. Fungsi Plasenta
  4. Struktur Plasenta
  5. Perkembangan Embrio: Tahapan Penting
  6. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Perkembangan Embrio
  7. Masalah Kesehatan pada Plasenta
  8. Pemeriksaan Kehamilan untuk Memantau Kesehatan Plasenta dan Embrio
  9. Tips Menjaga Kesehatan Plasenta dan Embrio
  10. Hubungi Dokter Ini untuk Tips Kehamilan di Trimester Awal
  11. Kapan Harus ke Dokter?

Kehamilan adalah proses kompleks yang melibatkan banyak organ dan sistem dalam tubuh ibu. Salah satu organ vital yang berperan penting dalam kehamilan adalah plasenta.

Plasenta berfungsi sebagai penghubung antara ibu dan embrio yang sedang berkembang.

Mari simak apa itu plasenta dan bagaimana ia mendukung pertumbuhan embrio.

Apa Itu Plasenta?

Plasenta adalah organ sementara yang berkembang di dalam rahim selama kehamilan.

Organ ini menyediakan oksigen dan nutrisi bagi embrio yang sedang tumbuh, serta membuang limbah dari darah bayi.

Plasenta menempel pada dinding rahim dan tali pusar bayi muncul dari sana.

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), plasenta adalah organ unik yang hanya ada selama kehamilan dan sangat penting untuk kelangsungan hidup dan perkembangan janin.

Mengalami masalah selama kehamilan? Saatnya Konsultasi ke Dokter Spesialis Obgyn di Halodoc berikut ini.

Proses Pembentukan Plasenta

Plasenta mulai terbentuk setelah implantasi embrio di dinding rahim. Proses ini melibatkan:

  1. Pembentukan Trofoblas: Setelah pembuahan, sel-sel di sekitar embrio berkembang menjadi trofoblas. Trofoblas akan menempel pada dinding rahim.
  2. Pembentukan Vili Korionik: Trofoblas membentuk vili korionik, yaitu struktur seperti jari yang menembus dinding rahim untuk mendapatkan akses ke suplai darah ibu.
  3. Perkembangan Sirkulasi Uteroplasenta: Vili korionik terus berkembang dan membentuk ruang interviler yang berisi darah ibu. Sirkulasi uteroplasenta ini memungkinkan pertukaran nutrisi dan oksigen antara ibu dan embrio.

Fungsi Plasenta

Plasenta memiliki berbagai fungsi penting selama kehamilan:

  1. Pertukaran Nutrisi dan Oksigen: Memungkinkan transfer oksigen, nutrisi, dan antibodi dari ibu ke embrio.
  2. Pembuangan Limbah: Membuang karbon dioksida dan produk limbah lainnya dari darah embrio ke darah ibu.
  3. Produksi Hormon: Menghasilkan hormon penting seperti human chorionic gonadotropin (hCG), estrogen, dan progesteron yang mendukung kehamilan.
  4. Perlindungan: Bertindak sebagai penghalang terhadap beberapa zat berbahaya, meskipun tidak semua, seperti alkohol dan obat-obatan.

Para ahli menekankan pentingnya fungsi plasenta dalam memastikan pertumbuhan dan perkembangan janin yang optimal.

Struktur Plasenta

Plasenta terdiri dari dua bagian utama:

  1. Bagian Ibu (Maternal Side): Terdiri dari desidua basalis, yaitu lapisan rahim yang mengalami modifikasi selama kehamilan.
  2. Bagian Janin (Fetal Side): Terdiri dari lempeng korionik dan vili korionik yang mengandung pembuluh darah janin.

Perkembangan Embrio: Tahapan Penting

Embrio adalah tahap awal perkembangan janin setelah pembuahan.

Berikut adalah tahapan penting dalam perkembangan embrio:

  1. Zigot: Sel tunggal yang terbentuk setelah pembuahan sel telur oleh sperma.
  2. Pembelahan Sel: Zigot mengalami serangkaian pembelahan sel yang cepat, membentuk morula.
  3. Blastokista: Morula berkembang menjadi blastokista, yaitu bola sel berongga dengan massa sel bagian dalam (inner cell mass) yang akan menjadi embrio.
  4. Implantasi: Blastokista menempel pada dinding rahim (endometrium).
  5. Gastrulasi: Blastokista mengalami gastrulasi, membentuk tiga lapisan germinal: ektoderm, mesoderm, dan endoderm, yang akan berkembang menjadi berbagai organ dan jaringan tubuh.

Setiap tahapan perkembangan embrio sangat penting dan saling terkait.

Gangguan pada salah satu tahapan dapat menyebabkan masalah perkembangan.

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Perkembangan Embrio

Banyak faktor yang dapat memengaruhi perkembangan embrio, termasuk:

  1. Genetik: Kelainan genetik dapat menyebabkan gangguan perkembangan.
  2. Lingkungan: Paparan zat berbahaya seperti alkohol, rokok, dan obat-obatan tertentu dapat merusak embrio.
  3. Kesehatan Ibu: Kondisi kesehatan ibu seperti diabetes, hipertensi, dan infeksi dapat memengaruhi perkembangan embrio.
  4. Nutrisi: Kekurangan nutrisi penting seperti asam folat dapat meningkatkan risiko cacat lahir.

Memahami faktor-faktor ini penting untuk memastikan kehamilan yang sehat dan perkembangan embrio yang optimal.

Masalah Kesehatan pada Plasenta

Beberapa masalah kesehatan dapat memengaruhi fungsi plasenta, termasuk:

  1. Plasenta Previa: Plasenta menutupi sebagian atau seluruh leher rahim.
  2. Solusio Plasenta: Plasenta terlepas dari dinding rahim sebelum persalinan.
  3. Insufisiensi Plasenta: Plasenta tidak dapat memberikan nutrisi dan oksigen yang cukup untuk bayi.
  4. Plasenta Akreta: Plasenta tumbuh terlalu dalam ke dalam dinding rahim.

Masalah-masalah ini dapat menyebabkan komplikasi serius bagi ibu dan bayi, sehingga penting untuk memantau kesehatan plasenta selama kehamilan.

Jika punya keluhan atau informasi lebih lanjut seputar kehamilan, Ini Pilihan Dokter Kandungan di Halodoc yang Bisa Dihubungi.

Pemeriksaan Kehamilan untuk Memantau Kesehatan Plasenta dan Embrio

Pemeriksaan kehamilan rutin sangat penting untuk memantau kesehatan plasenta dan embrio. Beberapa pemeriksaan yang umum dilakukan meliputi:

  1. USG (Ultrasonografi): Untuk memvisualisasikan plasenta dan embrio, serta memantau pertumbuhan dan perkembangan bayi.
  2. Pemantauan Denyut Jantung Janin: Untuk memastikan bayi mendapatkan oksigen yang cukup.
  3. Pemeriksaan Darah dan Urin: Untuk mendeteksi masalah kesehatan pada ibu yang dapat memengaruhi plasenta dan embrio.

Pemeriksaan kehamilan yang teratur membantu mengidentifikasi masalah sejak dini dan memungkinkan penanganan yang tepat.

Tips Menjaga Kesehatan Plasenta dan Embrio

Berikut adalah beberapa tips untuk menjaga kesehatan plasenta dan embrio selama kehamilan:

  1. Konsumsi Makanan Bergizi: Pastikan mendapatkan asupan nutrisi yang cukup, termasuk asam folat, zat besi, dan kalsium.
  2. Hindari Alkohol, Rokok, dan Obat-obatan Terlarang: Zat-zat ini dapat merusak plasenta dan embrio.
  3. Kontrol Kondisi Kesehatan: Kelola kondisi kesehatan seperti diabetes dan hipertensi dengan baik.
  4. Rutin Berolahraga: Lakukan olahraga ringan secara teratur untuk menjaga kesehatan jantung dan pembuluh darah.
  5. Istirahat yang Cukup: Pastikan mendapatkan istirahat yang cukup untuk mendukung kesehatan kehamilan.

Hubungi Dokter Ini untuk Tips Kehamilan di Trimester Awal

Trimester awal kehamilan adalah masa yang sangat penting, karena perkembangan janin dimulai sejak minggu pertama. 

Untuk memastikan kondisi tetap sehat dan mendapatkan tips kehamilan yang tepat, segera konsultasikan dengan dokter di Halodoc.

Berikut beberapa dokter yang bisa kamu hubungi di Halodoc:

  • dr. Marsell Phang, Sp.OG: Dokter spesialis kandungan dan kehamilan dengan pengalaman 12 tahun, lulusan Universitas Sam Ratulangi (2018). Kini praktik di Gresik, Jawa Timur, tercatat sebagai anggota POGI, dan tersedia untuk konsultasi di Halodoc.
  • dr. Lucia Leonie, Sp.OG: Dokter spesialis kandungan dan kehamilan dengan pengalaman 13 tahun, lulusan Universitas Hasanuddin (2017). Kini praktik di Makassar, Sulawesi Selatan, tercatat sebagai anggota POGI, dan tersedia untuk konsultasi di Halodoc.
  • dr. Fitria Angela Umar, Sp.OG: Dokter spesialis kandungan dan kehamilan dengan pengalaman 8 tahun, lulusan Universitas Sam Ratulangi (2022). Kini praktik di Makassar, Sulawesi Selatan, tercatat sebagai anggota POGI, dan tersedia untuk konsultasi di Halodoc.

Itulah dokter yang siap membantu memberikan tips dan saran kehamilan di trimester awal agar ibu tetap sehat dan nyaman selama masa kehamilan.

Dengan Halodoc, konsultasi bisa dilakukan secara mudah, aman, dan praktis tanpa harus keluar rumah.

Tunggu apa lagi? Ayo pakai Halodoc sekarang juga!

Kapan Harus ke Dokter?

Segera konsultasikan dengan dokter jika mengalami gejala berikut selama kehamilan:

  • Perdarahan vagina
  • Nyeri perut yang parah
  • Penurunan gerakan janin
  • Pembengkakan yang berlebihan
  • Sakit kepala yang parah

Gejala-gejala ini mungkin menandakan masalah pada plasenta atau embrio yang memerlukan penanganan medis segera.

Menjaga kesehatan plasenta melalui pola makan yang sehat, gaya hidup yang baik, dan pemeriksaan kehamilan rutin sangat penting untuk memastikan kehamilan yang sehat.

Jika memiliki pertanyaan atau kekhawatiran tentang kesehatan plasenta atau kehamilan, segera konsultasikan dengan dokter kandungan di Halodoc dengan klik banner di bawah ini!

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2025. Placenta: How it works, what’s normal.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2025. Placenta: Overview, Anatomy, Function & Complications.
Pregnancy, Birth and Baby. Diakses pada 2025. About the placenta.