Ad Placeholder Image

Wegovy vs Mounjaro: Perbandingan Manfaatnya dalam Mengurangi Food Noise

5 menit
Ditinjau oleh  dr. Fauzan Azhari SpPD 10 September 2026

Wegovy maupun Mounjaro terbukti dapat meredakan food noise atau pikiran obsesif tentang makanan, tetapi hingga kini belum ada uji klinis head-to-head yang membandingkan efek keduanya secara langsung pada aspek ini.

Wegovy vs Mounjaro: Perbandingan Manfaatnya dalam Mengurangi Food NoiseWegovy vs Mounjaro: Perbandingan Manfaatnya dalam Mengurangi Food Noise

DAFTAR ISI


Selain menurunkan berat badan, salah satu efek yang paling banyak diceritakan pengguna Wegovy (semaglutide) dan Mounjaro (tirzepatide) adalah hilangnya “food noise”, yaitu pikiran yang terus-menerus dan mengganggu tentang makanan. Klaim ini kini mulai didukung oleh sejumlah data ilmiah, meski kualitas dan kedalaman buktinya berbeda-beda antara kedua obat.

Apa Itu Food Noise?

Food noise adalah istilah yang menggambarkan pikiran obsesif atau berulang tentang makanan, baik berupa keinginan makan yang sulit dikendalikan maupun bayangan terus-menerus soal makanan tertentu. Kondisi ini banyak dialami orang dengan obesitas dan sering kali menjadi hambatan utama dalam menjaga pola makan sehat, terlepas dari seberapa kuat motivasi seseorang untuk berdiet.

Bukti pada Semaglutide (Wegovy)

Salah satu data paling relevan datang dari survei retrospektif INFORM yang meneliti perubahan food noise setelah pemakaian semaglutide suntik.

Survei ini menemukan bahwa mayoritas responden melaporkan penurunan intensitas food noise setelah memulai terapi, dan manfaat ini dilaporkan terjadi terlepas dari sudah berapa lama mereka menjalani pengobatan.

Dukungan lain datang dari uji klinis fase 3 STEP-5, di mana semaglutide 2,4 mg terbukti memperbaiki skor pada Control of Eating Questionnaire (CoEQ), sebuah alat ukur standar untuk menilai kemampuan seseorang mengendalikan keinginan makan, dibandingkan dengan plasebo selama 104 minggu pengamatan. Perbaikan ini konsisten dengan gambaran berkurangnya food noise secara subjektif.

Bukti pada Tirzepatide (Mounjaro)

Pada tirzepatide, bukti awal datang dari uji klinis fase 1 selama 6 minggu yang mengukur berbagai indikator seperti Food Craving Questionnaire, Food Craving Inventory, Eating Inventory, Power of Food Scale, dan skala visual analog untuk nafsu makan. Dibandingkan plasebo, tirzepatide terbukti menurunkan nafsu makan, rasa lapar, keinginan makan (craving), kecenderungan makan berlebihan, serta reaktivitas terhadap pemicu makanan di lingkungan sekitar.

Penelitian yang lebih eksploratif dari tim Penn Medicine bahkan mencoba merekam aktivitas listrik otak menggunakan elektroda yang ditanam di area nucleus accumbens, bagian otak yang berkaitan dengan dorongan makan impulsif.

Meski penelitian ini baru melibatkan sangat sedikit partisipan dan sifatnya masih sangat awal, hasilnya menunjukkan perubahan pola sinyal otak yang konsisten dengan berkurangnya dorongan makan akibat rangsangan visual makanan.

Namun, tim peneliti mencatat bahwa efek ini pada beberapa kasus tampak tidak bertahan lama dan cenderung melemah seiring waktu, sehingga istilah “sementara” lebih tepat digunakan dibanding “permanen”.

Kenapa Belum Ada Perbandingan Langsung?

Sejauh ini, uji klinis head-to-head terbesar antara kedua obat, yaitu SURMOUNT-5, memang membandingkan semaglutide dan tirzepatide secara langsung, tetapi fokus utamanya adalah persentase penurunan berat badan dan lingkar pinggang, bukan secara spesifik mengukur food noise atau skor pengendalian nafsu makan.

Akibatnya, klaim bahwa salah satu obat “lebih baik” dalam meredakan food noise dibanding yang lain masih bersifat tidak langsung, karena datanya berasal dari studi yang berbeda desain, durasi, dan alat ukurnya.

Sebagai gambaran umum, tirzepatide bekerja pada dua reseptor sekaligus (GIP dan GLP-1), sementara semaglutide hanya bekerja pada reseptor GLP-1. Secara teori, mekanisme ganda ini bisa memberi efek yang lebih luas pada sistem pengaturan nafsu makan di otak, sejalan dengan hasil tirzepatide yang umumnya menghasilkan penurunan berat badan lebih besar.

Namun, teori ini belum dikonfirmasi melalui perbandingan langsung khusus tentang food noise.

Jika butuh saran tentang pola makan sesuai kondisi tubuhmu, Ini Rekomendasi Dokter Gizi di Halodoc yang Bisa Dihubungi.

Hal yang Perlu Diingat Pengguna

Ada beberapa hal yang perlu digarisbawahi:

  • Kedua obat memiliki bukti ilmiah yang mendukung manfaatnya dalam meredakan food noise dibanding plasebo, bukan dibanding satu sama lain.
  • Efeknya bisa bersifat individual; sebagian pengguna melaporkan food noise kembali muncul menjelang jadwal suntikan berikutnya.
  • Pengalaman pengguna di media sosial bersifat anekdotal dan tidak bisa menggantikan data uji klinis terkontrol.
  • Konsultasikan dengan dokter untuk menentukan pilihan terapi yang paling sesuai dengan kondisi dan tujuan kesehatan masing-masing.

Jika butuh inspirasi menu lainnya, simak seputar Menu Sehat – Jenis dan Manfaat untuk Kesehatan berikut ini.

Turunkan Berat Badan dengan Aman dan Terpantau dengan Program Klinis dari Halofit

Sedang mencari cara menurunkan berat badan yang cepat, aman, dan tetap dalam pengawasan dokter? Halofit, layanan Klinik Obesitas Digital dari Halodoc, hadir dengan pendekatan klinis, nutrisi, dan gaya hidup yang disesuaikan dengan kondisi serta targetmu.

Didampingi dokter dan ahli gizi, program Halofit dirancang untuk membantu menurunkan berat badan 10–12 kg* dalam 60 hari secara sehat dan terukur.

Berikut dua pilihan program yang bisa kamu pilih:

1. Halofit Advanced – Rp750.000/bulan

Cocok untuk kamu yang ingin memulai perjalanan penurunan berat badan dengan pendampingan dokter dan ahli gizi selama 30 hari. Program ini mencakup meal plan personal dan obat pendamping penurun berat badan yang diresepkan dokter sesuai kebutuhanmu.

2. Halofit Transform – Mulai dari Rp3.300.000/bulan

Program premium untuk kamu yang membutuhkan pendekatan lebih intensif melalui terapi injeksi GLP-1. Terapi ini membantu mengontrol nafsu makan dan mendukung penurunan berat badan, dengan pemantauan dokter selama program.

Semua layanan tersedia melalui aplikasi Halodoc, mulai dari konsultasi, pemesanan paket, hingga pemantauan progres, tanpa perlu datang ke klinik.

Yuk, mulai perjalanan penurunan berat badan yang lebih terarah bersama Halofit!

Kesimpulan

Baik Wegovy maupun Mounjaro sama-sama memiliki dasar ilmiah yang mendukung klaim meredakan food noise, masing-masing dibuktikan lewat studi yang membandingkannya dengan plasebo.

Akan tetapi, belum tersedia uji klinis yang membandingkan keduanya secara langsung khusus pada aspek food noise, sehingga belum bisa disimpulkan secara pasti obat mana yang lebih unggul dalam hal ini.

Pilihan terbaik tetap bergantung pada respons individu dan pertimbangan medis bersama dokter spesialis gizi.

Referensi
Retrospective Assessment of Food Noise Changes After Initiation of Injectable Semaglutide (INFORM Survey) — PMC: https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC13415491/
Retrospective Assessment of Food Noise Changes After Initiation of Injectable Semaglutide — Advances in Therapy (Springer): https://link.springer.com/article/10.1007/s12325-026-03636-x
Tirzepatide vs Semaglutide: A Comprehensive Comparison for Providers — Obesity Medicine Association: https://obesitymedicine.org/blog/tirzepatide-vs-semaglutide-a-comprehensive-comparison-for-providers/
Tirzepatide May Only Temporarily Quiet “Food Noise” — Penn Medicine News: https://www.pennmedicine.org/news/tirzepatide-may-only-temporarily-quiet-food-noise