Ad Placeholder Image

3 Penyebab Self Harm, Perbuatan Menyakiti Diri Sendiri

9 menit
Ditinjau oleh  dr. Budiyanto, MARS 29 September 2026

Penting untuk mengenali faktor risiko dalam diri sendiri atau orang sekitar, sehingga penyebab gangguan kejiwaan ini bisa dihindari.

3 Penyebab Self Harm, Perbuatan Menyakiti Diri Sendiri3 Penyebab Self Harm, Perbuatan Menyakiti Diri Sendiri

DAFTAR ISI:

  1. Penyebab Self Harm yang Perlu Diwaspadai
    1. Riwayat trauma
    2. Self harm bisa terjadi karena masalah sosial
    3. Gangguan mental
  2. Hubungi Dokter Ini Jika Kamu atau Orang Terdekat Punya Keinginan Self Harm
  3. FAQ

Self harm adalah perilaku menyakiti atau melukai diri sendiri. Salah satu tindakan self harm yang paling sering orang lakukan adalah melakukan silet tangan.

Sering kali, seseorang melakukan hal ini dengan sengaja untuk mendapatkan perasaan atau kepuasan tersendiri. Maka dari itu, tindakan ini merupakan salah satu bentuk dari gangguan perilaku yang berkaitan dengan penyakit kejiwaan. 

Ada banyak faktor yang bisa menjadi penyebab seseorang melakukan perbuatan ini. Misalnya, melukai tubuh menggunakan benda tajam, tumpul, atau benda lainnya.

Selain itu, pelaku juga bisa menyakiti diri sendiri dengan menyayat kulit, memukul bagian tubuh, membenturkan kepala ke tembok, atau mencabuti rambut.

Penyebab Self Harm yang Perlu Diwaspadai

Kebanyakan, tujuan self harm adalah melampiaskan rasa emosi. Misalnya ketika marah, stres, cemas, kesepian dan putus asa.

Seseorang juga memiliki kebiasaan menyakiti diri sendiri saat merasa bersalah terhadap suatu hal.

Kamu bisa baca lebih lengkap pada artikel Hati-Hati, Suka Menyakiti Diri Sendiri Ganggu Kesehatan Mental.

Secara umum, ada beberapa faktor yang bisa menjadi penyebab self harm. Bahkan, beberapa faktor yang memicu perilaku ini adalah hal-hal yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, seperti:

1. Riwayat trauma

Orang yang memiliki riwayat trauma psikologis lebih rentan melakukan percobaan untuk menyakiti diri sendiri.

Kondisi ini bisa muncul saat kehilangan orang tersayang atau pernah menjadi korban kekerasan fisik, emosional, hingga seksual. 

Hal ini bisa membuat seseorang merasa hampa dan rendah diri, sehingga mencari pelampiasan dengan melukai tubuh.

2. Self harm bisa terjadi karena masalah sosial

Penyebab lain dari self harm adalah masalah sosial. Sering kali, perilaku negatif ini lebih rentan menyerang korban perundungan atau bullying, atau orang-orang yang sedang berada dalam kesulitan tertentu. 

Tak heran jika perilaku ini lebih sering terjadi pada anak dan remaja. Jadi, orang tua tentu perlu Waspada, Ini Dampak Bullying pada Kesehatan Mental Anak.

3. Gangguan mental

Pada beberapa kasus, penyebab self harm adalah masalah kesehatan mental. Misalnya depresi, gangguan mood, hingga gangguan kepribadian ambang.

Selain itu, nyatanya faktor-faktor lain juga bisa menjadi penyebab seseorang melakukan perilaku ini. 

Satu hal yang perlu kamu ketahui, kebiasaan menyakiti diri sendiri perlu mendapatkan penanganan yang tepat.

Pengidap gangguan ini perlu mendapatkan perhatian khusus serta pemahaman bahwa dirinya berharga dan tidak seharusnya untuk melukai tubuh.

Selain itu, perilaku ini juga bisa terjadi karena Pengaruh Media Sosial, Ketahui Fakta dan Cara Menghadapinya. 

Perilaku ini membutuhkan penanganan dari psikolog atau psikiater, terutama jika penyebabnya adalah gangguan kejiwaan tertentu.

Bagi orang-orang yang memiliki faktor risiko atau riwayat yang memungkinkan perilaku ini, jangan ragu untuk mencari pertolongan medis. 

Selain itu, hindari keinginan untuk melukai diri dengan mengalihkan pikiran, misalnya dengan berolahraga, meditasi, mendengarkan musik, atau bergabung dalam komunitas sosial.

 Untuk mengetahui masalah kesehatan mental lainnya, kamu bisa cek di sini: Jelajahi Topik Konseling Umum

Sudah tahu mengenai inferiority complex yang membuat seseorang merasa tidak memiliki kemampuan sebanding dengan orang lain?

Baca selengkapnya di artikel ini: “Mengenal Inferiority Complex: Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya“.

Ciri-Ciri Self-Harm

Beberapa tanda yang mungkin menunjukkan seseorang melakukan self-harm antara lain:

  • Luka atau bekas luka yang tidak dapat dijelaskan.
  • Sering menyendiri atau menghindari interaksi sosial.
  • Perubahan mood yang drastis.
  • Memakai pakaian tertutup meskipun cuaca panas.

Penanganan dan Cara Membantu Seseorang yang Melakukan Self-Harm

Jika kamu mengenal seseorang yang mungkin melakukan self-harm, berikut adalah beberapa langkah yang dapat kamu ambil:

  1. Dengarkan Tanpa Menghakimi
    Berikan dukungan emosional dengan mendengarkan cerita mereka tanpa memberikan penilaian.
  2. Dorong untuk Mencari Bantuan Profesional
    Sarankan mereka untuk berkonsultasi dengan psikolog atau psikiater untuk mendapatkan penanganan yang tepat.
  3. Jaga Komunikasi Terbuka
    Tetap terhubung dan tunjukkan bahwa kamu peduli terhadap kesejahteraan mereka.

Hubungi Dokter Ini Jika Kamu atau Orang Terdekat Punya Keinginan Self Harm

Apabila kamu atau orang tersayangmu memiliki keinginan untuk melakukan self harm, seperti kerap melakukan silet tangan, jangan tunda lagi dan segera dapatkan pertolongan dari psikiater di Halodoc.

Mereka bisa memberikan saran yang tepat atas situasi yang tengah kamu alami sekaligus mencari koping terbaik untuk menghadapinya. 

Nah, berikut ini psikiater yang sudah memiliki pengalaman dan mendapatkan rating yang baik dari para pasien yang sebelumnya mereka tangani: 

1. dr. Eden Sp.KJ

Psikiater pertama yang bisa kamu menghubungi adalah dr. Eden Sp.KJ. Ia merupakan dokter spesialis kejiwaan.

Dokter Eden Sp.KJ merupakan lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Wijaya Kusuma Surabaya pada 2011 dan Universitas Airlangga pada 2025. 

Saat ini, dr. Eden Sp.KJ melakukan praktik di Toraja Utara, Sulawesi Selatan. 

Ia juga terdaftar sebagai anggota Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia (PDSKJI) dengan nomor STR PO00001850486222.

Dokter Eden Sp.KJ telah berpengalaman sebagai dokter jiwa selama 15 tahun sehingga kamu tak perlu ragu untuk berkonsultasi di Halodoc terkait perawatan kejiwaan.

Ia juga bisa memberikan konsultasi seputar depresi, gangguan kepribadian, gangguan mood, trauma, pengembangan diri maupun masalah kesehatan mental lainnya.

Chat dr. Eden Sp.KJ dari Rp 70.000,- di Halodoc.

2. dr. Reinaldo Batara Sp.KJ

Pilihan psikiater selanjutnya yang dapat kamu hubungi adalah dr. Reinaldo Batara Sp.KJ.

Ia merupakan lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana pada 2012 dan Universitas Udayana pada 2022.

Dokter Reinaldo Batara Sp.KJ saat ini berpraktik di Kota Bekasi Timur, Jawa Barat dan tergabung dalam Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia (PDSKJI) dengan nomor STR 5111601322133392.

Berbekal pengalaman menjadi dokter kejiwaan selama 15 tahun, kamu bisa berkonsultasi dengannya di Halodoc terkait masalah kejiwaan, termasuk perawatan kejiwaan.

Chat dr. Reinaldo Batara Sp.KJ dari Rp 70.000,- di Halodoc.

3. dr. Andy Dharmawangsa Sp.KJ

Kamu juga bisa menghubungi dr. Andy Dharmawangsa Sp.KJ. Ia merupakan lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Tanjungpura pada 2011 dan Universitas Gadjah Mada pada 2023.

Saat ini, dr. Andy Dharmawangsa Sp.KJ melakukan praktik di Singkawang, Kalimantan Barat dan tergabung dalam Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia (PDSKJI) dengan nomor STR 3411601323123305.

Dokter Andy Dharmawangsa Sp.KJ telah berpengalaman sebagai dokter jiwa selama 16 tahun sehingga kamu bisa berkonsultasi di Halodoc terkait berbagai masalah kejiwaan.

Chat dr. Andy Dharmawangsa Sp.KJ dari Rp 160.000,- di Halodoc.

Adapun psikolog yang bisa kamu hubungi untuk menjadi teman bicara:

1. Disty Rafie Risvindika S.Psi., M.Psi., Psikolog

Kamu dapat menghubungi Disty Rafie Risvindika S.Psi., M.Psi., Psikolog. Ia adalah alumnus Fakultas Psikologi Universitas Islam Bandung pada 2025.

Disty Rafie Risvindika saat ini berpraktik di Jakarta Utara, DKI Jakarta. Ia juga tergabung sebagai aktif anggota Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI) dengan nomor STR SC00001972531898.

Dengan pengalaman sebagai psikolog klinis selama 1 tahun, kamu bisa menghubungi Disty Rafie Risvindika S.Psi., M.Psi., Psikolog di Halodoc untuk konsultasi psikologi. Ia dapat memberikan layanan seputar masalah keluarga dan hubungan, gangguan kecemasan, stres kerja, serta pengembangan diri.

Chat Disty Rafie Risvindika S.Psi., M.Psi., Psikolog mulai dari Rp 59.000,- di Halodoc.

2. Faridah Nur Rahmah S.Psi.,M.Psi.,Psikolog

Kamu juga dapat menghubungi Faridah Nur Rahmah S.Psi.,M.Psi.,Psikolog. Ia adalah alumnus Fakultas Psikologi Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta pada 2017 dan menyelesaikan studi magisternya di Universitas Mercu Buana Yogyakarta pada 2023.

Faridah Nur Rahmah saat ini menjalani praktik di Palu, Sulawesi Tengah. Ia juga telah resmi terdaftar sebagai psikolog klinis dengan nomor STR AE00001028820121.

Dengan pengalaman sebagai psikolog klinis dewasa selama 4 tahun, kamu bisa menghubungi Faridah Nur Rahmah S.Psi.,M.Psi.,Psikolog di Halodoc. Ia dapat memberikan konsultasi seputar masalah kesehatan mental dewasa, seperti gangguan kecemasan, stres kerja, masalah hubungan atau asmara, serta kendala emosional lainnya.

Chat Faridah Nur Rahmah S.Psi.,M.Psi.,Psikolog mulai dari Rp 59.000,- di Halodoc.

3. Rizqa Ananda Mahrani Parisi S.Psi., M.Psi., Psikolog

Kamu juga dapat menghubungi Rizqa Ananda Mahrani Parisi S.Psi., M.Psi., Psikolog. Ia adalah alumnus Fakultas Psikologi Universitas Islam Negeri Imam Bonjol yang lulus pada tahun 2021 dan menyelesaikan magisternya di Universitas Muhammadiyah Malang pada 2024.

Rizqa Ananda Mahrani Parisi berpraktik di Banda Aceh. Ia juga telah resmi terdaftar sebagai tenaga kesehatan dengan nomor STR WT00001788384960.

Dengan pengalaman sebagai psikolog klinis selama 3 tahun, kamu bisa menghubungi Rizqa Ananda Mahrani Parisi S.Psi., M.Psi., Psikolog di Halodoc untuk konsultasi psikologi. Ia dapat memberikan layanan seputar masalah keluarga dan hubungan, manajemen stres, gangguan kecemasan, serta trauma.

Chat Rizqa Ananda Mahrani Parisi S.Psi., M.Psi., Psikolog mulai dari Rp 59.000,- di Halodoc.

Itulah daftar psikiater dan psikolog yang bisa kamu hubungi untuk mendapatkan sesi konseling. 

Psikiater juga akan meresepkan obat apabila kondisi kamu memang memerlukan pengobatan tambahan. 

Tak perlu khawatir jika psikiater dan psikolog sedang tidak tersedia atau offline. 

Sebab, kamu tetap bisa membuat janji konsultasi di lain waktu melalui aplikasi Halodoc.

Kenapa Harus Chat Dokter di Halodoc?

Keluhan kesehatan bisa datang kapan saja. Daripada bingung mencari informasi sendiri, konsultasikan langsung dengan dokter umum dan spesialis di Halodoc:

✅ Dokter tersedia 24 jam.

✅ Dokter memiliki lisensi (memiliki legalitas resmi atau STR dan SIP).

✅ Praktis dan mudah. Tidak perlu antre dan keluar rumah. 

✅ Bisa dicover asuransi.

✅ Privasi terjaga: Data kesehatan terlindungi dengan aman.

✅ Bisa dapat resep resmi. Kamu bisa dapat resep obat online dan menebusnya setelah chat. 

✅ Bisa juga beli obat langsung lewat WhatsApp Halodoc, tanpa download aplikasi, tanpa log in, dan produk yang diterima dijamin asli 100%.

Tunggu apa lagi? Yuk hubungi dokter di Halodoc sekarang!

Referensi:
NHS UK. Diakses pada 2026. Self-Harm – Overview.
Mind UK. Diakses pada 2026. Understanding Self-Harm.
WebMD. Diakses pada 2026. Mental Health and Self-Injury.

FAQ

1. Apakah self-harm selalu berarti seseorang ingin mengakhiri hidupnya?

Tidak selalu. Faktanya, sebagian besar kasus self-harm justru merupakan mekanisme koping (cara bertahan) yang tidak sehat untuk mengalihkan, meluapkan, atau mendapatkan kembali kendali atas rasa sakit emosional yang terasa luar biasa parah, bukan sebuah percobaan bunuh diri.

2. Secara medis, kenapa melukai diri sendiri bisa memberikan sensasi “lega” sesaat?

Saat tubuh merasakan sakit fisik, otak secara otomatis melepaskan endorfin, hormon pereda nyeri alami. Hormon ini menciptakan sensasi tenang atau kebas sementara yang menutupi luka batin. Sayangnya, siklus ini bisa memicu adiksi tanpa pernah menyelesaikan akar masalah psikologisnya.

3. Apa langkah darurat yang aman saat dorongan untuk melakukan self-harm tiba-tiba muncul?

Lakukan trik “pengalihan sensasi ekstrim” yang tidak merusak jaringan tubuh. Genggam es batu sekuat-kuatnya hingga mencair, gigit cabai, basuh wajah dengan air es, atau jepretkan karet gelang di pergelangan tangan. Sensasi kejut ini ampuh mendistraksi otak dari rasa panik akut.