Ad Placeholder Image

Perbandingan Manfaat Wegovy dan Mounjaro pada Kesehatan Jantung

6 menit
Ditinjau oleh  dr. Fauzan Azhari SpPD 14 September 2026

Wegovy memiliki bukti klinis paling matang dalam menurunkan risiko kejadian jantung nyata, sementara Mounjaro menunjukkan perbaikan faktor risiko kardiovaskular dan proyeksi risiko yang sama kuat, meski belum sepenuhnya dikonfirmasi lewat uji klinis plasebo miliknya sendiri.

Perbandingan Manfaat Wegovy dan Mounjaro pada Kesehatan JantungPerbandingan Manfaat Wegovy dan Mounjaro pada Kesehatan Jantung

DAFTAR ISI


Obesitas adalah salah satu pendorong utama penyakit jantung, mulai dari tekanan darah tinggi, kolesterol bermasalah, peradangan pembuluh darah, hingga gagal jantung dan gangguan irama jantung seperti fibrilasi atrium.

Karena itu, dampak Wegovy (semaglutide) dan Mounjaro (tirzepatide) terhadap kesehatan jantung menjadi salah satu pertimbangan penting, bukan sekadar seberapa banyak berat badan yang bisa diturunkan.

Semaglutide: Bukti Paling Matang untuk Kejadian Jantung Nyata

Semaglutide memiliki rekam jejak paling panjang dalam pembuktian manfaat kardiovaskular. Uji klinis SUSTAIN-6 dan PIONEER-6 pada pasien diabetes tipe 2 sejak beberapa tahun lalu telah menunjukkan semaglutide aman dan cenderung menurunkan risiko kardiovaskular.

Puncaknya adalah uji klinis SELECT, yang secara khusus dirancang untuk menguji apakah semaglutide dapat mencegah kejadian jantung mayor pada orang dengan obesitas atau berat badan berlebih dan riwayat penyakit jantung, tanpa diabetes. Hasilnya, semaglutide terbukti menurunkan risiko gabungan kematian kardiovaskular, serangan jantung, dan stroke sebesar 20% dibanding plasebo.

Kombinasi ketiga uji klinis inilah yang membuat evidence base semaglutide untuk kesehatan jantung dianggap paling matang di antara obat GLP-1 saat ini.

Tirzepatide: Perbaikan Faktor Risiko yang Konsisten

Tirzepatide diuji pada populasi dengan risiko kardiovaskular tinggi melalui uji klinis SURPASS-CVOT, yang melibatkan lebih dari 13.000 pasien diabetes tipe 2 dengan penyakit jantung aterosklerosis yang sudah ada.

Dalam uji ini, tirzepatide terbukti non-inferior atau setidaknya tidak lebih buruk dibanding dulaglutide (obat pembanding aktif, bukan plasebo) untuk mencegah kejadian jantung mayor, sekaligus menunjukkan perbaikan yang lebih besar pada kontrol gula darah, berat badan, tekanan darah, dan profil lipid.

Karena pembandingnya adalah obat aktif, bukan plasebo, dan populasi ujinya terbatas pada penderita diabetes, uji ini belum bisa langsung disejajarkan dengan SELECT dalam membuktikan pencegahan kejadian jantung dari nol.

Saat Dibandingkan Langsung: Sinyal yang Menjanjikan untuk Tirzepatide

Karena belum ada uji klinis acak head-to-head yang benar-benar dirancang untuk membandingkan efek kardiovaskular kedua obat secara setara, para peneliti menggunakan beberapa pendekatan lain.

Analisis post-hoc dari uji klinis SURMOUNT-5, yang membandingkan langsung tirzepatide dan semaglutide untuk penurunan berat badan, memproyeksikan risiko penyakit kardiovaskular 10 tahun menggunakan rumus Framingham berbasis IMT.

Hasilnya, tirzepatide dikaitkan dengan penurunan proyeksi risiko yang lebih besar dibanding semaglutide (penurunan absolut 2,4% berbanding 1,4%), yang sebagian besar didorong oleh penurunan berat badan, gula darah, tekanan darah, dan lipid yang lebih besar pada kelompok tirzepatide. Perlu diingat, ini adalah proyeksi berbasis rumus risiko, bukan kejadian jantung nyata yang benar-benar diamati.

Studi lain berupa emulasi uji klinis menggunakan data dunia nyata dari lebih dari 217.000 pasien yang dicocokkan karakteristiknya, membandingkan enam hasil kardiovaskular dan serebrovaskular: gagal jantung, fibrilasi atrium, serangan jantung, stroke iskemik/TIA, penyakit arteri perifer, dan stroke hemoragik.

Hasilnya, tirzepatide dikaitkan dengan risiko yang lebih rendah dibanding semaglutide pada keenam hasil tersebut, dengan rasio risiko berkisar 0,45 hingga 0,88, dan manfaat yang lebih besar terlihat pada pasien dengan diabetes tipe 2 dibanding yang tanpa diabetes.

Namun, tidak semua studi observasional menunjukkan hasil sekonsisten itu. Sebuah studi kohort besar lain yang dipublikasikan di Nature Medicine, yang membandingkan efektivitas kedua obat pada pasien diabetes tipe 2 berisiko kardiovaskular, menemukan hasil yang secara umum sebanding antara tirzepatide dan semaglutide ketika dibandingkan langsung, tanpa perbedaan yang konsisten dan besar antara keduanya.

Kenapa Hasilnya Bisa Berbeda-Beda?

Perbedaan hasil antar-studi ini wajar terjadi karena metode, populasi pasien, durasi pengamatan, dan jenis hasil yang diukur berbeda-beda.

Studi berbasis proyeksi risiko atau data observasional rentan terhadap bias yang tidak sepenuhnya bisa dikendalikan, berbeda dengan uji klinis acak plasebo-terkontrol seperti SELECT yang mengukur kejadian jantung nyata secara langsung.

Selain itu, sebagian efek perlindungan jantung dari obat golongan ini, termasuk efek anti-peradangan seperti penurunan protein C-reaktif, diduga tidak sepenuhnya bergantung pada besarnya penurunan berat badan semata.

Kesimpulan

Untuk saat ini, semaglutide (Wegovy) memiliki bukti paling matang dan paling langsung dalam mencegah kejadian jantung nyata berkat rangkaian uji klinis SUSTAIN-6, PIONEER-6, dan terutama SELECT yang dirancang khusus untuk tujuan ini.

Tirzepatide (Mounjaro) menunjukkan sinyal manfaat kardiovaskular yang sama kuat, bahkan pada beberapa analisis proyeksi risiko dan studi observasional besar terlihat lebih unggul, kemungkinan besar didorong oleh efeknya menurunkan berat badan yang lebih besar.

Akan tetapi, tirzepatide masih menunggu hasil uji klinis plasebo-terkontrol miliknya sendiri yang dirancang khusus untuk membuktikan pencegahan kejadian jantung dari nol. Pemilihan terapi tetap sebaiknya didiskusikan bersama dokter dengan mempertimbangkan riwayat kesehatan jantung masing-masing individu.

Turunkan Berat Badan Sekaligus Jaga Fungsi Organ Tubuh dengan Halofit

Jika kamu ingin menurunkan berat badan sekaligus menjaga fungsi organ agar tetap optimal, kamu bisa mulainya dengan aman bersama Halofit. Ini merupakan layanan Klinik Obesitas Digital dari Halodoc yang menawarkan pendekatan klinis, nutrisi, dan gaya hidup sehat secara menyeluruh.

Halofit dirancang khusus untuk membantu kamu menemukan cara menurunkan berat badan yang benar-benar efektif, bukan sekadar diet sementara.

Dengan dukungan dokter dan ahli gizi profesional, setiap program Halofit disesuaikan dengan kondisi tubuh, pola makan, dan target penurunan berat badanmu.

Program ini dirancang untuk membantu kamu menurunkan berat badan 10-12 kg* dalam 2 bulan dengan cara yang sehat dan aman, di bawah pengawasan dokter dan dietisien. 

Berikut dua pilihan program yang bisa kamu pilih sesuai kebutuhan:

1. Halofit Advanced – Rp750.000/bulan

Mounjaro vs Ozempic, Mana yang Lebih Efektif

Cocok bagi kamu yang ingin memulai perjalanan sehat dengan pendampingan dokter dan ahli gizi selama 30 hari.

Program Halofit Advanced mencakup meal plan personal, serta obat pendamping penurun berat badan yang diresepkan langsung oleh dokter untuk mendukung hasil yang aman dan maksimal.

2. Halofit Transform –  Mulai dari Rp3.300.000/bulan

Program Halofit Transform adalah program premium bagi kamu yang membutuhkan cara menurunkan berat badan dengan cepat dan terukur melalui terapi injeksi GLP-1.

Terapi ini telah terbukti secara klinis membantu mengontrol nafsu makan dan mempercepat penurunan berat badan.

Dengan pengawasan dokter, kamu akan mendapatkan dukungan medis lengkap beserta obat diet paling ampuh sesuai kebutuhan tubuhmu.

Semua layanan ini tersedia langsung di aplikasi Halodoc, mulai dari konsultasi, pemesanan paket, hingga pemantauan progres, semuanya bisa dilakukan tanpa perlu datang ke klinik.

Tunggu apa lagi?  Kamu bisa klik di sini untuk mulai coba program Halofit!

Referensi:
Frontiers in Medicine. Diakses pada 2026. Tirzepatide vs. Semaglutide for Obesity, Glycemic Control, and Cardiovascular Outcomes.
PMC. Diakses pada 2026. Tirzepatide Compared with Semaglutide and 10-Year Cardiovascular Disease Risk Reduction (Post-hoc SURMOUNT-5)
.
PubMed
. Diakses pada 2026. Cardiovascular and Cerebrovascular Outcomes Risk Reduction Associated With Semaglutide vs Tirzepatide: A Target Trial Emulation.
Nature Medicine. Diakses pada 2026. Cardiovascular Outcomes of Semaglutide and Tirzepatide for Patients with Type 2 Diabetes in Clinical Practice
Endocrinology, Diabetes & Metabolism (Wiley). Diakses pada 2026. Tirzepatide and Cardiovascular Outcomes: A Narrative Review
.