
Ini 11 Cara Sederhana Mengatasi Jerawat di Punggung
Ada berbagai cara mengatasi jerawat di punggung yang bisa kamu coba, salah satunya melakukan eksfoliasi secara rutin hingga rutin mengganti pakaian.

DAFTAR ISI
- Cara Mengatasi Jerawat di Punggung
- Kenali Penyebab Jerawat di Punggung
- Tips Memilih Pakaian untuk Mencegah Jerawat di Punggung
- Kebiasaan Sehari-hari yang Dapat Mencegah Jerawat di Punggung
- Pencegahan Jerawat di Punggung
- Kapan Harus ke Dokter?
- Rekomendasi Dokter Spesialis Kulit di Halodoc
- Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!
- Kenapa Harus Beli Obat di Halodoc?
- FAQ
Bukan hanya wajah yang berpotensi terkena jerawat, punggung juga bisa terkena, lho.
Meskipun jarang terlihat, jerawat di punggung juga perlu kamu obati.
Bagaimana cara mengatasi jerawat punggung? Kamu bisa melakukan beberapa cara mudah di bawah ini dan simak rekomendasi obat jerawat punggung di apotik.
Cara Mengatasi Jerawat di Punggung
Penyebab jerawat punggung terjadi karena adanya kelenjar minyak dan banyak folikel rambut.
Dalam kebanyakan kasus, kamu dapat menghilangkan jerawat dengan melakukan perubahan gaya hidup dan pengobatan rumahan.
Berikut adalah beberapa cara mengatasi jerawat punggung dengan perubahan gaya hidup:
1. Mandi setelah berolahraga
Membiarkan keringat dan kotoran menempel di kulit setelah berolahraga berisiko tinggi menyebabkan munculnya jerawat di punggung. Oleh karena itu, sebaiknya segeralah mandi setelah berolahraga.
2. Eksfoliasi
Gunakan scrub dari asam salisilat (salicylic acid) untuk menghilangkan kotoran dan minyak ekstra dari kulit. Cara ini juga dapat membantu mengurangi jumlah kulit mati yang berisiko menyumbat pori-pori.
Penelitian Salicylic acid as a peeling agent: a comprehensive review yang terbit pada Clinical, Cosmetic and Investigational Dermatology menemukan bahwa pengelupasan dari asam salisilat dapat membantu meredakan jerawat.
Cara ini mendorong peremajaan kulit, sehingga menghaluskan dan memperbaiki tekstur permukaannya. Melakukannya secara rutin dapat membantu mempercepat proses penyembuhan.
3. Kenakan pakaian longgar
Kebiasaan olahraga dengan pakaian ketat dapat menjebak kotoran dan keringat, sehingga berisiko masuk ke dalam pori-pori dan memicu jerawat. Jadi, sebaiknya pilih pakaian yang longgar agar kulit dapat bernapas.
Selain dengan cara alami, kamu juga bisa menggunakan obat-obatan yang terjual bebas di apotik. Ketahui rekomendasi obatnya dalam artikel ini: Catat, Ini 5 Rekomendasi Obat Jerawat Punggung di Apotek
4. Gunakan tea tree oil
Minyak pohon teh atau tea tree oil telah dapat membantu mengobati berbagai masalah kulit, salah satunya jerawat. Kandungan tersebut bekerja dengan membunuh bakteri penyebabnya. Bahan alami ini bisa digunakan sebagai cara menghilangkan jerawat di badan atau punggung.
Penelitian Treatment of acne with tea tree oil (melaleuca) products: A review of efficacy, tolerability and potential modes of action yang terbit pada Science Direct, menemukan bahwa penggunaan produk minyak pohon teh mengurangi jumlah lesi pada pengidap jerawat ringan hingga sedang.
Uji coba komparatif menunjukkan bahwa produk minyak pohon teh lebih baik ketimbang plasebo. Keefektivitasan bahan ini juga setara dengan 5 persen benzoil peroksida dan 2 persen eritromisin topikal.
5. Singkirkan rambut dari punggung
Rambut panjang akan menjebak minyak dan kotoran masuk ke dalam kulit punggung, sehingga menyebabkan jerawat. Jadi, pastikan keramas secara teratur dan ikat rambut saat berkeringat.
Selain keramas, kamu juga tidak boleh membiarkan kondisioner atau sampo terkena kulit punggung. Pasalnya, bahan-bahan dalam produk dapat menyebabkan pori-pori tersumbat.
6. Pilih tabir surya yang tepat
Cara mengatasi jerawat punggung selanjutnya adalah menggunakan tabir surya. Apalagi saat kamu ingin berjemur di pantai atau berenang dengan menggunakan baju terbuka.
Sebab, paparan sinar matahari dapat meningkatkan produksi minyak dan memicu penumpukan di permukaan kulit. Hal ini berpotensi menyebabkan munculnya jerawat punggung. Jadi, rutinlah menggunakan tabir surya sebagai cara menghilangkan jerawat dimanapun itu berada seperti jerawat di badan, jerawat di dahi, ataupun jerawat di punggung.
7. Konsumsi makanan sehat
Kamu mungkin pernah mendengar ungkapan “you are what you eat”. Nah, pola makan yang tidak sehat dapat memengaruhi tubuh dalam berbagai cara. Jika rentan berjerawat, makanan bisa menjadi pemicunya.
Sebuah penelitian yang terbit di American Academy of Dermatology Association, menunjukkan bahwa makanan tinggi indeks glikemik (GI), dapat memperburuk jerawat.
Makanan tinggi indeks glikemik (GI) berarti makanan tersebut menyebabkan gula darah naik dengan cepat. Makanan ini termasuk roti putih, pasta putih, dan nasi, serta ketan putih.
Maka dari itu, penting untuk bijak dalam mempraktikkan konsumsi makanan yang sehat dan seimbang. Caranya dengan mengonsumsi sayuran, buah-buahan, protein tanpa lemak, dan biji-bijian utuh.
Selain mengonsumsi makanan sehat, cara mengatasi jerawat punggung dapat kamu lakukan dengan penggunaan sabun yang tepat. Intip rekomendasinya di sini: Ini Rekomendasi Sabun untuk Jerawat Punggung yang Bisa Dicoba
8. Cuci barang pribadi secara rutin
Penting untuk selalu menggunakan handuk, sprei, dan sarung bantal bersih supaya bakteri tidak menumpuk. Pastikan untuk mengganti barang-barang tersebut secara berkala, setidaknya seminggu sekali.
9. Hindari jenis obat tertentu
Cara menghilangkan jerawat di badan atau punggung juga bisa dengan menghindari konsumsi obat-obatan tertentu. Contohnya termasuk androgen (hormon pria) dan lithium yang berisiko meningkatkan munculnya jerawat. Jika kamu menggunakan salah satunya, bicarakan dengan dokter tentang jenis obat lain yang memungkinkan.
10. Kenakan pakaian bersih
Pakaian kotor dapat menampung keringat, minyak, dan kotoran. Menggunakannya dua kali sebelum mencucinya meningkatkan risiko iritasi kulit dan berkontribusi terhadap berkembangnya jerawat. Langkah sederhana ini bisa menjadi cara menghilangkan jerawat di badan atau punggung.
11. Gunakan krim atau gel topikal
Produk yang mengandung benzoil peroksida dapat kamu gunakan sebagai cara mengatasi jerawat di punggung.
Saat menggunakan produk perawatan kulit yang mengandung benzoil peroksida, biarkan obat tetap berada di jerawat hingga lima menit sebelum membilasnya.
Kenali Penyebab Jerawat di Punggung
Jerawat di punggung terbentuk ketika sebum ekstra dan sel-sel kulit mati menumpuk. Penumpukan ini memblokir pori-pori kulit dan bakteri.
Ketika dinding folikel rambut membengkak, kondisi tersebut membentuk jerawat.
Berikut ini beberapa penyebab umum munculnya jerawat di punggung:
- Genetika. Masalah jerawat dapat menurun dalam keluarga.
- Obat-obatan. Jerawat dapat berkembang sebagai efek samping dari beberapa jenis obat, seperti antidepresan.
- Hormon. Perubahan hormonal pada masa remaja sering kali menjadi penyebab timbulnya jerawat.
- Keringat. Terutama jika keringat terperangkap di bawah pakaian ketat, dapat memperburuk masalah jerawat.
- Stres. Kondisi ini bukanlah penyebab langsung, tetapi bisa menjadi faktor pemicu.
Selain beberapa pemicu tersebut, mengonsumsi makanan dengan tinggi karbohidrat, seperti roti dan keripik kentang dapat meningkatkan kadar gula darah yang menyebabkan jerawat.
Tips Memilih Pakaian untuk Mencegah Jerawat di Punggung
Munculnya jerawat di area punggung juga bisa disebabkan oleh faktor pakaian yang dipilih, oleh sebab itu kamu bisa:
- Pilih pakaian yang longgar dan terbuat dari bahan katun yang menyerap keringat.
- Hindari pakaian ketat yang dapat menyebabkan gesekan dan iritasi.
- Cuci pakaian olahraga setelah digunakan untuk menghilangkan keringat dan bakteri.
Kebiasaan Sehari-hari yang Dapat Mencegah Jerawat di Punggung
Saat mengalami jerawat punggung, pastikan kamu memiliki kebiasaan yang sehat dan bersih, seperti:
- Mandi secara teratur, terutama setelah berolahraga atau berkeringat.
- Jaga kebersihan tempat tidur dengan mengganti sprei dan handuk secara teratur.
- Hindari memencet jerawat.
- Kelola stres dengan baik.
Pencegahan Jerawat di Punggung
Berikut adalah beberapa langkah pencegahan tambahan:
- Jaga kebersihan diri: Mandi secara teratur dengan sabun yang lembut dan hindari penggunaan sabun yang terlalu keras yang dapat mengiritasi kulit.
- Eksfoliasi rutin: Lakukan eksfoliasi ringan secara teratur untuk mengangkat sel kulit mati dan mencegah pori-pori tersumbat.
- Hindari memakai ransel terlalu berat: Ransel yang terlalu berat dapat menyebabkan gesekan dan tekanan pada punggung, memicu timbulnya jerawat.
- Gunakan tabir surya: Lindungi kulit punggung dari paparan sinar matahari dengan menggunakan tabir surya non-komedogenik.
- Perhatikan diet: Konsumsi makanan sehat dan hindari makanan yang dapat memicu peradangan.
Kapan Harus ke Dokter?
Segera konsultasikan dengan dokter kulit jika:
- Jerawat di punggung sangat parah dan tidak membaik dengan perawatan rumahan.
- Jerawat menyebabkan rasa sakit atau tidak nyaman yang signifikan.
- Jerawat meninggalkan bekas luka atau perubahan warna pada kulit.
- Kamu memiliki kondisi medis lain yang mungkin memengaruhi jerawat.
Rekomendasi Dokter Spesialis Kulit di Halodoc
Jika kamu mengalami jerawat di punggung yang tidak kunjung hilang, coba hubungi saja dokter kulit melalui aplikasi Halodoc.
Melalui Video/Voice Call dan Chat, dokter terpercaya dari Halodoc bisa memberikan saran pengobatan yang tepat.
Nah, berikut ini terdapat beberapa rekomendasi dokter yang bisa kamu hubungi untuk memberikan saran untuk mengatasi kondisi jerawat:
1. dr. Fiska Rosita, Sp.D.V.E

Pertama, kamu dapat menghubungi dr. Fiska Rosita, Sp.D.V.E. Ia merupakan lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Wijaya Kusuma Surabaya pada 2012 dan Universitas Sebelas Maret Surakarta pada 2021.
Dokter Fiska Rosita saat ini berpraktik di Bandung, Jawa Barat dan tergabung sebagai anggota Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia (PERDOSKI) dengan nomor STR 3321602321138212.
Dengan pengalaman selama 13 tahun, dr. Fiska Rosita, Sp.D.V.E memberikan layanan konsultasi di Halodoc terkait berbagai penyakit kulit dan kelamin.
Chat dr. Fiska Rosita, Sp.D.V.E mulai dari Rp 59.000,- di Halodoc.
Setelah bicara dengan dokter, waspadai pula 5 Penyakit Kelamin yang Dapat Menyasar Anak Muda berikut ini.
2. dr. Frieda Sp.D.V.E

Kemudian, kamu juga bisa menghubungi dr. Frieda Sp.D.V.E yang merupakan alumnus Fakultas Kedokteran Universitas Atma Jaya pada 2015 dan Universitas Sebelas Maret pada 2022.
Ia kini berpraktik di Bogor, Jawa Barat dan tergabung sebagai tergabung sebagai anggota Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia (PERDOSKI) dengan nomor STR 3321602322166922.
Memiliki pengalaman selama 8 tahun, dr. Frieda Sp.D.V.E memberikan layanan konsultasi di Halodoc terkait penyakit kulit dan kelamin.
Chat dr. Frieda Sp.D.V.E mulai dari Rp 59.000,- di Halodoc
3.dr. Stephen Wirya, Sp.D.V.E

Kamu juga bisa menghubungi dr. Stephen Wirya, Sp.D.V.E yang merupakan lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga pada 2010, Boston University Medical Center pada 2016, serta Universitas Indonesia pada 2018.
Saat ini, dr. Stephen Wirya, Sp.D.V.E berpraktik di Jakarta Selatan, DKI Jakarta dan tergabung sebagai anggota Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia (PERDOSKI) dengan nomor STR GS00000185239781.
Memiliki pengalaman selama 15 tahun, ia memberikan layanan konsultasi di Halodoc terkait masalah kulit dan kelamin, termasuk jerawat, kulit sensitif, serta berbagai gangguan pada area genital.
Chat dr. Stephen Wirya, Sp.D.V.E mulai dari Rp 159.000,- di Halodoc.
4.dr. Ricky Setiawan, Sp.D.V.E

Dokter Ricky Setiawan, Sp.D.V.E juga bisa memberikan konsultasi terkait masalah kulit dan kelamin. Ia merupakan lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Atmajaya pada 2016 dan Universitas Udayana pada 2025.
Kini, ia berpraktik di Tangerang, Banten dan tergabung sebagai anggota Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia (PERDOSKI) dengan nomor STR TO00001817435943.
Berbekal pengalaman selama 9 tahun, dr. Ricky Setiawan, Sp.D.V.E dapat memberikan layanan konsultasi di Halodoc terkait gangguan kesehatan kulit dan area genital.
Chat dr. Ricky Setiawan, Sp.D.V.E mulai dari Rp 59.000,- di Halodoc.
5.dr. Fitri Azizah, Sp.D.V.E

Pertama, kamu bisa menghubungi dr. Fitri Azizah, Sp.D.V.E. Ia merupakan lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia pada 2012 dan melanjutkan pendidikan spesialis kulit dan kelamin di universitas yang sama hingga lulus pada 2020.
Dokter Fitri Azizah saat ini berpraktik di Kota Tangerang Selatan, Banten dan tergabung sebagai anggota Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia (PERDOSKI) dengan nomor STR FH0001212253701.
Berpengalaman selama 14 tahun, dr. Fitri Azizah, Sp.D.V.E memberikan layanan konsultasi di Halodoc terkait masalah kulit dan kelamin, termasuk jerawat, eksim, penyakit kelamin, hingga gangguan kulit pada anak dan bayi.
Chat dr. Fitri Azizah, Sp.D.V.E mulai dari Rp 149.000,- di Halodoc.
Jika dokter sedang tidak tersedia atau offline, kamu tak perlu khawatir. Sebab kamu tetap bisa membuat janji konsultasi di lain waktu melalui aplikasi Halodoc.
Konsultasi dokter kulit di Halodoc bisa menjadi lebih hemat dengan menggunakan kode kupon berikut. Klik gambar di bawah ini
Jika dokter sedang tidak tersedia atau offline, kamu tak perlu khawatir.
Sebab kamu tetap bisa membuat janji konsultasi di lain waktu melalui aplikasi Halodoc atau memilih dokter lainnya. Agar lebih mudah, ayo klik gambar di bawah ini:

Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!
Kamu punya keluhan kesehatan, tapi bingung mulai dari mana? Tidak perlu bingung! Kini, kamu bisa coba tanya HILDA!
HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant) adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.
HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.
HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.
Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.

Kenapa Harus Beli Obat di Halodoc?
Kamu bisa mendapatkan obat (termasuk obat rutin), vitamin/suplemen, dan produk kesehatan lainnya di Halodoc.
- ✅ Praktis dan mudah. Tidak perlu antre dan keluar rumah.
- ✅ Resep resmi: Untuk obat resep, resep obat online diberikan oleh dokter berlisensi (memiliki legalitas resmi atau STR dan SIP) setelah sesi konsultasi.
- ✅ Apotek resmi. Setiap obat yang dipesan melalui Pharmacy Delivery Halodoc (apotek online Halodoc), dan disuplai oleh apotek resmi yang memiliki SIA (Surat Izin Apotek).
- ✅ Jaminan asli: Produknya 100% asli (segel resmi utuh, terdapat nomor batch & expiry date) dan terdaftar BPOM.
- ✅ Privasi terjaga: Kemasan rapi, tertutup, dan tanpa label nama obat di bagian luar.
- ✅ Cepat. Diantar hanya dalam 1 jam langsung dari apotek terdekat (24 Jam) dari lokasi kamu berada.
- ✅ Official Store on E-commerce: Shopee, Tokopedia, Lazada, Tiktok Shop, Gomart, dan Blibli.
- ✅ Gratis rekomendasi obat dan vitamin. Tanya HILDA. HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant) asisten AI dari Halodoc yang siap membantu pertanyaan kesehatan umum.
Referensi:
Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan. Diakses pada 2026. Faktor Pemicu Timbulnya Jerawat.
Kemenkes. Diakses pada 2026. Peran Clascoterone pada Tatalaksana Akne Vulgaris.
Healthline. Diakses pada 2026. How to Get Rid of Back Acne.
Everyday Health. Diakses pada 2026. Back Acne (‘Bacne’): Why Pimples Pop Up, and How to Prevent and Get Rid of Them.
American Academy of Dermatology Association. Diakses pada 2026. Back Acne: How to See Clearer Skin.
Clinical, Cosmetic and Investigational Dermatology. Diakses pada 2026. Salicylic acid as a peeling agent: a comprehensive review.
Science Direct. Diakses pada 2026. Treatment of acne with tea tree oil (melaleuca) products: A review of efficacy, tolerability and potential modes of action.
FAQ
1. Apa yang harus dilakukan jika terjadi reaksi kulit yang tidak diinginkan?
Reaksi seperti mengelupas atau sedikit sensitif biasanya adalah proses adaptasi.
Namun, jika terasa sangat mengganggu, segera gunakan layanan konsultasi agar dokter dapat memberikan evaluasi dan solusi penyesuaian.




