
13 Jenis Makanan Penambah Darah, Bantu Mencegah Anemia
Salah satu cara alami untuk mengatasi dan mencegah anemia adalah dengan mengonsumsi makanan penambah darah.

DAFTAR ISI
- Jenis dan Rekomendasi Zat Besi Harian
- Jenis Makanan Penambah Darah
- Rekomendasi Dokter Spesialis untuk Mengatasi Gejala Anemia
Penurunan sel darah merah dalam tubuh terjadi karena kurangnya asupan zat besi. Masalah kesehatan yang biasa disebut anemia ini, membuat tubuh jadi mudah lelah dan kulit terlihat pucat.
Ketika mengalami anemia, tubuh tidak mampu memproduksi hemoglobin dalam jumlah yang cukup. Hemoglobin sendiri merupakan protein yang terdapat dalam sel darah merah, yang bertugas membawa oksigen ke seluruh jaringan tubuh.
Jika mengalaminya, kamu tak perlu khawatir. Sebab ada beberapa cara mengatasi anemia yakni dengan mengonsumsi makanan penambah darah, serta minum suplemen zat besi. Simak ulasan selengkapnya, berikut ini!
Jenis dan Rekomendasi Zat Besi Harian
Ada dua jenis makanan yang dapat membantu meningkatkan jumlah sel darah merah dalam tubuh, yaitu heme dan non-heme. Berikut penjelasannya:
- Heme. Jenis zat besi ini berasal dari hemoglobin. Biasanya terdapat dalam makanan hewani, seperti ikan, daging merah, dan daging unggas.
- Non-heme. Bentuk zat besi ini banyak terdapat dalam makanan nabati, seperti sayuran berdaun hijau, kentang, kacang-kacangan, buah-buahan kering, dan biji-bijian.
Tubuh lebih mudah menyerap zat besi heme yang bersumber dari makanan hewani daripada non-heme. Selain itu, proses penyerapan zat besi dalam tubuh akan lebih mudah jika dikonsumsi bersama dengan makanan sumber vitamin C.
Berikut ini kebutuhan zat besi harian yang dibutuhkan tubuh sesuai dengan usia, yaitu:
- 1 sampai 3 tahun: 7 miligram.
- 4 – 9 tahun: 10 miligram.
- 10 – 12 tahun: 8 miligram.
- Remaja pria: 11 miligram
- Remaja wanita: 15 miligram.
- Pria dewasa: 9 – 11 miligram.
- Wanita dewasa: 18 miligram.
- Ibu hamil dan menyusui: 27 miligram.
Nah, Ini Obat Penambah Darah untuk Bantu Atasi Gejala Anemia.
Jenis Makanan Penambah Darah
Saat tubuh kekurangan sel darah merah, sel atau jaringan lain dalam tubuh tidak mendapat cukup oksigen. Akibatnya, sel tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Kondisi ini bisa terjadi karena banyak faktor, seperti:
- Penurunan produksi sel darah merah.
- Hilangnya darah dalam tubuh secara berlebihan.
- Hancurnya sel darah merah terlalu cepat.
Faktanya, memenuhi kebutuhan zat besi tubuh menjadi hal yang penting. Alasannya bisa kamu baca pada artikel 6 Alasan Zat Besi Penting Dikonsumsi Setiap Hari.
Guna memenuhi asupannya, kamu bisa mengonsumsi salah satu dari beberapa makanan penambah darah berikut ini.
1. Daging merah dan unggas
Dalam 100 gram daging merah seperti daging sapi dan kambing mengandung 2,7 miligram zat besi. Jumlah ini sudah memenuhi 15 persen dari total asupan harian tubuh. Sementara itu, 100 gram daging unggas telah memenuhi 13 persen dari jumlah total asupan harian.
2. Jeroan
Bagian dalam hewan atau jeroan seperti hati, jantung, dan otak juga kaya akan zat besi. Faktanya, 100 gram hati sapi mengandung 6,5 miligram zat besi. Angka ini sudah memenuhi 36 persen asupan harian tubuh. Sementara itu, 100 gram hati ayam mengandung zat besi sekitar 15,6 miligram.
3. Tiram
Makanan penambah darah untuk mencegah anemia selanjutnya adalah tiram. Dalam 100 gram tiram mengandung zat besi sebesar 28 miligram atau sekitar 155 persen dari asupan harian tubuh. Selain zat besi, bahan makanan alami ini juga kaya protein, vitamin C, dan vitamin B12.
4. Kacang-kacangan
Beberapa jenis kacang-kacangan yang mengandung zat gizi tinggi adalah buncis, lentil, kacang polong, dan kedelai. Dalam satu cangkir berukuran 198 gram makanan penambah darah ini, mengandung sekitar 6,6 miligram zat besi.
5. Sayuran berdaun gelap untuk makanan penambah darah
Selanjutnya, sayuran berdaun gelap seperti bayam dan brokoli juga mengandung tinggi zat besi. Namun, sebelum mengonsumsinya, sebaiknya kamu mencuci dan mengolah sayuran tersebut hingga matang.
6. Makanan tinggi asam folat
Asam folat adalah vitamin B kompleks yang berfungsi untuk memproduksi sel darah merah. Asupan asam folat yang tidak terpenuhi, bisa menyebabkan penurunan kadar hemoglobin.
Ini artinya, makanan yang mengandung asam folat seperti sayuran berdaun hijau, kecambah, kacang kering, kacang tanah, pisang, brokoli, dan hati unggas termasuk makanan penambah darah yang bisa mencegah anemia.
7. Buah delima
Applied Physiology, Nutrition, and Metabolism Journal tahun 2014 menyebutkan bahwa, buah delima adalah makanan sehat yang dapat membantu meningkatkan kadar hemoglobin. Manfaat ini didapat berkat kandungan antioksidan polifenol dan nitrat, yang merupakan vasodilator yang kuat.
Sehingga dengan mengonsumsi buah delima, kamu dapat memaksimalkan aliran darah dan oksigen ke seluruh jaringan tubuh.
Mau tahu jus buah yang mampu menambah darah? Baca selengkapnya di artikel ini: “Ini 7 Rekomendasi Jus Buah Penambah Darah untuk Cegah Anemia“.
8. Buah kurma
Makanan penambah darah selanjutnya adalah kurma. Buah kering dengan rasa manis ini mengandung tinggi zat besi yang dapat meningkatkan kadar hemoglobin dalam darah.
Namun, pengidap diabetes sebaiknya berkonsultasi terlebih dulu pada dokter sebelum mengonsumsi buah ini, karena berisiko meningkatkan kadar gula darah.
9. Buah bit
Bit tak hanya mengandung zat besi, tetapi juga kaya akan asam folat, potasium, dan serat. Mengonsumsi jus bit setiap hari dapat membantu menjaga jumlah sel darah merah dalam tubuh.
10. Biji labu
Biji labu merupakan makanan penambah darah selanjutnya yang sangat mudah kamu dapatkan. Makanan ini mengandung sekitar 8 miligram zat besi, kalsium, magnesium, dan mangan.
Cara mengonsumsi makanan ini juga terbilang unik, salah satunya dengan menaburkannya pada salad atau smoothie.
11. Buah semangka
Berikutnya ada buah semangka yang merupakan salah satu buah terbaik untuk membantu meningkatkan hemoglobin.
Tidak hanya itu, buah berwarna merah ini juga kaya akan air dan vitamin C. Kedua nutrisi tersebut dapat membantu memaksimalkan penyerapan zat besi.
Selain itu, cari tahu manfaat buah semangka lainnya pada artikel berikut ini: “Kaya Nutrisi, Ini 13 Khasiat Buah Semangka untuk Kesehatan Tubuh”
12. Makanan kaya vitamin C
Faktanya, tubuh tidak dapat menyerap zat besi secara sempurna. Inilah mengapa, kamu sebaiknya mengonsumsi makanan tinggi vitamin C untuk membantu mengoptimalkan penyerapan nutrisi tersebut.
Kamu bisa mendapatkan asupan vitamin C dari jambu, jeruk, lemon, paprika, tomat, jeruk bali, dan buah beri.
13. Buah-buahan termasuk makanan penambah darah
Makanan penambah darah yang terakhir adalah buah-buahan. Memang benar, ada jenis buah yang mengandung zat besi tinggi, seperti apel, pisang, anggur, stroberi, buah naga, dan alpukat. Beberapa jenis lainnya bisa kamu baca pada artikel Daftar Buah yang Kaya Kandungan Zat Besi.
Selain mengonsumsi sumber makanan penambah darah tadi, kamu juga bisa mencoba melakukan beberapa cara berikut ini saat mengalami kurang darah:
- Mengonsumsi beberapa jenis makanan di atas.
- Banyak minum air putih.
- Meminum minuman yang mengandung gula, tapi jangan berlebihan.
- Tidak bergerak secara mendadak.
- Hindari mengonsumsi alkohol.
- Perhatikan pola makan.
- Mengenakan stoking kompresi.
Namun, apabila masalah ini tidak kunjung membaik, kamu dan keluarga bisa konsultasi secara online dengan dokter spesialis gizi klinik dari aplikasi Halodoc.
Suplemen Zat Besi untuk Mengatasi Anemia
Dalam jurnal berjudul Iron Deficiency Anemia in Pregnancy: Novel Approaches for an Old Problemi yang dipublikasikan oleh Oman Medical (2020), diperkirakan 50% anemia disebabkan karena kekurangan zat besi atau disebut Anemia Defisiensi Zat Besi.
Anemia dapat menyebabkan kelelahan, pusing, dan bahkan masalah kesehatan yang lebih serius jika tidak ditangani dengan baik. Salah satu cara untuk mengatasi anemia adalah dengan mengonsumsi suplemen penambah darah.1
Berikut ini rekomendasi suplemen zat besi untuk mengatasi anemia:
1. Sangobion Activ 10 Kapsul

Obat penambah darah Sangobion Activ 10 Kapsul mengandung ferrous gluconate 259 mg, copper sulfate 50 mcg, folic acid 400 mcg, vitamin C 50 mg, vitamin B12 7,5 mcg, dan vitamin B6 1,7 mg.
Kombinasi kandungan di dalamnya membantu meningkatkan kadar zat besi dalam tubuh dan mendukung kesehatan umum.
Aturan pakai:
- 1 kapsul per hari pada waktu atau sesudah makan atau sesuai resep dokter.
Produk ini sebaiknya tidak diberikan pada pasien yang mengalami transfusi darah berulang, atau anemia yang bukan dikarenakan karena kekurangan zat besi.
No registrasi BPOM: SD253054901
Mulai dari: Rp24.900 per strip
Dapatkan Sangobion Activ 10 Kapsul di Toko Kesehatan Halodoc.
Rekomendasi Dokter Spesialis untuk Mengatasi Gejala Anemia
Jika kamu merasa perlu mendapatkan pemeriksaan dari dokter spesialis, jangan ragu untuk menghubungi dokter di Halodoc untuk mendapatkan saran yang tepat.
Berikut ini rekomendasi dokter spesialis penyakit dalam yang sudah berpengalaman dan memiliki penilaian yang baik dari pasien-pasien yang sebelumnya pernah mereka tangani:
- Dr. Richard Sengkey Sp.PD
- Dr. William Faisal Sp.PD
- Dr. Handoko Prayitno Sp.PD
- Dr. Wiwiek Probowati Sp.PD-KHOM, FINASIM
- Dr. Vera Bahar Sp.PD
Tak perlu khawatir jika dokter sedang tidak tersedia atau offline. Sebab, kamu tetap bisa membuat janji konsultasi di lain waktu melalui Halodoc.
Referensi:
WHO. Guideline: Daily iron and folic acid supplementation in pregnant women. Geneva, World Health Organization, 2012.
Milman, N. “Iron deficiency and anemia in pregnant women in Malaysia? Still a significant and challenging health problem.” Journal of Pregnancy and Child Health 2.03 (2015): 1-8.
Santiago, Palacios. “Ferrous versus ferric oral iron formulations for the treatment of iron deficiency: a clinical overview.” The Scientific World Journal 2012 (2012).
Everyday Health. Diakses pada 2024. 10 Healthy Foods That Are Great Sources of Iron.
NDTV. Diakses pada 2024. 9 Foods That May Help Increase Haemoglobin.
HHS Author Manuscripts. Diakses pada 2024. The effects of pomegranate extract on blood flow and running time to exhaustion.
Oman Medical Journal. Diakses pada 2024. Iron Deficiency Anemia in Pregnancy: Novel Approaches for an Old Problemi
Mohd Rosli RR, Norhayati MN, Ismail SB. 2021. Diakses pada 2024. Effectiveness of iron polymaltose complex in treatment and prevention of iron deficiency anemia in children: a systematic review and meta-analysis.




